Mari kita bersama-sama membuat keajaiban dengan menabur benih karma baik. Ada akibat, karena didahului oleh adanya suatu sebab (Hukum Sebab-Akibat). Sudahkah kita menanam benih-benih kebajikan pada hari ini?

Keajaiban bersumber dari Perbuatan Bajik, dan Perbuatan Bajik adalah sumber keajaiban. [SANG BUDDHA]

Cara Menentukan Barang Bukti adalah Betul Hasil Pidana Pencucian Uang ataukah Milik Pribadi Terdakwa atau Pihak Ketiga

LEGAL OPINION
Question: Ada barang milik keluarga kami yang kebetulan dipinjam dan dipakai oleh seorang kenalan, yang kini dirinya terjerat masalah hukum, pidana. Jaksa yang menuntut minta agar hakim merampas barang milik kami itu untuk dijadikan milik negara, hanya karena semata tersangkut masalah hukum kenalan kami itu sehingga terkena sita oleh polisi saat ia ditangkap dan ditahan hingga kini. Bagaimana caranya agar barang kami tersebut dapat kembali ke tangan kami?
Brief Answer: Dalam tindak pidana umum, biasanya Majelis Hakim akan menyatakan barang bukti ... ke tangan pihak-pihak yang ... yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum di persidangan, bila memang pihak tersebut ... dengan tindak kejahatan yang terjadi. Tertib administrasi perkara pidana umum, relatif sederhana dan tidak kompleks. [Note SHIETRA & PARTNERS: Data selengkapnya hanya diperuntukkan bagi klien pembayar tarif konsultasi tanya-jawab maupun pengguna jasa yang berlangganan layanan database berbayar Konsultan Shietra. Hubungi Kami untuk membeli data lengkap pembahasan ini.]
Namun akan menjadi cukup dilematis, jika kita berbicara perihal tindak pidana ... seperti tindak pidana. Tentulah esensi paling utama dari “...” ialah ... dengan dana yang berasal dari perbuatan melawan hukum. Kiranya menjadi jelas, bahwa pihak-pihak yang mendaku / mengklaim sebagai pemilik objek barang sitaan pidana, ... begitu saja oleh Majelis Hakim tanpa didukung “bukti-bukti yang melampaui bukti otentik”. [Note SHIETRA & PARTNERS: Data selengkapnya hanya diperuntukkan bagi klien pembayar tarif konsultasi tanya-jawab maupun pengguna jasa yang berlangganan layanan database berbayar Konsultan Shietra. Hubungi Kami untuk membeli data lengkap pembahasan ini.]
PEMBAHASAN:
Untuk memudahkan pemahaman apa yang dimaksud dengan “bukti yang melampaui pembuktian otentik”, tepat kiranya SHIETRA & PARTNERS merujuk ilustrasi konkret lewat putusan Mahkamah Agung RI nomor ... K/PID.SUS/20... tanggal ..., perkara tindak pidana “pencucian uang”, yang diputus oleh Majelis Hakim Agung Artidjo Alkostar, Surya Jaya, dan Sri Murwahyuni, dimana sebetulnya pada tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi (judex factie) pihak Terdakwa telah cukup beruntung, karena meski divonis pidana penjara namun berhasil memperoleh kembali berbagai barang bukti sitaan hasil tindak pidana kejahatannya.
Meski demikian, tetap saja pihak Terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi, yang bagaikan bumerang, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan hukum yang sangat elaboratif karena kaya akan kaedah hukum penting bentukan praktik peradilan, sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa alasan-alasan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa sebagaimana terurai dalam butir keberatan pertama sampai dengan keberatan keempat tersebut tidak dapat dibenarkan, karena Judex Facti tidak salah menerapkan hukum dalam hal menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Namun damikian Pengadilan Tinggi telah ... dalam hal menetapkan barang bukti, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Bahwa Terdakwa telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana Nark0tika sebagai Tindak Pidana Asal / Pokok, dan telah dijatuhi pidana;
- Sebagai pelaku tidak pidana Nark0tika, Terdakwa telah mendapatkan / memperoleh uang hasil tindak pidana. ... hasil kejahatan tersebut kemudian dialihkan dan ... oleh Terdakwa dengan cara membeli beberapa ... atau kendaraan roda dua dan roda empat atas nama orang lain (keluarga);
- Bahwa untuk membuktikan benar Terdakwa melakukan ... dari hasil tindak pidana ... , maka akan dipertimbangkan sumber harta kekayaan Terdakwa dan beberapa keterangan saksi di persidangan yang menyatakan bahwa harta yang disita Penyidik bukan harta hasil tindak pidana yang dilakukan Terdakwa melainkan harta kekayaan milik pribadi para saksi sebagaimana dalam amar putusan;
- Bahwa ketentuan Pasal 77 Undang-Undang Nomor ... Tahun ... menegaskan bahwa untuk kepentingan pemeriksaan di sidang Pengadilan, Terdakwa membuktikan bahwa harta kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana;
- Bahwa fakta persidangan telah terungkap terdapat ... kekayaan milik Terdakwa yang ditemukan pada saat dilakukan penggeledahan sebagaimana dalam amar putusan dan terdapat pula sejumlah harta kekayaan (berupa ...) yang telah disita namun statusnya tidak dijadikan barang bukti;
- Bahwa Terdakwa di persidangan mengajukan beberapa orang saksi a de charge yaitu Sdr. TOMY, Sdr. ... , Sdr. ..., Sdr. ..., Sdr. ... untuk menjelaskan asal-usul harta kekayaan berupa perhiasan emas dengan mengajukan surat / nota pembelian;
- Bahwa bukti surat / nota pembelian yang dijaukan oleh para saksi a de charge tidak signifikan guna membuktikan bahwa benar barang perhiasaan tersebut adalah milik pada saksi a de charge, karena di dalam surat / nota pembelian tidak disebutkan / dicantumkan nama para saksi a de charge sebagai pihak yang membeli;
- Bahwa sesuai dengan karakteristik tindak pidana ... , umumnya para pelaku tindak pidana pencucian uang melakukan modus ... hasil kajahatan dengan cara menempatkan hasil tindak pidana di Bank dengan menggunakan ... , membeli harta kekayaan ... atau dengan cara mencampurkan harta hasil tindak pidana dengan harta kekayaan yang legal. Hal ini dilakukan untuk mengaburkan asal-usul hasil tindak pidana asal;
- Bahwa alat bukti surat / nota pembellan yang dijadikan dasar bukti kepemilikan para saksi a de charge kekuatan hukumnya lemah karena selain isi surat / nota pembelian tidak menyebut nama, terlebih lagi para saksi a de charge tidak jelas ... . Penghasilan para saksi a de charge ini ... agar dapat membandingkan apakah hartanya para saksi a de charge sesuai dengan sumber penghasilan yang dimiliki. Fakta ini tidak terungkap di persidangan sehingga harta perhiasan emas sebagaimana dimaksud merupakan hasil tindak pidana Nark0tika yang diperoleh Terdakwa yang ..., yaitu para saksi a de charge;
- Bahwa atas dasar pertimbangkan tersebut, ... yang dimaksud dan telah disita dapat dinyatakan dirampas untuk Negara;
- Sejalan dengan alasan pertimbangan tersebut, dan akan menjadi bagian dari alasan pertimbangan terhadap barang bukti angka ... maka terlepas alasan kasasi Terdakwa, Pengadilan Tinggi salah menerapkan hukum dalam hal menyatakan barang bukti sebagaimana dalam amar putusan Pengadilan Tinggi PT angka : ... dinyatakan dikembalikan kepada saksi ..., 3.3 dinyatakan dikembalikan kepada saksi .... Sedangkan barang bukti angka ...6 dinyatakan dikembalikan kepada saksi .... Demikian pula hal Pengadilan Tinggi salah menerapkan hukum dalam hal mengubah status barang bukti angka ... , semula dalam putusan Pengadilan Negeri dinyatakan dirampas untuk Negara, kemudian diubah oleh Pengadilan Tinggi dan dinyatakan dikembalikan kepada Sdr. ... (suami Terdakwa). Sedangkan status barang bukti angka ... semula dalam putusan Pengadilan Negeri dinyatakan dirampas untuk Negara, kemudian diubah oleh Pengadilan Tinggi dan dinyatakan dikembalikan kepada saksi ...;
- Bahwa Pengadilan Tinggi telah keliru dalam hal menentukan status barang bukti angka ... dikembalikan kepada orang-orang yang tertera namanya dalam amar putusan, serta mengubah status barang bukti semula dirampas untuk Negara kemudian diubah menjadi dikembalikan Sdr. ...  dan ..., karena tidak didasarkan pada fakta hukum yang terungkap di persidangan;
- Para saksi a de charge ... menerangkan bahwa barang miliknya yang dijadikan disita / sebagai barang bukti dengan dalih ... kepada / di rumah Terdakwa karena hendak ke ... dan .... Alasan para saksi a de charge tersebut tidak dapat dijadikan dasar memperkuat keyakinan, sebab ... apalagi tidak terdapat suatu keadaan khusus untuk hal itu;
- Sesuai ketentuan tentang kepemilikan barang bergerak bahwa siapa yang menguasai barang yang bergerak seperti mobil, perhiasan emas dan sebagainya dianggap sebagai pemilik barang. Kecuali dibuktikan sebaliknya. Saksi a de charge ... tidak dapat membuktikan tentang kepemilikan barang tersebut. Keterangan saksi yang menyatakan dirinya sebagai pemilik ... , tidak dapat dijadikan dasar tentang kepemilikan barang tersebut. terlebih lagi keterangan saksi a de charge menyatakan kepemilikan terhadap perhiasan ... tanpa adanya ...;
