29 Oktober, 2017

Pidana Memberi Keterangan yang Mengecoh dalam Akta Notaris

LEGAL OPINION
Question: Kalau memberikan informasi yang tidak lengkap, alias menutupi informasi penting saat meminta seorang notaris membuat akta, sehingga ada rekan bisnis yang pada akhirnya mengalami kerugian akibat akta itu, kategorinya apa di KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)?
Brief Answer: Dikarenakan ada masalah dalam redaksional salah satu unsur pasal perihal “membuat surat palsu / memakai surat palsu” dalam KUHP, maka bentuk-bentuk itikad buruk seperti memberikan keterangan yang tidak utuh, memberikan keterangan rekayasa / rekaan, memberikan keterangan yang tidak lagi relevan, memberi keterangan yang berkebalikan dari fakta yang sebenarnya pada sebuah akta otentik sehingga menerbitkan kerugian bagi warga negara lain, dikategorikan sebagai memberikan “keterangan palsu” sebagai unsur elementer dari pasal pidana “membuat / menggunakan surat palsu”.
PEMBAHASAN:
Sebagai ilustrasi, SHIETRA & PARTNERS merujuk cerminan sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI perkara pidana register Nomor 1617 K/PID/2015 tanggal 14 Desember 2015, dimana Terdakwa didakwakan dengan dakwaan tunggal karena pada tahun 2008, bertempat di sebuah kantor Notaris, telah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam jika pemakaian akta itu dapat menimbulkan kerugian, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 Ayat (1) KUHP.
Berawal ketika pada tanggal 12 September 2005, Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M. bin Badroen Soekardjo selaku pemenang atas pelepasan ex asset tanah dan bangunan milik PTPN X (Persero), mengadakan perjanjian kerjasama dengan Gunawan Kanadi (korban) bertindak selaku investor/penyandang dana yang sanggup membayar pelunasan pelepasan ex asset tanah dan bangunan milik PTPN X (Persero) sebesar Rp7.000.000.000,00 berupa bank garansi 3 bulan, dengan jumlah areal yang dikerjasamakan seluas 170.083 m2.
Dengan perjanjian keuntungan dari laba bersih adalah 70% untuk Investor (penyandang dana/keuangan) yaitu korban Gunawan Kanadi, dan 30 % untuk Terdakwa. Terkait dengan pembayaran pelunasan pelepasan tanah ex aset tanah dan bangunan milik PTPN X (Persero), korban Gunawan telah melakukan pembayaran ke PTPN X senilai Total Rp7.000.000.000,00 dan sudah dilunasi.
Namun kemudian pada tanggal 08 September 2008, Terdakwa dan Sdr. Arie Triyono datang ke Notaris di Kabupaten Jepara, untuk membuat akta yaitu:
- Akta Nomor 05 tanggal 08 September 2008 tentang Pernyataan dan Perjanjian, bahwa Akta tersebut dibuat di Jepara oleh Notaris;
- Akta Nomor 06 tanggal 08 September 2008 tentang Kuasa Untuk Menjual, bahwa Akta tersebut di buat di Jepara oleh Notaris;
Pada Akta Nomor 05 tanggal 08 September 2008 tentang Pernyataan dan Perjanjian Sdr. Drs. Teguh Supurbo, M.M. (selaku pihak pertama) dan Sdr. Arie Triyono (selaku pihak kedua), menerangkan:
- Bahwa semua uang yang telah dipergunakan oleh para penghadap pihak pertama untuk membiayai pemberian ganti rugi atas 2 (dua) bidang tanah berikut segala sesuatu yang berdiri di atasnya tersebut adalah berasal dari dan telah dibayar oleh para penghadap pihak pertama dan penghadap pihak kedua, berdasarkan kuitansi bukti pembayaran tertanggal 28 Februari 2006;
- Para penghadap pihak pertama dengan ini mengakui, bahwa semua uang yang telah dipergunakan oleh para penghadap pihak pertama untuk pemberian ganti rugi atas 2 (dua) bidang tanah sebagaimana tersebut di atas, berikut segala sesuatu yang berdiri di atasnya tersebut adalah berasal dari dan telah dibayar oleh para penghadap pihak pertama dan pihak kedua. Sehingga 2 (dua) bidang tanah sebagaimana tersebut di atas, berikut segala sesuatu yang berdiri dan tertanam di atasnya tersebut sebenarnya adalah milik para penghadap pihak pertama dan pihak kedua, dan atas pemberian ganti rugi atas 2 (dua) bidang tanah tersebut di atas para penghadap telah sepakat bahwa sertifikat tanah bekas Hak Guna Bangunan Nomor 16, yang telah diuraikan di atas, diatas-namakan menjadi atas nama penghadap pihak pertama (Teguh Supurbo).”
