04 Maret, 2017

Korban Memaafkan Terdakwa Penganiaya

LEGAL OPINION
Question: Jika terbukti menganiaya, namun pelaku sudah meminta maaf atas kelakuannya dan korban pun telah memaafkan karena korban pun punya kontribusi kesalahan sehingga terjadi penganiayaan, apakah pelaku dapat dibebaskan?
Brief Answer: Bila perbuatan pidana yang dilarang masuk dalam kategori delik aduan (oleh pihak korban), maka aduan dapat dicabut kembali oleh korban dalam segala tingkat penyidikan ataupun penuntutan.
Sementara untuk delik umum non aduan, yang berhadapan ialah negara vs. warga negara pelanggar delik pidana, sehingga adanya maaf dari korban tidak menjadi alasan penghapus kesalahan, namun akan ditimbang sebagai unsur yang meringankan vonis bagi Terdakwa.
PEMBAHASAN:
Ilustrasi kasus berikut dapat merepresentasikan, yakni putusan Pengadilan Negeri Kota Madiun perkara pidana penganiayaan yang atas kejadian tersebut antara pihak korban dengan para Terdakwa sudah saling memaafkan, register Nomor 21/Pid.B/2013/PN.Kd.Mn tanggal 22 Januari 2013, dimana terhadap tuntutan Jaksa, Majelis Hakim selanjutnya membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, Majelis Hakim akan mempertimbangkan Dakwaan Primair tersebut yakni melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1. Barang siapa;
2. Dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang;
3. Kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.
“Ad. 2. Dengan terang- terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang:
“Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan terang-terangan adalah tidak secara tersembunyi, jadi tidak perlu dimuka umum, cukup apabila ada kemungkinan orang lain melihatnya (Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.10 K/Kr/1975 tanggal 17 Maret 1976). Sedangkan yang dimaksud dengan tenaga bersama adalah perbuatan dilakukan oleh lebih dari satu orang;
“Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan menggunakan kekerasan adalah pengunaan kekuatan fisik sedemikian rupa terhadap sesuatu, in casu (dalam perkara ini) adanya dua pilihan yaitu orang atau barang;
“Menimbang, bahwa pada Hari Minggu tanggal 11 Nopember 2012 sekira pukul 20.30 WIB Terdakwa I, Terdakwa II pada waktu menyaksikan festifal musik di depan Kampus ... Madiun berkumpul bersama saksi ... bersama temannya diantaranya ... , ... dan ... minum-minum keras kemudian salah satu teman korban yang bernama ... teriak-teriak karena sudah mabuk berat kemudian Terdakwa I yang kebetulan Panitia festifal musik menanyakan pada korban ‘anak ini siapa yang mengajak’ dan dijawab korban ‘saya yang mengajak’ dengan nada tinggi kemudian dijawab Terdakwa I ‘kalau ditanya jawabnya yang enak’ dan dijawab lagi oleh korban ‘gak enak gimana’; kemudian timbul percekcokan dan berakhir dengan pemukulan/menendang hal ini karena emosi dan pengaruh alkohol atau minum-minuman keras, Terdakwa I memukul dengan tangan mengepal sebanayk 2 (dua) kali, Terdakwa II memukul dengan tangan mengepal sebanyak 3 (tiga) kali mengenai dada korban sehingga korban terjatuh kedalam parit;
“Menimbang, bahwa berdasarkan fakta tersebut di atas jelaslah sudah pengertian unsur dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yaitu para Terdakwa melakukan perbuatan tersebut di jalan umum yaitu didepan Kampus ... Madiun yang mana ada kemungkinan orang lain melihatnya karena tempat tersebut adalah tempat umum dan perbuatan tersebut dilakukan oleh 3 (tiga) orang yaitu Terdakwa I, Terdakwa II dan JONDOT (DPO) ;
“Dengan demikian unsur tersebut telah terpenuhi;
Ad. 3. Kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka:
“Menimbang, bahwa berdasarkan fakta di persidangan Terdakwa I, Terdakwa II dan JONDOT (DPO) telah melakukan kekerasan terhadap saksi korban yang mana dilakukan oleh para Terdakwa dengan menggunakan tangan kosong sehingga membuat saksi korban mengalami luka dikuatkan oleh bukti surat berupa visum et repertum Nomor:445/2035/303/2012 tanggal 12 Nopember 2012 atas nama korban yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr. ... dokter jaga RSUD ... Madiun sesuai hasil pemeriksaan diketemukan :
- memar kelopak mata bagian bawah kanan 3x5 cm;
- memar kelopak kiri bagian atas 1x1 cm ;
- babras bibir bawah 2x3 cm;
- memar pundak kiri 2 tempat 2x2 cm;
- memar lengan atas kanan 1 x 2 cm ;
- babras betis kanan 3x5 cm ;
“Dengan kesimpulan :
- Diagnosa luka babras dan memar otot;
- Mengakibatkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama 3 (tiga) hari;
“Dengan demikian unsur tersebut telah terpenuhi;
“Menimbang, bahwa dari kenyataan yang diperoleh selama persidangan dalam perkara ini, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat melepaskan para Terdakwa dari pertanggungjawaban pidana, baik alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, oleh karenanya Majelis berkesimpulan bahwa para Terdakwa memiliki kemampuan bertangggungjawab menurut hukum sehingga perbuatan yang dilakukan oleh para Terdakwa harus dipertanggungjawabkan kepadanya;
“Menimbang, bahwa oleh karena para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana maka berdasarkan Pasal 193 ayat (1) KUHAP terdakwa harus dijatuhi pidana;
“Menimbang, bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan putusan akan dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan terhadap para Terdakwa sebagai berikut:
Hal-hal yang memberatkan :
- Perbuatan para Terdakwa merugikan orang lain;
Hal-hal yang meringankan :
- Para Terdakwa belum pernah dihukum;
- Para Terdakwa bersikap sopan, berterus terang sehingga melancarkan jalannya persidangan;
- Para Terdakwa sudah meminta maaf kepada korban dan telah dimaafkan;
“Menimbang, bahwa setelah memperhatikan hal-hal yang memberatkan maupun hal-hal yang meringankan tersebut diatas kiranya pidana yang dijatuhkan dalam amar putusan ini nantinya dipandang adil dan tepat;
“Mengingat, Pasal 170 Ayat (2) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal-pasal dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta peraturan perundangu-undangan lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I :
1. Menyatakan Terdakwa I ... , Terdakwa II ... tersebut diatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan luka-luka”;
2. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada para Terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama: 2 (dua) dan 15 (lima belas) hari;
3. Menetapkan lamanya para Terdakwa ditahan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan agar para Terdakwa tetap ditahan.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM