17 April, 2018

PEMBUNUHAN BERENCANA OLEH SAUDARA DEKAT, PIDANA MAKSIMUM

LEGAL OPINION
Question: Kalau kejahatan dilakukan oleh orang dekat keluarga kita sendiri, itu jadi alasan pemberat hukuman penjara, atau sebaliknya?
Brief Answer: Tindak kriminal yang dilakukan oleh saudara dekat, menjadi salah satu faktor pemberat yang akan dipertimbangkan Majelis Hakim saat menjatuhkan vonis amar putusan pidana. Kerap terjadi, kriminalitas dilakukan oleh orang-orang terdekat kita sendiri, sehingga karena sifatnya demikian rawan, maka wajar bila pengadilan akan menjatuhkan vonis yang lebih berat, ketimbang terhadap pelaku yang tidak dikenal oleh korban.
PEMBAHASAN:
Terdapat ilustrasi konkret, sebagaimana dapat SHIETRA & PARTNERS rujuk pada putusan Mahkamah Agung RI perkara pidana pembunuhan berencana register Nomor 793 K/Pid./2013 tanggal 26 Agustus 2013, dimana para Terdakwa didakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, perbuatan mereka Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Pada mulanya istri korban mengadu kepada saudaranya yang bernama saudara ACEP Bin MUSTOFA dan Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR kalau suaminya tidak menyetorkan angsuran sepeda motor selama 4 bulan, selain itu sepeda motor tersebut dibawa pergi korban dan tidak dikembalikan kepada istrinya, padahal sepeda motor tersebut diperoleh sebelum istri korban menikah dengan korban.
ACEP Bin MUSTOFA dan Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR kemudian menentukan rencana pembunuhan dengan meracuni menggunakan racun serangga, dimana ACEP Bin MUSTOFA bersedia menyediakan dana guna mendukung perencanaan demikian. Aksi pembunuhan turut serta dilakukan oleh para Terdakwa lainnya, dimana dicekoki (diberikan minum secara paksa) minuman beralkohol yang sudah dicampur dengan racun serangga dengan cara memegangi tubuh korban secara bersama-sama.
Korban kejang-kejang, selanjutnya digotong rame-rame menuju pohon untuk kemudian digantung lehernya dengan menggunakan tali tambang dari jemuran. Berdasarkan Visum Et Repertum tanggal 23 April 2012 dari RSUD Kabupaten Tangerang, disimpulkan bahwa pada pemeriksaan mayat laki-laki berumur antara tiga puluh tahun sampai empat puluh tahun, ditemukan luka lecet yang melingkari leher berjalan miring dari depan bawah ke belakang atas yang menurut sifat dan gambarannya sesuai luka gantung. Cairan dalam lambung berbau minyak tanah dan terdapat perbendungan organ-organ dalam. Tidak ditemukan luka-luka pada bagian tubuh lain.
Sebab matinya orang ini akibat kekerasan tumpul pada leher sehingga menyebabkan mati lemas. Terhadap tuntutan Jaksa, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 1703/Pid.B/2012/PN.TNG. tanggal 15 Januari 2013, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menyatakan Para Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR Bin MULYADIH, Terdakwa II. DARMAWAN Alias GENTONG Alias AWANG Bin DAMAT, Terdakwa III. SURYADI Alias TOLE Bin SURA, Terdakwa IV. DENI HANDAYANI Bin DORI dan Terdakwa V. SURYA Alias IYA Alias KIPET Bin SUKMA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA’;
2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR Bin MULYADIH dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun, dan kepada Terdakwa II. DARMAWAN Alias GENTONG Alias AWANG Bin DAMAT, Terdakwa III. SURYADI Alias TOLE Bin SURA, Terdakwa IV. DENI HANDAYANI Bin DORI dan Terdakwa V. SURYA Alias IYA Alias KIPET Bin SUKMA dengan pidana penjara masing-masing selama 10 (sepuluh) tahun;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan Para Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan para Terdakwa tetap ditahan.”
Dalam tingkat banding, yang menjadi putusan Pengadilan Tinggi Banten Nomor 34/PID/2013/PT.BTN tanggal 04 Maret 2013, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
- Menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum dan Para Terdakwa;
- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 15 Januari 2013, Nomor 1703/Pid.B/2012/PN.TNG. yang dimintakan banding tersebut dengan perbaikan sekedar mengenainya pidana penjara yang dijatuhkan kepada masing-masing Terdakwa, sehingga amar putusan selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
1. Menyatakan Para Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR Bin MULYADIH, Terdakwa II. DARMAWAN Alias GENTONG Alias AWANG Bin DAMAT, Terdakwa III. SURYADI alias TOLE bin SURA, Terdakwa IV. DENI HANDAYANI Bin DORI dan Terdakwa V. SURYA Alias IYA Alias KIPET Bin SUKMA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA’;
2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada Terdakwa I. ROJIH Alias TAKUR Bin MULYADIH dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) Tahun, dan kepada Terdakwa II. DARMAWAN Alias GENTONG Alias AWANG Bin DAMAT, Terdakwa III. SURYADI Alias TOLE Bin SURA, Terdakwa IV. DENI HANDAYANI Bin DORI dan Terdakwa V. SURYA Alias IYA Alias KIPET Bin SUKMA dengan pidana penjara masing-masing selama 15 (lima belas) tahun;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan para Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan para Terdakwa tetap ditahan.”
Para Terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Alasan kasasi Para Terdakwa tidak dapat dibenarkan, karena Judex Facti tidak salah menerapkan hukum dengan pertimbangan-pertimbangan:
- Bahwa Para Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban Yayan Khoirul Ahyar dengan cara meminumkan campuran Anggur Cap Rajawali dengan Baygon, kemudian digantung di pohon agar mengesankan bahwa korban bunuh diri, namun kaki korban tetap menyentuh tanah dari Visum Et Repertum menyatakan bahwa korban mati karena meminum racun;
- Bahwa pertimbangan Judex Facti sudah tepat dan benar, bahwa perbuatan Para Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur sesuai dengan yang didakwakan yaitu melakukan pembunuhan berencana secara kejam padahal mereka (korban dan Para Terdakwa) masih bersaudara. Perbuatan Para Terdakwa telah mengakibatkan saksi korban Yayan khoirul Ahyar meninggal dunia secara mengenaskan dengan cara mencekoki minuman keras yang telah dicampur dengan racun serangga Baygon, perbuatan Para Terdakwa dalam perkara ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan, karena Para Terdakwa ‘eigenrichting’ (main hakim sendiri) yang berakibat fatal bagi saksi korban, yaitu matinya saksi korban;
- Bahwa berdasarkan keterangan saksi XI. Maryono Alias Yono Bin Manaf dan saksi XII. Murta Alias Alek Bin Nawi, dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi lainnya dan disesuaikan Visum Et Repertum Nomor ... tanggal 23 April 2012 dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, telah secara nyata dengan sah dan meyakinkan tentang perbuatan Para Terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa berdasarkan alasan-alasan yang diuraikan diatas lagi pula putusan Judex Facti (Pengadilan Tinggi) tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi / Para Terdakwa tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi / Para Terdakwa : 1. ROJIH Alias TAKUR Bin MULYADIH, 2. DARMAWAN Alias GENTONG Alias AWANG Bin DAMAT, 3. SURYADI Alias TOLE Bin SURA, 4. DENI HANDAYANI Bin DORI, 5. SURYA Alias IYA Alias KIPET Bin SUKMA tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM