Belajar dari Falsafah Kura-Kura Vs. Kelinci
Biar Perlahan namun Pasti, Konsisten Beranjak Maju,
Tidak Mengalami Kemunduran, Akhirnya akan Tiba di Tujuan
Tidak masalah bila jalan dan kemajuan kita adalah lamban
daripada orang-orang di luar sana yang tampak serba sibuk, penuh kesibukan, dan
selalu “mobile” seolah tidak kenal lelah, tidak pernah libur, dan seakan
tidak butuh tidur. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Sibuk hilir-mudik, kesana dan
kemari, pulang-pergi dengan kecepatan dan akselerasi yang super tinggi. Namun,
beberapa saat kemudian, mental dan energi mereka terkuras dan letih.
Selanjutnya, mereka jatuh dalam konsumsi barang madat yang memabukkan dan
melemahkan kesasdaran. Terjadilah apa yang disebut sang Buddha sebagai
“kemunduran” atau “kemerosotan”. Karena, menurut Sang Buddha, zat madat seperti
bakaran tembakau, alkohol, obat-obatan terlarang dapat membuat si pecandu “kehilangan
sifat-sifat baik”. Sama seperti purnawirawan militer yang menjelma bertubuh
“buncit” selepasnya dari kemiliteran, disiplin mereka mengendur.