Hanya
PENJAHAT / PENDOSA yang Butuh PENGHAPUSAN DOSA (Abolition of Sins)—AGAMA BAGI PENJAHAT / PENDOSA, AGAMA DOSA
Kabar
Gembira bagi PENJAHAT / PENDOSA, merupakan Kabar Buruk / Duka bagi KORBAN.
Terhadap
Dosa dan Maksiat, Begitu Kompromistik. Namun Terhadap Kaum yang Berbeda
Keyakinan, Begitu Intoleran—Tuhanis, Humanis, Premanis, ataukah Hewanis?
Dosa Warisan? Harta Warisannya di-Korup Siapa?!
Seorang Ksatria Tidak Cuci Tangan ataupun Lempar
Tanggung Jawab, namun Memilih untuk BERTANGGUNG-JAWAB—AGAMA KSATRIA
Orang Suci Penuh Mawas Diri dan Kendali Diri,
Terlatih Ketat dalam SELF-CONTROL—AGAMA
SUCI
Bila disebutkan bahwa semua
manusia dilahirkan untuk menjadi pendosa (born
to be a SINNER), maka dogma demikian sejatinya sudah membuktikan bahwa
agama bersangkutan tidak layak menyandang gelar sebagai “Agama SUCI”, melainkan
“Agama DOSA” yang bersumber dari “Kitab DOSA”. Jika kita asumsikan dogma
demikian adalah benar adanya, maka : 1.) bukan salah bunda mengandung, sifat
nakal dan jahat manusia adalah ciptaan siapa? 2.) untuk apa juga menjadi
sekadar “maling sandal” ataupun “maling ayam”, jadilah KORUPTOR kelas kakap;
jangan menjadi pendosa yang “tanggung-tanggung”; 3.) apakah “are we SAFE”, hidup berdampingan dengan
para pendosa yang merasa wajar dan normal saja hidup sebagai seseorang pendosa yang
terjangkiti “virus dosa”, virus pikiran yang membuat yang bersangkutan merasa
bebas berbuat dosa terhadap orang lain (menyakiti, melukai, maupun merugikan)
seolah tanpa bahaya / konsekuensi dibaliknya? 4.) umur umat manusia sudah setua
usia Planet Bumi ini, dimana jumlah nenek-moyang kita tidak lagi terhitung
jumlahnya, apakah artinya seluruh nenek-moyang kita adalah pendosa dan masuk
neraka? (sungguh Anda generasi yang “durhaka”, mengutuk nenek-moyang Anda
sendiri); 5.) kekotoran batin dilestarikan dan dipelihara, lantas dimana letak
“suci”-nya selain sekadar judul sampul “kitab / agama suci”?