Mari kita bersama-sama membuat keajaiban dengan menabur benih karma baik. Ada akibat, karena didahului oleh adanya suatu sebab (Hukum Sebab-Akibat). Sudahkah kita menanam benih-benih kebajikan pada hari ini?

Keajaiban bersumber dari Perbuatan Bajik, dan Perbuatan Bajik adalah sumber keajaiban. [SANG BUDDHA]

PENGACARA PENGEMIS, Afri Dhoni / Afry Dhony

ARTIKEL HUKUM
Sudah demikian jelas peringatan dalam website profesi kami ini maupun dalam invoice pemesanan eBook, tercantum secara eksplisit dengan keterangan peringatan tegas bahwa : “Hanya klien pembayar tarif jasa konsultasi yang berhak menceritakan ataupun bertanya tentang isu hukum. Selain klien pembayar tarif, masalah hukum Anda bukanlah urusan kami.” Adalah dusta yang terbilang “konyol” bagi yang mengklaim tidak pernah membaca peringatan demikian dalam website ini.
Kami bukanlah babysitter siapapun, sehingga bagi pihak-pihak yang memperlakukan kami seolah kami “kurang kerjaan” mengurusi sampah dan “popok jorok” milik mereka, adalah sebentuk pelecehan terhadap profesi kami yang sedang mencari nafkah secara legal—bukan untuk “diperkosa” dan “dirampok” nasi dari piring profesi kami atas keringat dan jirih-payah kami bekerja dan berprofesi menjual jasa layanan hukum spesifik tanya-jawab (konseling hukum).
Mungkinkah Anda bisa mendapat nomor kontak kami tanpa membaca peringatan tegas demikian pada sekujur struktur website ini mulai dari header, batang tubuh, hingga footer website ini? Tanpa membaca peringatan itu sekalipun, seorang anak kecil sekalipun tahu bahwa website ini adalah website komersiel seorang profesi Konsultan yang secara mencari nafkah dari menjual jasa tanya-jawab.
Filter kedua, yang memang telah kami rancang sedemikian rupa untuk melindungi diri kami dari para “predator” yang gemar “memerkosa” profesi orang lain, mungkinkah Anda bisa mendapatkan nomor kontak kerja profesi kami tanpa membaca serangkaian peringatan yang lebih tegas dan lebih keras lagi? Berani melanggar peringatan yang berlaku sebagai “autonomic legislation” profesi kami (term and condition), sama artinya SENGAJA menantang dan melecehkan profesi kami.
Namun, seorang pengacara “gembel” dengan identitas ID (+62) 082195858882, bernama Afry Dhony [panglimapagaruyung81@gmail.com] yang berlatar-belakang gelar “Sarjana Tukang Langgar” (alias “Sarjana Yang Patut DiHukum”), telah menyalah-gunakan nomor kontak kerja profesi kami, bahkan dengan lancang berani mencoba menelepon Konsultan Shietra tanpa izin (dia pikir siapa dirinya? Hanya seorang Tukang Langgar), untuk kepentingan profesi pribadinya menggugat ACC Finance, dengan dalil hendak mendirikan LBH—apa pula kaitan atau hubungannya antara hendak menggugat sebuah lembaga pembiayaan dan mendirikan LBH? Bila dirinya cukup “makan batu”, mengapa juga memperlakukan kami seolah akan senang diberi “makan batu”? Cukup dirinya sendiri saja yang “makan batu” dan memberi “makan batu” bagi keluarganya.
Sang pengacara “gembel” Afry Dhony menceritakan secara panjang-lebar lewat pesan teks yang tidak pernah kami minta, tidak kami izinkan, dan bukan urusan kami, bahwa dirinya mendapat surat kuasa untuk menggugat, hendak menggugat ACC Finance, dan dirinya memiliki dokumen di pengadilan terkait gugatan. Apa hubungannya dan apa urusannya dengan kami? Dirinya hendak menggugat setan atau menggugat bebek yang berkotek sekalipun, bukanlah urusan kami.
Mengapa juga dirinya menyalah-gunakan nomor kontak kerja profesi kami dan membuang-buang waktu kerja produktif kami untuk apa yang bukan urusan kami dan sampah-sampah miliknya tersebut, bahkan dengan secara sengaja melanggar peringatan yang tegas melarang perilaku demikian yang sudah demikian jelas dalam website ini? Antara Sarjana (patuh) Hukum dan Sarjana (tukang langgar) Hukum, jelas keduanya tidaklah sama.