- Demikian halnya dengan keterangan saksi a de charge ... mengenai kepemilikan emas perhiasan tidak dapat dibenarkan karena... / alat bukti yang kuat;
- Pertimbangan tersebut di atas berlaku pula terhadap para saksi a de charge lainnya yang menyatakan diri sebagai pemilik barang yang telah disita oleh Penyidik, kecuali mereka dapat membuktikan kuat tentang ... barang-barang tersebut;
- Bahwa putusan Pengadilan Tinggi yang mengembalikan barang bukti angka ..., kepada Sdr. ... (suami Terdakwa) sama seklai tidak didasarkan pada alasan pertimbangan yang tepat dan benar. Pengadilan Tinggi mempertimbangkan ... kepemilikan dan tempus delik, apakah barang tersebut merupakan ... dari tindak pidana Nark0tika ataukah bukan. Berdasarkan fakta sidang Sdr. ... adalah selaku Terdakwa dalam perkara tindak pidana asal, bersama dengan Terdakwa ..., Sdr. ... dalam pemeriksaan perkara a quo tidak dapat membuktikan bahwa harta tersebut bukan ... dari Tindak Pidana Asal. Pengadilan Tinggi tidak mempertimbangkan fakta bahwa Sdr. Donny merupakan bagian dari tindak pidana asal bersama dengan Sdr. ... (isteri). Fakta ini menunjukkan harta milik Sdr. ... atau Terdakwa merupakan hasil tindak pidana asal, kecuali dibuktikan sebaliknya, bahwa harta tersebut adalah ... secara sahih atau sah, bukan hasil tindak pidana. Fakta peridangan penghasilan Terdakwa dan para saksi a de charge tersebut tidak sesuai dengan ... yang dimiliki, Terdakwa hanya punya 2 kendaraan mobil truk dan tiap mobil truk per bulannya hanya mendapatkan keuntungan Rp ...000.000,00 sehingga penghasilan Terdakwa per bulannya sebesar Rp ....000.000,00 sedangkan pengeluaran Terdakwa sebulannya sebesar Rp ....000.000 sehingga netto penghasilan Terdakwa per bulan hanya sebesar Rp ....000.000;-. Sedangkan ... harta kekayaan Terdakwa jauh lebih besar dari penghasilannya, dan terbukti Terdakwa mempunyai pekerjaan utama adalah melakukan peredaran atau perdagangan gelap Nark0tika, keuntungannya sangat besar berpuluh kali lipat dari bisnis pada umumnya;
- Bahwa Terdakwa dalam mengamankan hasil tindak pidananya menggunakan nama orang lain, misalnya rekening di Bank menggunakan nama orang lain maupun terhadap asset milik Terdakwa dengan Sdr. ... (suami). Tujuannya untuk menghilangkan ... atau ... tindak pidana asal;
- Bahwa orang yang dekat / keluarga atau pihak terkait dalam jaringan mempunyai ... transaksi yang mencurigakan dan mempunyai profil harta kekayaan yang tidak seimbang dengan ... Terdakwa maupun orang dekat / keluarga serta anggota jaringannya;
- Bahwa alasan Terdakwa dan saksi a de charge bahwa harta yang disita / barang bukti ... dari ... atau ... yang ... tidak terbukti seluruhnya diperoleh secara sah, sebab profil harta ... dengan ... , dan dari segi tempus delik dengan tempus perolehan harta Terdakwa dan para saksi a de charge tidak dibuktikan di persidangan. Padahal sangat urgen guna mengetahui ... harta dan ... perolehan harta tersebut;
- Bahwa mengenai pengembalian barang bukti sebagaimana yang dipertimbangkan oleh Pengadilan Tinggi harus diperbaiki karena alasan Pengadilan Tinggi yang menyatakan bahwa Terdakwa menjalankan bisnis nark0ba sejak tahun 20... adalah tidak benar. Alasan bahwa ketika petugas dari Kepolisian melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti di rumah Terdakwa, atas pertanyaan petugas, Terdakwa menerangkan bahwa Terdakwa melakukan / menjalankan bisnis nark0ba sehelum tahun 20... maka putusan Pengadilan Tinggi yang menyangkut status barang bukti harus diperbaiki sebagaimana yang dimintakan oleh Jaksa / Penuntut Umum dalam tuntutannya;
“Menimbang, bahwa dengan demikian putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin Nomor .... tanggal ... yang memperbaiki putusan Pengadilan Negeri ... Nomor .... tanggal ... harus diperbaiki sekedar mengenai barang bukti tersebut;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata, putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Jaksa / Penuntut Umum ditolak dengan perbaikan sekedar mengenai barang bukti tersebut;
“Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa ditolak dengan perbaikan sekedar mengenai barang bukti, maka Pemohon Kasasi / Terdakwa harus dibebani untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi ini;
M E N G A D I L I :
“Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa : ... tersebut;
“Memperbaiki amar putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin Nomor ... tanggal ... yang memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor .... tanggal ... sekedar mengenai ... yang ditetapkan sehingga berbunyi sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa... secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘...’;
2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama ... tahun ... bulan dan pidana denda sebesar Rp ....000.000.000,00 (... miliar rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka kepada Terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana penjara selama 3 (tiga) bulan;
3. Menetapkan barang bukti berupa:
1. Mobil ...;
2. 1 buah BPKB Mobil atas nama ...;
3. Mobil ...;
4. Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan bangunan di ...;
5. Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan rumah di atasnya yang terletak ...;
6. 3 buah IMB Nomor ... , IMB Nomor ... , IMB Nomor ...;
Dirampas untuk Negara;
27. 1 buah BPKB ... Nomor Polisi ... a.n. Donny;
28. 1 buah BPKB sepeda motor ... Nomor Polisi ... atas nama ...;
29. 1 buah BPKB sepeda motor ... Nomor Polisi ... atas nama ... SUTOPO;
30. 1 buah BPKB sepeda motor Nomor Polisi ... a.n. ...;
31. 1 buah BPKB Motor ... ... a.n. ...;
32. 2 buah lap top merk ...;
33. 1 buah BPKB Mobil ... a.n. VANESSA;
34. 1 buah BPKB motor ... Nomor Polisi ... a.n. ...;
Dirampas untuk Negara;
38. 1 buah dompet warna hitam berisi uang tunai Rp ....000.000,00;
Dirampas untuk Negara;
43. 2 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan bangunan di ...  a.n. ... beserta Akta Jual Beli Nomor ...;
44. 2 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah di ... a.n. ... beserta Akta Jual Beli Nomor ...;
45. 2 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah di ... a.n. ... beserta salinan Akta Jual Beli Nomor ...;
46. 2 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan bangunan di ... a.n. ... beserta foto copy Akta Jual Beli Nomor ...;
47. 1 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan bangunan di ... atas nama ...;
48. 1 buah Sertifikat Hak Milik Nomor ... atas sebidang tanah dan bangunan di ... atas nama ...;
49. 1 buah Salinan Akta Jual Beli Nomor ...;
Dirampas untuk Negara;
50. 1 buah Buku Jual Beli Tanah Cicilan / Kontan;
Dilampirkan dalam berkas perkara;
51. ... buah kalung warna kuning emas berbagai ukuran dan bentuk;
52. ... buah gelang warna kuning berbagai ukuran dan bentuk;
53. ... set gelang keroncong isi ... buah;
54. ... buah cincin warna kuning emas;
55. ... buah kalung warna putih berbagai ukuran;
56. ... buah liontin berbagai bentuk dan model;
57. ... buah gelang warna putih gelang keroncong isi 6 buah;
58. .. buah liontin warna putih;
59. ... pasang ... pasang anting warna putih dan ... pasang anting warna kuning;
65. 1 unit mobil truck merk ... Nomor Polisi ... a.n. ... serta STNK;
Dirampas untuk Negara;
66. 1 unit mobil ... Nomor Polisi ...;
Diserahkan kepada ... Finance agar dilelang untuk menutupi / melunasi pinjaman Terdakwa dan bila ada sisa dirampas untuk Negara;
68. 1 buah lap top merk ...;
69. 1 unit mobil ... Nomor Polisi ...;
70. 1 unit motor ... Nomor Polisi ...;
75. Uang sebesar Rp ...00.000,00;
Dirampas untuk Negara.” [Note SHIETRA & PARTNERS: Data selengkapnya hanya diperuntukkan bagi klien pembayar tarif konsultasi tanya-jawab maupun pengguna jasa yang berlangganan layanan database berbayar Konsultan Shietra. Hubungi Kami untuk membeli data lengkap pembahasan ini.]
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Apa jadinya bila tenaga medis akhirnya “angkat tangan menyerah”, kehabisan tenaga, “lempar handuk” sembari berkata : “Silahkan Anda ‘cuci piring’ Anda sendiri! Anda enak-enakan hidup arogan, bersikap ‘masak bodoh’, lalu kami yang harus mencuri piring kotor Anda? Silahkan Anda bersihkan diri Anda sendiri, dokter bukan babysitter Anda. Dunia ini sudah cukup banyak penyakit dan pasien, Anda pikir selama ini kami kurang kerjaan? Anda sendiri yang kurang kerjaan, merasa hebat sehingga menantang penyakit dan bermain dengan maut.

