Renungan Akhir & Awal Tahun Baru, sebuah Renungan Sepanjang Masa

HERY SHIETRA, Renungan Akhir & Awal Tahun Baru, sebuah Renungan Sepanjang Masa

Year after year,

It has been tens to tens of years that we have carried out the ritual of the new year’s turn of the year,

Have all those ceremonies and rituals over the years really taken us in a better direction?

How much should be, the ritual called the celebration of the new year,

Which is routine every year that we live,

To be able to truly become better and more advanced in this life of ours?

We perform rituals to attain liberation,

We celebrate with celebration,





Or whatever it is,


To repeat it again in the year to come,

And it keeps repeating,

In the years to come,

While it could be that all this time our lives are running in place,

Or even walk backwards towards the back,

Instead of moving forward toward improvement,

What’s really bringing us closer to a more meaningful life?

Countless rituals and ceremonies we perform,

But we’re still far from freedom,

In the truest sense.

I don’t know how much more,

Rituals and ceremonies we have to do in the years to come.

That is what is called being held hostage by ceremonies and rituals,

The torment itself.

But strangely,

We celebrate our own torments,

Who is still bound by all the ceremonies and rituals,

And still be bound,

Like a burdensome shackle,

It’s as if life isn’t hard and boring enough to have to do it over and over again.

Every annual ceremony and ritual, held and carried out,

But it doesn’t really make our lives better than our ancestors did,

Who has never held any ritual or celebration ceremony,

Just living life modestly,


And accept the circumstances and conditions as they are,

Then pass the realm of life to their next generation,

What now we are corrupted and exploited greedily,

Leaving damage to our own children and grandchildren.

It could be,

The beginning of this new year,

We repeat what last year we dreamed and determined to achieve,

And again have to make the same determination and dream this year,

And in the years to come.

I don’t know if in the past year,

Our life has been better than previous years,

Or maybe even worse.

Is this year,

Or in the years to come,

We will be completely free from discontent,

Of the various desires that are not or have not been achieved,

From disappointments,

From various uncertainties,

From various losses,

From various sorrows,

From various greed and despicable vices,

From a variety of animal and predatory characteristics,

And from all other degradations of human morality.

As long as we are still attached to and rely on rituals or ceremonies,

So during that time the suffering will still be faced and met,

The same suffering as our ancestors who did not celebrate any ceremonies or rituals.

The mountain is still erupting and will erupt in the future,

Earthquakes will still haunt us in the future,


And we can’t deny it.

Natural phenomena are the same as natural phenomena faced and lived by our ancestors centuries ago.

That’s the proof,

That rituals and ceremonies,

It doesn’t really lead us towards the door of freedom and liberation.

Rituals and ceremonies,

Is the shackle itself,

That chain us,

And the one we grip tightly.

New Year,

Is just a moment like an alarm or a reminder,

That we need a moment of silence,

In the midst of all our busyness in the modern era that moves fast in all this meaningless haste.

Whatever it is and however we interpret the moment like a new year,

It is a moment where we are silent for a moment,


Gathering clear thoughts,

Restore our common sense,

To look back on our tracks in the past,

Have we and our lives now improved,

Or even vice versa,


Then we make again the same determination as our desires and hopes in previous years,

That is to have a more successful future,

A more prosperous future,

A healthier future,

A more ideal future,

A future that is more than what we have now.

Whatever that is,

As long as it does not harm others or yourself,

Bring it back,

Fight for your goals that have not been achieved so far,

Creating what has not yet been realized,

Your hopes that have not been fulfilled so far,

And the various missions of your life,

What you think is meaningful to you and the world.

What has been the real contribution of our lives to this world,

And what contribution will we bring and make to this world in the future,

Both positive and negative contributions,

We should remember back when we were a little boy,

Where no children aspire to be Adolf Hitler or other dictators and corruptors when they grow up,

But why when we grow up,

More and more we are ruled by ambition,


Drunken of power,

Irrational obsession,

Great discontent,

Hungry for material possessions and power,

Not ashamed and not afraid to do evil by harming, injuring, or hurting other people,

Or even become a demon,

Demon man.

A human,

Respected and appreciated not because of his birth or because of his death,

But judging by the history of his life,

Do they have a positive impact or leave a legacy in the form of piles of garbage that they produce every day throughout their lives,

Bequeath goodness,

Or pass down the evils.

As the Buddha said,

If all our desires do not harm others,

Nor do we harm ourselves,

So go after it with all your heart.


If all our desires actually harm others,

Or when it harms ourselves,

So give up the desire or habit of living like that.

The new year will be more meaningful if it is not filled with celebration,

But as a moment for us to do some introspection,

Self reflection,

Looking back to evaluate,

And set a determination to live a better and more humane life in the future.

