21 April, 2018

TAHU, NAMUN PURA-PURA TIDAK TAHU

HUKUM
Bahasa Indonesia merupakan “lingua franca” dari mereka yang mengaku sebagai bagian / anggota dari Bangsa Indonesia, yang tidak mengenal sekat kasta maupun stratifikasi sosial untuk memahami bahasa tersebut. Namun hingga saat kini, penulis mendapati kenyataan pahit, bahwa betapa memprihatinkannya pemahaman Rakyat Indonesia terhadap Bahasa Indonesia, bila tidak dapat disebut sebagai kondisi yang memprihatinkan, terutama perihal penguasaan perbendaharaan kata.
Sudah sangat jelas, terdapat perbedaan secara kontras antara “Pengacara” dan “Konsultan Hukum”. Keduanya adalah profesi yang berbeda, yang berangkat dari akar kata yang saling berlainan dan berbeda satu sama lain. Pengacara mencari nafkah dari beracara di persidangan, alias mengambil keuntungan dari sengketa yang dialami sang klien, atau bila perlu membuat sengketa kian keruh dan kian memanas. Sementara itu kalangan profesi Konsultan Hukum, mencari penghasilan secara legal dari menghindari klien agar tidak terjadi sengketa, atau setidaknya memitigasi sengketa yang terjadi dan memadamkan “kebakaran” yang terjadi.

MASALAH HUKUM LATEN, KEGAGALAN BELAJAR DARI PENGALAMAN

ARTIKEL HUKUM
Selalu saja berulang, sengketa perjanjian kredit dibawa ke ranah BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) meski Mahkamah Agung RI telah membuat pendirian yang konsisten, bahwa sengketa perjanjian hutang-piutang adalah ranah Pengadilan Negeri, bukan BPSK. Janganlah kita berasumsi bahwa seorang debitor juga adalah seorang konsumen, sebab asumsi demikian tidak laku dimata hukum.
Sama juga dengan selalu saja terjadi, para pengacara mewakili kliennya yang seorang mantan direktur, menggugat perseroan dengan alasan menuntut pesangon, seakan jabatan direksi maupun komisaris adalah “Pekerja” yang tunduk pada Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan.

MERAMPOK KREDITOR DENGAN MEMPAILITKAN DIRI SENDIRI

LEGAL OPINION
Question: Kalau sebagai kreditor, yang tentunya berkepentingan terhadap harta pailit yang dilikuidasi kurator untuk dibagikan kepada seluruh kreditor yang telah mendafarkan hak tagihnya, apa bisa mengajukan keberatan terhadap pembagian hasil pemberesan harta pailit yang dilakukan oleh kurator, semisal karena adanya kreditor tertentu yang piutangnya kelewat besar sekaligus tidak wajar?

20 April, 2018

DAKWAAN & VONIS PEMIDANAAN KUMULATIF / KOMBINASI

LEGAL OPINION
Question: Yang dimaksud dengan dakwaan kumulatif, itu seperti apa contohnya?

MODUS PERAMPOKAN SECARA LEGAL TERHADAP BOEDEL PAILIT

LEGAL OPINION
MEMPAILITKAN DEBITOR SAMA ARTINYA MERUGIKAN KREDITOR ITU SENDIRI DAN DISAAT BERSAMAAN MENGGEMUKKAN KURATOR
Question: Siapakah yang sebetulnya paling diuntungkan dengan jatuhnya debitor dalam keadaan pailit ataupun PKPU?

About Author & Founder hukum-hukum.com

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan pada tahun 2013, dengan spesialisasi konsultasi hukum dibidang preseden Hukum Pertanahan, Ketenagakerjaan, Lembaga Keuangan, Kepailitan, Perseroan & Korporasi, serta Perikatan Perdata, disamping Pidana. 

Berpengalaman sebagai Konsultan Hukum bagi klien dari Sabang hingga Merauke, perorangan maupun korporasi. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

SHIETRA & PARTNERS beralamat di : Jln. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, Mall Epicentrum Walk, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan 12940, Indonesia. Reservasi dan Info Tarif:
  1. Telepon: (+62-21) 568 2703.
  2. Fax: (+62-21) 560 2810.
  3. Whatsapp: 08888-9195-18.
SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF. Syarat & Ketentuan Layanan lihat pada: http://www.hukum-hukum.com/p/1.html

Aturan Utama: Pahami etika komunikasi seperti perkenalkan dahulu diri Anda, serta sadari akan profesi penulis yang mencari nafkah sebagai konsultan hukum