Namun alih-alih mengakui kesalahan dan meminta maaf setelah kami tegur secara keras, dirinya membuat berbagai kesalahan demi kesalahan baru, bagai berbohong yang menjelma rangkaian kebohongan dan rangkaian kelit-berkelit, dusta satu ditutup oleh dusta lain sekalipun faktanya sudah demikian terang dan jelas di depan mata.
Berikut transkrip perbincangan “panas membara” antara kami dan sang pengacara “gembel” Afry Dhony yang merasa seolah dirinya “kebal hukum” dan “kebal sanksi”, dampak atau efek samping dari perilaku pengacara yang “telah putus urat malunya”:
Konsultan Shietra : “Anda telah melanggar peringatan dalam invoice maupun website (mustahil Anda bisa mendapat nomor kontak kerja kami tanpa membaca perihal peringatan di website, disertai ANCAMAN SANKSINYA), serta menyalah-gunakan nomor kontar kerja Konsultan Shietra. Ada pelanggaran, maka ada sanksi. Anda sendiri yang sengaja melanggar, maka itu sama artinya ‘you asked for it’. Dengan ini, sanksi diberlakukan.”
Afry Dhony : “Saya bertanya ada atau tidak ebook utk dasar pendirian kantor hukum. Kenapa anda menuduh saya modus penipu tingkat tinggi, jangan keterlaluan anda, memang apa saudara yang sudah saya tipu?” Apa hubungannya, antara bertanya ada atau tidaknya ebook untuk pendirian kantor hukum, dengan cerita panjang-lebar tanpa kami diizinkan secara menyalah-gunakan nomor kontak kerja kami perihal mendapat surat kuasa menggugat, hendak menggugat ACC Finance, bahkan hingga pernyataan dirinya memiliki dokumen pengadilan terkait gugatan? Apa hubungannya? Itulah yang disebut dengan “MODUS”.
Konsultan Shietra : “Lalu apa maksud anda berkata SAYA ADA DOKUMEN TERKAIT GUAGTAN ACC FINANCE DI PENGADILAN? Apa maksud kata2 anda itu? Apa urusannya dengan saya? Belum cukup jelas peringatan di web dan invoice? Sudah salah, memakai tipu muslihat, berkilah pula! 3 kali anda bersalah itu artinya. Saya tunggu cara anda berkilah ketika berkata ‘Saya punya dokumen pengadilan itu’. Apa urusannya dnegan saya? Apa maksud perkataan anda itu, dan anda bisa dapat nomor kontak saya darimana dan mau pakai dalih tidak membaca peringatan di web serta tidak tahu bahwa saya mencari nafkah dari jual jasa tanya jawab?
Afry Dhony : “...” (Tidak menjawab, mungkin sedang memikirkan dalil dusta berikutnya untuk berkilah, khas pengacara)
Konsultan Shietra : “Saya maknai kata2 anda yang penuh berkilah dan tipu muslihat tersebut sebagai MENANTANG saya. Anda ingin bilang saya bodoh dan buta huruf? Baik, kini saya sambut TANTANGAN anda. Anda yang memulainya, anggap ini sebagai deklarasi saya siap perang hukum melawan anda. Bercerita panjang lebar sering diminta ini itu hendak gugat acc finance, Apa urusannya dengan saya? Belum cukup jelas ini peringatan dalam invoice? ‘Invoice ini adalah untuk pembelian ebook, bukan untuk layanan sesi tanya-jawab seputar hukum, konsultasi, ataupun sejenisnya. Menyalahgunakan alamat email ini untuk peruntukan lain diluar pemesanan eBook, akan kami kategorikan sebagai pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan ini. Hanya klien pembayar tarif jasa konsultasi yang berhak menceritakan ataupun bertanya tentang isu hukum.’ Sanksi telah saya terapkan, anda sendiri yang memintanya.”
Afry Dhony : “Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan anda, yang saya tanyakan ebook yang menjelaskan pendirian kantor bantuan hukum bagi mahasiswa hukum dan paralegal, bukan sepicik pemikiran anda yang menuduh saya Penipu tingkat tinggi, ilmu tinggi tanpa moral dan etika Mulya hanya seperti kesombongan iblis yang diperintah kan sujud kepada Adam tapi dia merasa lebih pintar dengan berbagai dalil membantah perintah Tuhan, Azab dan Kutukan selamanya dia dapatkan dengan kesombongan ilmu yang dia miliki, kekekalan sebagai penghuni Neraka sudah diputuskan. Sekian dan trmksh atas amalan ilmu anda dan tuduhan Anda.” Jika bukan urusan kami, lantas untuk apa juga mengganggu kami, menyalah-gunakan nomor kontak kerja kami, bahkan melanggar peringatan dalam website dan invoice? Dapat kita lihat sendiri itikad buruk dibalik kata-kata sang pengacara “gembel” dalam “bersilat lidah”. Ternyata dirinya hanya seorang paralegal, mengapa bisa menerima surat kuasa untuk bersidang, alias dirinya mengaku telah menyaru sebagai pengacara dan bersidang secara ilegal? Paralegal ingin mendirikan LBH? Sejak kapan Undang-Undang Advokat direduksi oleh keberadaan seorang paralegal? Paralegal selamanya hanya berstatus sebagai asisten dari pengacara, bukan substitusi dari advokat.
Konsultan Shietra : “Mens rea anda sudah jelas, dari actus reus anda. Yang hidup dari tipu muslihat, akan mati karena tipu muslihatnya sendiri. Sudah salah, berkelit, menuduh pula, 3 kali buat kesalahan itu namanya. Melanggar peringatan, menyalahgunakan, dan memperkosa. Total 6 buah kesalahan. Lihat saja siapa yang akan dapat KARMA BURUKNYA. Ucapan anda tidak lagi bagi hakim dan eksekutor HUKUM KARMA, karena anda tidak bisa bohongi fakta bahwa Anda TELAH MELANGGAR. Lalu apa maksud anda menyebut2 soal ’Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Sudah saya tantang anda sebutkan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit. Maling teriak maling, rupanya itu watak karakter anda. Maling hendak menolong sesama maling gugata ACC? Anda suka debat dan merasa hebat kan? Ayo, saya tantang anda, akan saya buat anda terjerat oleh kata2 anda sendiri. Mari kita mulai, saya tunggu jawaban anda dengan berkilah lagi, berkilah lagi, dan berkilah lagi. Ingin saya lihat sejauh apa kemampuan debat anda yang merasa terampil bersilat lidah itu.”
Afry Dhony : “Moral dan etika makhluk seperti apa yang anda pakai, karena saya terinspirasi dengan logika hukum serta cara anda untuk mengajak berpikir kembali tentang ilmu hukum dengan menggunakan AKAL SEHAT, AKAL diberikan karena memang itu pembeda Dan menjadikan manusia sebagai makhluk mulia /Khalifah di bumi ini, dan Nurani SEHAT sebagai manusia, Maka itu saya ingin bertanya apakah ada e-book yang menjelaskan tentang yang saya maksud tadi,dan saya ingin membeli e-book tsb, BUKAN INGIN MENIPU SEPERTI YANG ANDA TUDUHKAN.” Rupanya sang pengacara “gembel” Afri Dhoni adalah “orang sakit dengan AKAL SAKIT miliknya”. Ditanya apa, jawabnya apa, ciri khas orang sakit dengan akal yang tidak kalah sakitnya.
Konsultan Shietra : “Jika dihitung2 anda sudah banyak sekali berkilah. Akan sangat memalukan bila anda terus berkilah, berkilah, dan berkilah. Anda BELUM MENJAWAB. Lalu apa maksud anda menyebut sebut soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Sudah saya tantang anda sebutkan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit. Maling teriak maling, rupanya itu watak karakter anda. Maling hendak menolong sesama maling gugata ACC? Itu yang anda sebut AKAL SEHAT? Orang berakal sehat tidak berkelit. Akan saya maknai anda sebagai PEMBUAL DAN PENGECUT, bila anda tidak berani menjelaskan kata2 Anda Lalu apa maksud anda menyebut2 soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Sudah berulang kali saya tantang anda sebutkan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit.”
Afry Dhony : “...” (Tidak menjawab, sedang “loading” memikirkan siasat kelit-berkelit khas pengacara. Padahal, apa susahnya langsung menjawab pertanyaan yang telah berulang kali kami tegaskan di atas?)
Konsultan Shietra : “Anda yang menantang saya untuk berperang. apa maksud anda menyebut2 soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Sampai kapanpun akan saya tantang anda untuk sebutkan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit. Tadi anda mengutuk saya dengan menyebut2 istilah azab. Maaf saja, saya lebih percaya HUKUM KARMA. Sekarang saya kutuk anda balik, PROFESI ANDA YANG KELAK AKAN DIPERKOSA, DAN SEMOGA KELUARGA ANDA MATI MAKAN BATU, BENAR2 MENJADI PENGEMIS TANPA RUMAH DAN TANPA PEKERJAAN. Jangan buang2 waktu saya untuk berkelit, Jika anda tidak mau menjelaskan maksud anda menyebut2 soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’?? Jika anda tidak sebutkan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit. MAKA EMAIL ANDA SEKETIKA AKAN SAYA MASUKKAN KE SPAM, SERTA SANKSI TETAP AKAN DIBERLAKUKAN TANPA SAYA LEPASKAN.”
Afry Dhony : “...” (Masih tidak mau menjawab, otak piciknya masih “loading” memikirkan siasat kelit-berkelit khas pengacara)
Konsultan Shietra : “Satu hal yang harus ANDA CAMKAN, ORANG BAIK BUKANLAH ‘MANGSA EMPUK’. Hanya PENGECUT YANG MENJADIKAN ORANG BAIK SEBAGAI MANGSA EMPUK! Kedua, ORANG BAIK TIDAK IDENTIK DENGAN ORANG BODOH YANG AKAN DIAM SAJA KETIKA DISAKITI. Orang tua dan agama anda tidak mengajarkan itu? Terpaksa saya yang harus buang banyak waktu produktif saya ini untuk mendidik perilaku anda yang TIDAK BERMORAL! Anda itu orang dewasa, namun mengapa sikap anda justru lebih menyerupai hewan yang TIDAK PUNYA MALU?
Afry Dhony : “Maksud Dokumen itu bahwa saya bahwa saya selama ini aktif dalam Ormas/LSM dan belum ada izin beracara karena blm ada BAZ & KTA pengacara, tapi saya menggunakan hak gugat LPKSM Dan hakim pun memberi saya izin sebagai prinsipal kuasa hukum Konsumen, dan izin beracara dalam perkara PMH dan Wanprestasi melawan pihak leasing ACC finance dikabulkan oleh hakim PN Padang, yang saya tanya karena banyak masyarakat yang meminta pendampingan hukum non litigasi saya ingin membuka kantor LBH Dan apakah anda punya ebook itu ? Tujuan saya ingin membeli e-book anda bukan ingin menipu Anda, memang apa yang sudah saya tipu dari anda?” APA URUSANNYA DENGAN KAMI BERCERITA PANJANG-LEBAR SAMPAH MILIKNYA YANG HANYA MEMBUANG-BUANG WAKTU KERJA KAMI, DIMANA KAMI TIDAK PERNAH MENGINZINKAN DAN WEBSITE INI TELAH DEMIKIAN TEGAS MELARANG PENYALAH-GUNAAN NOMOR KONTAK KERJA KAMI YANG SEDANG MENCARI NAFKAH!
Konsultan Shietra : “PERINGATAN INVOICE DAN WEB INI BELUM CUKUP JELAS? APA URUSANNYA DENGAN SAYA? APA URUSANNYA DENGAN SAYA? Terus saja anda melanggar dan bercerita panjang lebar sampah milik anda yang TIDAK ADA URUSANNYA DENGAN SAYA. ANDA TELAH MELANGGAR DAN MENYALAHGUNAKAN NOMOR KONTAK KERJA PROFESI ORANG LAIN! ITU FAKTANYA!
Afry Dhony : “...” (Tidak mau menjawab, sedang berupaya keras memikirkan siasat kilah-berkilah, jika perlu trik curang “putar balik fakta” khas pengacara, tanpa mau menyadari dirinya telah menemui jalan buntu akibat termakan siasatnya sendiri yang menjelma bumerang mematikan.)
Konsultan Shietra : “Terus saja cerita, anda ditampar oleh hakim, diludahi oleh ACC, APA URUSANNYA DENGAN SAYA? BELUM CUKUP JELAS ITU PERINGATAN DI WEBSITE DAN INVOICE? PERLU SAYA KUTIP LAGI PERINGATAN DI WEB DAN INVOICE? ANDA ITU BUTA ATAU MEMANG TIDAK PUNYA MALU TUKANG LANGGAR????? KERJAAN ANDA ITU HANYA BERKELIT, BERKELIT, BERKELIT, ANDA MAU BILANG SAYA ITU BODOH? ANDA YANG BODOH! Besok anda datangi saja kantor hukum hotman paris, minta kartu namanya dari resepsionis, lalu salahgunakan nomor kontak pak hotman. Mau lihat saya apa tanggapan beliau. Semakin lama semakin anda bersikap memuakkan, TIDAK PUNYA INTEGRITAS!
Afry Dhony : “Hanya PENGECUT YANG MENJADIKAN ORANG BAIK SEBAGAI MANGSA EMPUK! Kedua, ORANG BAIK TIDAK IDENTIK DENGAN ORANG BODOH YANG AKAN DIAM SAJA KETIKA DISAKITI. Hanya Pengecut...... Argumen anda nyata mencerminkan nilai diri anda, dan orang baik tidak identik dengan orang ..... Seperti kata kata yang anda tuduhkan PENIPU, MALING dan sumpah serapah anda. Baik kita buktikan karma yang akan diterima, anda juga harus camkan kalau Rambutan yang ditanam tidak akan pernah jadi Durian.” Rupanya begitulah cara Afri Dhoni selama ini dididik dan dibesarkan, menjadi terampil dalam kehebatan putar balik fakta. Buddhisme tidak pernah mengajarkan menipu berbuah surga”, apa juga yang membuat dirinya berpikir menipu bisa berbuah surga? Kini sang pengacara “gembel” telah benar-benar masuk dalam perangkap yang dibuatnya sendiri.
Konsultan Shietra : “Baik, saya tunggu. KITA LIHAT SIAPA YANG PADA GILIRANNYA MENJADI PENGEMIS TANPA RUMAH DAN TANPA PEKERJAAN.”
Afry Dhony : “Amin...Amin... Amin....Yra” Tuhan akan mendengarkan dan menjadi pengadilnya, sebagaimana uraian di bawah ini.
Konsultan Shietra : “Si PENGECUT tidak berani menjelaskan apa maksud anda menyebut2 soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Si PENGECUT tidak berani menjelaskan APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit.”
Afry Dhony : “...” (Tidak berani menjawab, rupanya sudah habis akal-bulusnya pengacara “gembel” satu ini.)
Konsultan Shietra : “Oke, kita lihat saja, PENGECUT yang tidak berani menjelaskan maksud anda menyebut2 soal ‘Memang Dokumen itu bukan urusan anda, dan tidak akan pernah jadi urusan Anda’? Biar raja neraka yang kembali bertanya pada SI PENGECUT, APA MAKSUD ANDA BILANG DOKUMEN ITU ADA PADA ANDA, SEKALIPUN ANDA TAHU ITU BUKAN URUSAN SAYA?, namun hanya berkelit, berkelit, dan berkelit. Seperti si pengecut katakan, durian tumbuhnya durian, MEMPERKOSA KELAK AKAN DIPERKOSA. ANDA SUDAH JADI GEMBEL SAAT KINI JUGA, DENGAN MENGEMIS2 TANYA INI ITU, BAHKAN SEPERTI GEMBEL YANG LEBIH HINA DARIPADA PENGEMIS. PENGEMIS SAJA TIDAK MENCARI MAKAN DENGAN MERAMPOK NASI DARI PIRING ORANG LAIN. Terimakasih atas pengakuan anda, bahwa anda mengaku sebagai seorang PENGEMIS. Teruslah mengemis sepanjang hidup anda, belum berbuah karma, ANDA TOH SUDAH JADI PENGEMIS KETIKA SALAHGUNAKAN NOMOR KONTAK SAYA.”
Afry Dhony : “...” (Tidak ada tanggapan, sudah TAMAT rupanya sang pengacara “gembel”. Hanya seperti itu saja?)
