Tubuh, adalah “Sarang Penyakit”. Dunia, adalah “Sarang Kejahatan”. Penjara, adalah “Monumen Kegagalan Peran Orangtua dan Guru dalam Mendidik maupun Memberikan Teladan”, dan Neraka merupakan “Monumen Kegagalan Penciptaan Tuhan Sang Pencipta”
Pernahkah Anda mengamati serta melakukan observasi antropologi sederhana, terhadap fenomena sosial yang nyata-nyata terkandung “standar ganda” berikut. Ketika kita menyaksikan channel suatu media sosial yang menampilkan gambar-gambar ataupun video yang menampakkan kemewahan, keindahan, kemakmuran, kesehatan, kemudaan, kegembiraan, kesenangan, keglamoran, hingar-bingar, berbagai komentar yang kerap muncul dari para netizen kita ialah “hidup ini indah dan nikmat” serta “betapa Tuhan sang Maha Pencipta”. Mereka memuja-muji Tuhan, setinggi langit, seolah-olah mereka pernah minta dilahirkan ke dunia ini. Akan tetapi, giliran pada channel yang menayangkan realita penyakit, usia tua, kematian, kekumuhan, kekeringan, banjir, huru-hara, kejahatan, kriminalitas, bencana alam, maupun bencana sosial lainnya, komentar-komentar yang sebelumnya kerap muncul mendadak senyap, para netizen mendadak seolah sirna, sunyi, bersembunyi dibawah selimutnya. Itulah yang disebut “cherry picking”.