Pertanyaan Introspektif BAGI YANG MEREMEHKAN ANCAMAN WABAH COVID-19:

Redaksi dengan simpatik mewakili para almarhum korban jiwa COVID-19, yang tidak lagi dapat bersuara memberikan testimoni, izinkan kami untuk mewakili pendapat para korban jiwa COVID-19, apakah para warga yang meremehkan ancaman wabah menular COVID-19, seakan hendak berkata seolah para korban jiwa COVID-19 selama ini KURANG CUKUP BERIMAN, KURANG CUKUP BERIBADAH, dan KURANG CUKUP MENDEKATKAN DIRI PADA TUHAN? Apakah dengan dekat pada Tuhan, maka tiada lagi gunung meletus atau gempa bumi di dunia ini? Sekalipun Anda 100% yakin pada Tuhan, cobalah untuk menyentuh api, mengapa tetap sakit dan melukai?

Bagi masyarakat yang menyombongkan kesehatan mereka dikala wabah merebak, tanyakan ini : “Anda masih bekerja dan keluar rumah saat wabah?”

“Tentu, kerja untuk mencari nafkah. Saya tetap sehat meski berjumpa banyak orang, serta tanpa mengenakan masker. Tidak pernah saya jatuh sakit.”

“Untuk apa nafkah itu?”

“Untuk membeli makanan.”

“Jika tidak makan, apa yang akan terjadi?”

“Perut saya bisa sakit karena lapar dan hidup bisa mati karena kelaparan, atau menderita karena rasa bosan dan mati bosan bila hanya di dalam rumah.”

“Berarti Anda BELUM PUNYA IMAN dan TIDAK BENAR-BENAR KEBAL SAKIT, karena Anda masih bisa menderita karena sakit lapar dan bahkan tewas kelaparan, atau bahkan menderita karena merasa bosan dan mati bosan. Lantas, apa yang membuat Anda berasumsi kebal terhadap virus mematikan?”

Sic utere tuo ut alienum non laedas. “Gunakan tubuh dan mulut kita, tetapi jangan sampai merugikan orang lain.” (“Use our own body in such a manner as not to injure that of another”)

Sebelum melontarkan komentar yang SPEKULATIF, hendaknya memperhatikan perasaan para korban jiwa yang bertumbangan akibat rantai penularan yang tidak terputus berkat “jasa-jasa” para warga masyarakat yang meremehkan wabah menular (menjadi carrier). Apakah data belum menunjukkan cukup banyak korban jiwa akibat COVID-19?