Celebrate when we have succeeded in making it happen,

Not when you or we are still just making hopes that could be just the same hopes as the hopes of previous years,

Like celebrating self-delusion,

Which hopes we repeat year after year,

Just as a ceremony or ritual itself.

Celebrate when we have come step by step closer to the path to liberation,

And the culmination of celebration is when we are completely liberated from all suffering and dissatisfaction.

Where have we been at this time of the year?

© HERY SHIETRA Copyright.


Tahun berganti tahun,

Telah belasan hingga puluhan tahun kita menjalankan ritual upacara pergantian tahun baru,

Apakah semua upacara dan ritual selama bertahun-tahun itu benar-benar telah membawa kita menuju arah yang lebih baik?

Harus sebanyak apakah ritual bernama perayaan tahun baru,

Yang rutin setiap tahunnya itu kita jalani,

Untuk dapat benar-benar menjadi lebih baik dan lebih maju dalam hidup kita ini?

Kita menjalankan ritual untuk meraih pembebasan,

Bukan ritual untuk ritual itu sendiri,

Upacara untuk upacara itu sendiri,

Tersandera oleh dan melekat pada ritual dan upacara yang sama untuk setiap tahunnya,

Sekalipun tiada upacara maupun perayaan yang dapat benar-benar membebaskan sang pelaku ritual.

Setiap tahunnya,

Saat perayaan pergantian tahun baru,

Kita merayakannya dengan perayaan,





Atau apapun itu bentuknya,

Secara berulang-ulang,

Mengulanginya kembali di tahun yang akan datang,

Dan terus terulang-ulang,

Di tahun-tahun yang akan datang,

Sementara itu bisa jadi selama ini hidup kita berjalan di tempat,

Atau bahkan berjalan mundur ke arah belakang,

Alih-alih bergerak maju ke arah perbaikan,

Terlebih benar-benar membawa kita mendekat pada hidup yang lebih bermakna.

Tidak terhitung banyaknya ritual dan upacara kita lakukan,

Namun kita masih jauh dari kebebasan,

Dalam arti yang sesungguhnya.

Entah sebanyak apa lagi,

Ritual dan upacara harus kita lakukan di tahun-tahun mendatang.

Itulah yang disebut sebagai tersandera oleh upacara dan ritual,

Siksaan itu sendiri.

Namun anehnya,

Kita merayakan siksaan hidup kita sendiri,

Yang selama ini masih terikat oleh segala upacara dan ritual,

Dan masih akan terus terikat,

Bagai belenggu yang membebani,

Seolah-olah hidup ini belum cukup berat dan membosankan karena harus melakukannya secara berulang-ulang.

Setiap upacara dan ritual tahunan diadakan dan dijalankan,

Namun tidak benar-benar membuat hidup kita lebih baik daripada nenek moyang kita,

Yang tidak pernah mengadakan ritual ataupun upacara perayaan apapun,

Sekadar menjalani hidup secara bersahaja,

Bertahan hidup,

Dan menerima keadaan serta kondisi apa adanya,

Lalu mewariskan alam kehidupan kepada generasi penerus mereka,

Yang kini justru kita rusak dan eksploitasi secara penuh keserakahan,

Mewariskan kerusakan bagi anak dan cucu kita sendiri.

Bisa jadi,

Awal tahun baru ini,

Kita mengulangi kembali apa yang tahun lalu pernah kita impikan dan tekadkan untuk dicapai,

Dan kembali harus membuat tekad dan impian serupa pada tahun ini,

Dan di tahun-tahun yang mendatang.

Entah apakah satu tahun belakangan ini,

Hidup kita telah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,

Atau mungkin lebih buruk lagi.

Apakah tahun ini,

Atau di tahun-tahun mendatang,

Kita akan benar-benar bebas dari ketidakpuasan,

Dari berbagai keinginan yang tidak atau belum tercapai,

Dari berbagai kekecewaan,

Dari berbagai ketidakpastian,

Dari berbagai kehilangan,

Dari berbagai kesedihan,

Dari berbagai keserakahan dan sifat-sifat buruk yang tercela,

Dari berbagai sifat-sifat hewanis maupun predatoris,

Dan dari segala degradasi moralitas kemanusiaan lainnya.

Selama kita masih melekat dan mengandalkan ritual ataupun upacara,

Maka selama itu pula derita masih akan kita hadapi dan jumpai,

Derita yang sama dengan derita nenek moyang kita yang tidak merayakan upacara ataupun ritual apapun.

Gunung masih juga meletus dan akan meletus di masa mendatang,

Gempa masih juga akan menghantui kita di masa mendatang,

Tanpa dapat kita duga,

Serta tanpa dapat kita tolak.

Fenomena alam yang sama dengan fenomena alam yang dihadapi dan dijalani oleh para nenek moyang kita berabad-abad yang lampau.

Itulah bukti,

Bahwa ritual dan upacara,

Tidak benar-benar membawa kita ke arah pintu kebebasan dan pembebasan.

Ritual dan upacara,

Adalah belenggu itu sendiri,

Yang merantai kita,

Dan yang kita cengkeram erat.

Tahun baru,

Adalah sekadar momen bagaikan alaram ataupun alat pengingat,

Bahwa kita perlu hening untuk sejenak,

Ditengah-tengah segala kesibukan kita di era modern yang bergerak serba cepat dalam segala ketergesaan tiada makna ini.

Apapun itu dan bagaimana pun kita memaknai momen semacam tahun baru,

Adalah momen dimana kita berdiam diri untuk sejenak,

Secara hening,

Menghimpun pikiran yang jernih,

Mengembalikan akal sehat kita,

Untuk melihat kembali jejak kita di masa-masa sebelumnya,

Apakah diri dan hidup kita saat kini telah beranjak meningkat,

Atau bahkan sebaliknya,


Kemudian kita membuat kembali tekad yang sama seperti keinginan-keinginan dan harapan-harapan kita di tahun-tahun sebelumnya,

Yakni memiliki masa depan yang lebih sukses,

Masa depan yang lebih makmur,

Masa depan yang lebih sehat,

Masa depan yang lebih ideal,

Masa depan yang lebih dari apa yang telah kita miliki saat kini.

Apapun itu,

Sepanjang sifatnya tidak merugikan orang lain ataupun diri sendiri,

Tekadkanlah kembali,

Perjuangkanlah cita-cita Anda yang selama ini belum tercapai,

Mewujudkan apa yang belum terwujud,

Harapan-harapan Anda yang selama ini belum terlaksana,

Dan berbagai misi hidup Anda,

Yang menurut Anda bermakna bagi diri Anda dan dunia ini.

Apa yang selama ini menjadi kontribusi nyata dari hidup kita kepada dunia ini,

Dan kontribusi apakah yang akan kita bawa dan hasilkan bagi dunia ini untuk kedepannya,

Baik kontribusi positif maupun negatif,

Hendaknya kita mengingat kembali ketika diri kita masih seorang bocah cilik yang kecil,

Dimana tiada anak-anak yang bercita-cita untuk menjadi seorang Adolf Hitler ataupun diktator dan koruptor lainnya ketika mereka dewasa kelak,

Namun mengapa ketika kita beranjak dewasa,

Kian tahun kita kian dikuasai oleh ambisi,


Mabuk akan kekuasaan,

Obsesi yang irasional,

Ketidakpuasan yang hebat,

Lapar harta benda materi dan kepemilikan,

Tidak malu dan tidak takut berbuat jahat dengan merugikan, melukai, ataupun menyakiti orang-orang lainnya,

Atau bahkan menjadi seorang iblis,

Manusia iblis.

Seorang manusia,

Dihormati dan dihargai bukan karena kelahiran maupun karena kematian dirinya,

Namun dinilai dari sejarah perjalanan hidupnya,

Apakah membawa dampak positif ataupun meninggalkan warisan berupa tumpukan sampah yang dihasilkan oleh diri mereka setiap harinya sepanjang hidup,

Mewariskan kebaikan-kebaikan,

Ataukah mewariskan keburukan-keburukan.

Sebagaimana disabdakan oleh Sang Buddha,

Jika segala keinginan kita tidak merugikan orang lain,

Juga tidak merugikan diri kita sendiri,

Maka kejarlah dengan sepenuh hati.


Jika segala keinginan kita justru merugikan orang lain,

Atau bilamana merugikan diri kita sendiri,

Maka tinggalkanlah keinginan ataupun kebiasaan hidup demikian.

Tahun baru akan lebih bermakna bila bukan diisi dengan perayaan,

Namun sebagai momen bagi kita untuk melakukan introspeksi diri,

Bercermin diri,

Menatap ke belakang untuk melakukan evaluasi,

Serta menetapkan tekad untuk menjalani hidup yang lebih baik dan lebih humanis di masa mendatang.

Rayakanlah ketika kita telah berhasil mewujudkannya,

Bukan pada saat Anda ataupun kita masih sekadar membuat harapan-harapan yang bisa jadi sekadar harapan-harapan yang sama dengan harapan-harapan di tahun-tahun sebelumnya,

Bagaikan merayakan delusi diri,

Harapan-harapan mana kita ulangi tahun demi tahun,

Sekadar sebagai upacara atau ritual itu sendiri.

Rayakanlah ketika kita telah setapak demi setapak lebih dekat ke jalan menuju pembebasan,

Dan perayaan puncaknya ialah ketika kita telah benar-benar terbebaskan dari segala derita maupun ketidakpuasan.

Sudah sampai dimanakah diri kita saat kini di tahun ini?