Konsultan Shietra : “afri dhoni, si gembel pengemis. Mau mengemis kemana lagi setelah ini, gembel afri dhoni? Padahal karma belum berbauh, sudah jadi gembel menggembel kesana kemari pakai nipu2 pula. afri dhoni, sarjana GEMBEL, mengemis kesana kemari, saking miskisnya, sampai2 menggunakan tipu muslihat untuk memperkosa profesi orang lain. afri dhoni LEBIH HINA DARIPADA PENGEMIS, pengemis saja tidak cari makan dengan cara rampok nasi dari piring profesi orang lain. Buat apa tunggu nanti, TERBUKTI SEJAK AWAL AFRI DHONI TELAH MENJADI GEMBEL PENGEMIS, dirinya sendiri yang menjadikan dirinya sebagai GEMBEL PENGEMIS! Mengemislah sepanjang hidup anda, wahai gembel. VONIS bagi gembel bernama Afri Dhoni : MENGGEMBEL UNTUK SEUMUR HIDUPNYA. APA URUSANNYA DENGAN SAYA ‘DOKUMEN PENGADILAN GUGATAN ACC FINANCE ADA DI SAYA’?  Ternyata ada urusannya, yakni si GEMBEL afri doni MELANGGAR peringatan dalam invoice : ‘Invoice ini adalah untuk pembelian ebook, bukan untuk layanan sesi tanya-jawab seputar hukum, konsultasi, ataupun sejenisnya. Menyalahgunakan alamat email ini untuk peruntukan lain diluar pemesanan eBook, akan kami kategorikan sebagai pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan ini. Hanya klien pembayar tarif jasa konsultasi yang berhak menceritakan ataupun bertanya tentang isu hukum.’ Sampah semacam afri dhoni ini, si licik penuh tipu muslihat, adalah SAMPAH MASYARAKAT,”
Melanggar adalah melanggar, pelanggar adalah pelanggar, dan pelanggaran adalah pelanggaran. Sanksi hanyalah konsekuensi logisnya. Bagaimana mungkin sang pengacara “gembel” mengharap rambutan tumbuh buah durian? Benar-benar tipikal cerminan “orang sakit dengan akal sakitnya”. Apa urusannya dengan kami dirinya hendak mendirikan LBH, LSM, atau bahkan “taman kanak-kanak”? Ingin mendirikan LBH lalu bertanya kepada kami? Apakah tidak ada alasan yang lebih “konyol” daripada itu? Bila Afri Dhoni tidak kompeten dibidang hukum, maka Afry Dhony mati saja, mengapa juga justru memperkosa profesi KOMPETITOR-NYA bila dirinya TIDAK KOMPETEN dibidang hukum? Dirinya berprofesi hukum dan bukanlah petani miskin awam hukum, namun KOMPETITOR kami yang ingin mencari keuntungan bisnis dan kekayaan materi dari jasa hukum yang sama dengan kami. Tiada yang lebih memalukan daripada mengemis dari dan memperkosa profesi kompetitornya. Dirinya tidak berani melakukan pengorbanan sebanyak pengorbanan yang telah kami kerahkan dalam profesi hukum kami, lantas marasa berhak seenaknya dan mau mudahnya saja?
Bisnis adalah bisnis, dan hak untuk mencari nafkah merupakan hak asasi manusia yang diakui dan dilindungi oleh Konstitusi Republik Indonesia. Hanya seorang pemerkosa yang tidak dapat menghargai hak warganegara lainnya atas nafkah. Terus saja dirinya bercerita sampah miliknya bahwa dirinya membutuhkan babysitter untuk menggantikan pokok kotornya setiap hari, dan “memperkosa” profesi orang lain semudah memainkan handphone miliknya—perilaku yang sangat TIDAK BERTANGGUNG-JAWAB sekaligus cerminan watak PENGECUT. Yang disebut dengan pesan SPAM, artinya ialah SAMPAH. Pelakunya, disebut sebagai SPAMMER, alias MANUSIA SAMPAH.
Namun, puluhan kali kami mendebat “apa urusannya dengan kami?”, ternyata dirinya salah besar dalam membuat alibi dengan mengatakan “memang tiada urusannya”. Siapa bilang tiada urusannya dengan kami? Sang pengacara “gembel” Afry Dhony telah terang-terangan demikian VULGAR dan SERONOK memperkosa profesi kami, menyalah-gunakan nomor kontak kerja profesi kami, serta melanggar berbagai peringatan tegas dalam website maupun invoice—maka itu seketika MENJADI URUSAN KAMI dan tidak akan kami biarkan tanpa penerapan sanksi akibat kesengajaannya melanggar, YOU ASKED FOR IT.

[Iklan Resmi Terverifikasi] Butuh Jasa Pencarian Produk MADE IN THAILAND dan Impor ke Indonesia?

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia

[VIDEO] Uang adalah Sumber Kejahatan? Kekurangan Uang Justru Rentan menjadi Korban Kejahatan