Anda mungkin “kebal” (atau “bebal”), namun bagaimana dengan keluarga Anda? Kesadaran dan mawas diri, adalah bentuk kepedulian bagi sesama. Semua orang memang pasti akan “mati”, namun itu sama artinya tidak menghargai nyawa sendiri dan tidak menghormati hak atas hidup orang lain. Bila Anda tidak sayang nyawa Anda, maka silahkan menantang COVID-19, namun jangan menularkan wabah kepada orang lain yang masih ingin hidup dan berhak untuk hidup.

Berdamai dengan Virus MEMATIKAN (mesin pembunuh pencabut nyawa)? Seolah COVID-19 belum cukup berbahaya. Berdamai, hanya mungkin terjadi ketika kedua belah pihak saling sepakat berdamai. Sejak kapan, sang Virus MEMATIKAN hendak berdamai dengan manusia? Sang virus TIDAK PERNAH KENAL KOMPROMI bahkan terhadap anak-anak dan lansia. Pemimpin yang baik, tidak MEMBODOHI rakyatnya sendiri. Jika kita mampu berdamai dengan Virus, sudah sejak lama rumah sakit kita sepi pasien. Mencari-cari penyakit, dengan taruhan nyawa sendiri dan nyawa orang lain yang tertular oleh yang merasa “kebal”. COVID-19 adalah real, nyata, mematikan, bukan sebuah mitos.

1 orang meninggal, adalah tragedi. Jangan katakan 1.000 orang tewas, adalah statistik. Berkat para “peremeh” demikian, rantai penularan wabah tidak kunjung usai di Republik ini, mungkin tidak lama lagi anak Anda atau keluarga Anda menjadi sasaran korban selanjutnya. Menunggu itu untuk benar-benar terjadi, sekalipun “menyesal selalu datang terlambat”? Satu orang kepala keluarga pencari nafkah menjadi korban jiwa COVID-19, artinya satu keluarga almarhum turut menjadi korban.

Pesan sosial “tidak populis” ini dipersembahkan oleh SHETRA & PARTNERS, sebagai bentuk belasungkawa sedalam-dalamnya bagi para korban jiwa wabah COVID-19, serta apresiasi atas kerja keras para tenaga medis, dimana kontribusi penularannya sedikit-banyak diakibatkan warga masyarakat yang meremehkan pandemik menular mematikan serta merasa “kebal” berkat pelindung “iman” (asumsi spekulatif).

FAKTA SELALU PAHIT, tidaklah perlu kita membohongi diri ataupun warga masyarakat dengan iming-iming “aman dengan cara meremehkan”, “perisai iman”, “menutup mata artinya tiada ancaman di depan mata”, “virus yang tidak berbahaya karena banyak yang sembuh”, ataupun “kesombongan diri yang masih sehat dikala wabah”. Cepat atau lambat, setiap orang pasti akan menua, sakit, dan mati. Kesombongan atas kesehatan Anda yang “masih sehat” dikala wabah merebak, pasti akan “jatuh sakit dan meninggal” pada akhirnya, dimana kesombongan Anda tidak akan kekal. Namun tidak dapat dibenarkan ketika diri Anda menjadi “agen penular” bagi orang-orang lain yang terancam tertular Virus Mematikan. Orang bijaksana tidak mencari-cari / menantang maut serta membawa resiko bagi orang lain akibat penyakit menular dari “orang (terinfeksi) tanpa gejala” (silent transmission).

Kesombongan dengan meremehkan ancaman wabah penyakit, merupakan bentuk KETIDAKPEDULIAN terhadap sesama, dengan membawa ancaman bagi sesama (carrier). Bila dari air yang kita minum dapat terinfeksi bakteri sehingga menderita diare, terlebih serangan virus menular yang telah terbukti MEMATIKAN.

Berbuat baik artinya, tidak menyakiti diri sendiri dan juga tidak merugikan orang lain.” [Sang Buddha]

[Iklan Resmi Terverifikasi] Butuh Jasa Pencarian Produk MADE IN THAILAND dan Impor ke Indonesia?

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia

[VIDEO] Uang adalah Sumber Kejahatan? Kekurangan Uang Justru Rentan menjadi Korban Kejahatan