Keterangan yang tertulis dan diberikan oleh sdr. Drs. Teguh Suprobo M.M. adalah keterangan palsu, karena yang mendanai atau yang bertindak selaku investor untuk membayar pelepasan ex aset tanah dan bangunan milik PTPN X (Persero) adalah korban Gunawan, dan saksi korban Gunawan telah membayar semua biaya pelepasan tersebut, sebagai buktinya berupa:
- Surat Perjanjian Kerja Sama antara saksi korban Gunawan dengan Terdakwa Drs. Teguh Suprobo M.M. tertanggal 12 September 2005, yang berisi antara lain bahwa saksi korban Gunawan selaku pihak penyandang dana/investor, sanggup membayar pelunasan ex asset tanah dan bangunan milik PTPN X (persero) yang telah dilepaskan oleh Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M., kemudian tanah tersebut akan dijual dalam bentuk tanah kapling perumahan siap bangun, rumah, proyek pasar, toko, ruko dan sebagainya dengan pembagian keuntungan dari laba bersih adalah 70% untuk investor (korban Gunawan Kanadi) dan 30% untuk Drs. Teguh Supurbo, M.M. (Terdakwa);
- Surat Keterangan Panitia Penjualan Aset Tanah PTP. Nusantara X (Persero);
- Surat Pernyataan Bersama antara Drs. Teguh Supurbo, M.M., Gunawan Kanadi, Sri Hartanto, Soeprapto B.Sc..
Berdasarkan Akta Nomor 05 tanggal 08 September 2008 tentang Pernyataan dan Perjanjian, dan Akta Nomor 06 tanggal 08 September 2008 tentang kuasa menjual, yang keduanya dibuat oleh Notaris, Terdakwa bermaksud menjual ex aset tanah dan bangunan milik PTPN X (Persero) yang telah dibeli dengan uang korban, dengan cara menyuruh saudara Arie Triyono, tanpa sepengetahuan korban Gunawan Kanadi.
Atas perbuatan Terdakwa yang membuat pernyataan dan perjanjian sebagaimana dinyatakan dalam akta Pernyataan dan Perjanjian dan Akta Kuasa Untuk Menjual, yang tidak menyebutkan korban Gunawan Kanadi selaku pihak penyandang dana/investor atas pembayaran tanah tersebut, maka korban mengalami kerugian atas pembayaran yang korban lakukan kepada pihak PTPN X sejumlah Rp7.000.000.000,00.
Terhadap tuntutan Jaksa, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Negeri Jepara Nomor 89/Pid.B/2015/PN Jpa., tanggal 13 Juli 2015, dengan amar lengkap sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menyatakan Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M. bin Badroen Soekardjo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana ‘Menyuruh Menempatkan Keterangan Palsu Ke Dalam Surat Autentik’;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M. bin Badroen Soekardjo oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa akan dikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap dalam tahanan.”
Dalam tingkat banding, yang menjadi putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 192/Pid./2015/PT.SMG., tanggal 18 September 2015, dengan pertimbangan hukum serta amar sebagai berikut:
“Menimbang, ... Majelis Hakim tingkat banding sependapat dengan pertimbangan Hakim tingkat pertama (Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jepara), sebagaimana tertuang dalam putusan Nomor 89/Pid/B/2015/PN Jpa tanggal 13 Juli 2015, yang dalam putusan itu menyatakan bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan kepadanya dan pertimbangan Hakim tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutus perkara ini dalam tingkat banding kecuali mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa menurut pendapat Pengadilan Tinggi terlalu berat, karena di samping alasan yang memberatkan dan meringankan sebagaimana tersebut dalam putusan Hakim Tingkat Pertama akibat perbuatan Terdakwa tersebut sampai menimbulkan kerugian bagi saksi korban.
MENGADILI :
- Menerima permintaan banding dari Terdakwa dan Jaksa/Penuntut Umum;
- Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Jepara Nomor 89/Pid.B/2015/PN.Jpa., tanggal 13 Juli 2015 yang dimohonkan banding sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan, sehingga amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M. bin Badroen Soekardjo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana ‘Menyuruh Menempatkan Keterangan Palsu Ke Dalam Surat Autentik’;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Drs. Teguh Supurbo, M.M. bin Badroen Soekardjo oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa akan dikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap dalam tahanan.”
Jaksa Penuntut mengajukan upaya hukum kasasi, keberatan karena Pengadilan Tinggi justru meringankan hukuman Terdakwa, kerugian korban akibat perbuatan Terdakwa memang cukup besar yaitu sebesar Rp7.000.000.000,00. Sehingga bila disandingkan dengan kerugian yang dialami korban, maka menurut Penuntut Umum berpendapat bahwa hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Banding kepada Terdakwa tersebut adalah tergolong terlampau ringan dan tidak memenuhi rasa keadilan yang hidup di masyarakat.
Dimana terhadap keberatan Jaksa, Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa alasan kasasi Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan, putusan Judex Facti Pengadilan Tinggi yang menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : Menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam surat autentik telah tepat dan tidak salah menerapkan peraturan hukum;
“Bahwa putusan Judex Facti telah mempertimbangkan fakta hukum yang relevan secara yuridis dengan tepat dan benar sesuai fakta hukum yang terungkap di muka sidang, yaitu:
- Bahwa ternyata Terdakwa terbukti menyuruh Notaris Fatchur Rohman, S.H. menempatkan atau memasukkan keterangan palsu ke dalam Akta Pernyataan dan Perjanjian Nomor 05 tanggal 08 September 2008 bahwa seolah-olah uang pembayaran ganti-rugi dua bidang tanah bekas HGB Nomor 16 Pulodarat, Kecamatan Pecangan Jepara - berasal dari Arie Triyono, dan selanjutnya Terdakwa bekerja sama investasi dengan Arie Triyono dalam pengembangan lahan yang telah dibebaskan tersebut diatas;
- Bahwa selain itu, Terdakwa juga terbukti menyuruh Notaris Fatchur Rohman, S.H. menempatkan atau memasukkan keterangan palsu ke dalam Akta Kuasa Menjual Nomor 06 tanggal 08 September 2008, bahwa Terdakwa memberi kuasa menjual kepada Arie Triyono untuk menjual dua bidang tanah bekas HGB Nomor 16 Pulodarat Kecamatan Pecangan Jepara - kepada siapa pun juga;
- Bahwa padahal sebaliknya dan seharusnya Terdakwa bekerja sama investasi dan memberi kuasa menjual lahan tanah bekas HGB tersebut kepada saksi korban Gunawan Kanadi, karena uang pembebasan atau ganti rugi lahan sebesar Rp7.000.000.000,00 (tujuh miliar rupiah) terbukti berasal dari uang saksi korban Gunawan Kanadi. Saksi korban Gunawan Kanadi bersedia membiayai ganti rugi lahan bekas HGB itu, karena Terdakwa menjanjikan akan bekerja sama investasi dengan saksi korban.
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, lagi pula ternyata, putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : PENUNTUT UMUM pada KEJAKSAAN NEGERI JEPARA tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
  • Telepon: 021-568 2703.
  • Fax: 021-560 2810.
  • Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
  • Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM