06 September, 2018

GUGATAN WANPRESTASI UNTUK MENGEMBALIKAN KERUGIAN

LEGAL OPINION
Question: Sudah bayar down payment, tapi belum juga rekan usaha lakukan pekerjaan sesuai kontrak kerja-sama. Rasanya lebih baik kerja-sama ini diakhiri saja. Apa bisa, gugat minta agar uang kami dikembalikan saja? Tak ada gunanya kontrak dengan orang semacam itu, terus dilangsungkan.
Brief Answer: Terdapat beberapa opsi yang dapat dituntut dalam sebuah gugatan wanprestasi (cidera janji), antara lain: meminta Majelis Hakim agar pengadilan memerintahkan pihak Tergugat segera dihukum melakukan prestasi (untuk melakukan sesuatu, menyerahkan sesuatu, atau untuk tidak melakukan sesuatu) disertai uang paksa (dwangsom) atas setiap keterlambatan, atau agar dihukum untuk menyatakan perjanjian menjadi batal sekaligus memerintah Tergugat untuk membayar ganti-rugi atau setidaknya mengembalikan segala dana pembelian / pembayaran / uang panjar yang sebelumnya pernah diberikan.
Hal ini terkait erat dengan strategi hukum, apakah perjanjian akan dilanjutkan atau dihentikan keberlanjutannya. Sebagai contoh, perjanjian yang dirasakan tidak bonafid untuk dilanjutkan karena tiada itikad baik pihak rekan dalam perjanjian yang tidak kunjung menunjukkan sikap kooperatif, atau apabila perjanjian mengandung “causa” yang tidak sahih, maka yang paling rasional ialah gugatan wanprestasi dengan tuntutan untuk pembatalan perikatan.
Konsekuensi yuridis dari pembatalan perjanjian, segala sesuatu kembali seperti keadaan semula, seperti ketika perjanjian belum dibuat, yakni apa yang sudah dibayarkan / dikembalikan, wajib dikembalikan oleh para pihak.
PEMBAHASAN:
Terdapat contoh konkret, sebagaimana dapat SHIETRA & PARTNERS rujuk putusan Mahkamah Agung RI sengketa kontraktual register Nomor 2338 K/Pdt/2015 tanggal 18 Februari 2016, perkara antara:
- PT. BIO GREENLAND, sebagai Pemohon Kasasi, semula selaku Tergugat; melawan
- MIKIO TAKEDA, selaku Termohon Kasasi dahulu Penggugat.
Pada Mei 2012, Penggugat mengadakan kerja-sama dengan Tergugat yang berhubungan dengan pembelian jagung pipil. Untuk melaksanakan perjanjian, Penggugat selaku pembeli jagung pada tanggal 5 Juni 2012 dan tanggal 6 Juni 2012 Penggugat telah membayar harga pembelian kepada Tergugat sebagai pemasok jagung melalui transfer bank ke rekening atas nama Tergugat, dengan total US$40,400.00 dan telah diterima oleh Tergugat.
Namun sejak Penggugat membayar harga pembelian, Tergugat sampai saat ini tidak pernah sama sekali mengirimkan komoditas jagung kepada Penggugat. Penggugat telah berulang-kali meminta kepada Tergugat, dengan mengirim surat teguran sebanyak 3 kali untuk meminta kembali uang yang telah Penggugat bayarkan tersebut, namun tidak terdapat tanggapan yang semestinya dari Tergugat—dengan kata lain Tergugat telah beriktikad tidak baik terhadap keberlangsungan perjanjian.
Oleh karena surat-surat yang Penggugat kirimkan, tidak kunjung ditanggapi oleh Tergugat, maka Penggugat mendatangi langsung perusahaan Tergugat dengan maksud ingin bertemu langsung dengan pimpinan Tergugat untuk membicarakan penyelesaian permasalahan dimaksud, akan tetapi wakil presiden direktur beserta staff perusahaan Penggugat tidak diperkenankan masuk ke lokasi oleh petugas keamanan Tergugat, dengan alasan Tergugat tidak berada di kantor.
Penggugat sudah dengan segala upaya berusaha menyelesaikan permasalahan, namun tidak ada tanggapan dari pihak Tergugat, karena sampai batas waktu yang telah disepakati dalam perjanjian bahwa Tergugat wajib memasok jagung selambat-lambatnya tanggal 30 April 2013 akan tetapi sampai gugatan ini diajukan, Tergugat sama sekali tidak memenuhi kewajibannya dan tidak ada kejelasan penyelesaian permasalahan, sehingga Penggugat mengalami kerugian yang disebabkan perbuatan (sikap lalai) Tergugat.
Untuk itu Penggugat memutuskan agar Tergugat, patut digugat agar dihukum untuk mengembalikan dana senilai US$40,400.00 sebab perjanjian tidak kunjung direalisasi meski telah hampir satu tahun lamanya, dimana perbuatan lalai Tergugat dikategorikan sebagai telah wanprestasi.
Terhadap gugatan pihak Penggugat, Pengadilan Negeri Sumbawa Besar kemudian menjatuhkan Putusan Nomor 30/Pdt.G/2013/PN SBB., tanggal 15 April 2014, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan hukum bahwa Penggugat telah menyerahkan uang melalui transfer ke BNI Cabang Sumbawa Rekening Nomor ... atas nama PT Bio Greenland / Tergugat dengan total US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat) dengan perincian:
- Tanggal 5 Juni 2012 sejumlah US$20.400;
- Tanggal 6 Juni 2012 sejumlah US$20.000;
Total US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat);
3. Menyatakan hukum bahwa Tergugat telah menerima uang sejumlah US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat) dari Penggugat;
4. Menyatakan hukum bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi;
5. Menyatakan hukum bahwa Penggugat telah mengalami kerugian materiil sejumlah US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat) yang akibat dari perbuatan Tergugat;
6. Memerintahkan Tergugat untuk membayar kerugian materiil sejumlah US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat) kepada Penggugat secara tunai dan tanpa syarat apapun;
7. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya.”
Pihak Tergugat mengajukan upaya hukum kasasi, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“alasan-alasan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan oleh karena setelah meneliti dengan saksama Memori Kasasi tanggal 12 Februari 2015 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Facti dalam hal ini Putusan Pengadilan Tinggi Mataram yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, ternyata Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum dan telah memberikan pertimbangan dengan tepat dan benar;
“Bahwa berdasarkan bukti Surat (P1 dan P2) serta keterangan saksi, Penggugat telah mentransfer melalui Bank BNI sejumlah US$20,400.00 dan US$20,000.00 kepada Tergugat. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi Tergugat yaitu Santoso Tulus Lilih;
“Bahwa Penggugat Konvensi dapat membuktikan dalil gugatannya bahwa Tergugat telah melakukan wanprestasi dan telah menerima uang total US$40,400.00 (empat puluh ribu empat ratus dolar Amerika Serikat) melalui transfer BNI Cabang Sumbawa;
“Bahwa lagi pula alasan-alasan kasasi lainnya mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, hal mana tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, ternyata putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi PT. BIO GREENLAND tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT. BIO GREENLAND tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
  • Telepon: 021-568 2703.
  • Fax: 021-560 2810.
  • Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
  • Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM