Mari kita bersama-sama membuat keajaiban dengan menabur benih karma baik. Ada akibat, karena didahului oleh adanya suatu sebab (Hukum Sebab-Akibat). Sudahkah kita menanam benih-benih kebajikan pada hari ini?

Keajaiban bersumber dari Perbuatan Bajik, dan Perbuatan Bajik adalah sumber keajaiban. [SANG BUDDHA]

The Answer Is in Our Own Self Awareness. Jawabannya Ada di dalam Kesadaran Diri Kita Sendiri

HERY SHIETRA, The Answer Is in Our Own Self Awareness. Jawabannya Ada di dalam Kesadaran Diri Kita Sendiri

There is nothing we can really cheat on in this life,
We can't even cheat ourselves,
Like when we eat too much and keep eating more,
Or like when we deny how old we get older every day,
Or like when we lack sleep, assuming we can steal time and cheat ourselves.
The question
Could that happen?
We can't even lie and cheat ourselves,
Especially to other people.
In your opinion,
Whether by successfully taking other people's property,
Without a significant obstacle,
Is it an advantage as well as luck for the perpetrators of these crimes?
In your opinion,
Whether by successfully cheating,
Without realizing it and without being noticed by others,
Is it an advantage and luck for the perpetrators of the fraud?
In your opinion,
Whether by successfully deceiving, manipulating, and exploiting,
Without being noticed by the victim,
Is it an advantage and luck for the manipulator?
In your opinion,
Whether by successfully escaping the snares of the law, not even being touched by the law,
And can enjoy the proceeds of crime, until old age,
Is it an advantage as well as luck for the culprit who is as slippery as the eel?
In your opinion,
Does it succeed in deceiving many people,
Then just run away without being held responsible by the fraudsters for the victims,
Is it an advantage as well as luck for the fraudster?
In your opinion,
Whether by successfully trading law and justice,
Enslaving others using legal instruments as an instrument of crime, so that transformed into a “perfect crime”,
Is it an advantage and luck for those who abuse the law?
In your opinion,
Whether by successfully designing a mode of crime in such a way,
So that you can commit the most sophisticated crime that nobody else can think of,
Is it an advantage and luck for the criminal who misused his intelligence?
In your opinion,
Whether by successfully persecuting others or even re-harassing their victims,
Where the victims are helpless, without being able to put up a fight-back,
Is it an advantage and luck for the offender who abuses his physical strength?
In your opinion,
Whether by successfully dodging or even turning back facts,
Where the guilty party becomes the right party, and the right party becomes seen as the guilty party,
Is it an advantage and fortune for the doer, who is skilled in playing with these words?
In your opinion,
Whether by succeeding in returning continuously sacrificing lives and unsurp the rights of others,
Because it has power, so the victims can only be resigned,
Is it an advantage as well as luck for the greedy doer, who even fails to control his own greed?
In your opinion,
Whether by successfully abusing power and what is owned by him,
Into have the power of coercion that can easily hurt and harm others,
Is it an advantage and luck for the doer who has the power and uncontrolled power?
In your opinion,
Whether by successfully establishing the rule of law as an instrument of crime itself,
Where then binds all the people for the personal interests of some parties who monopolize the law and sell it,
Is it an advantage as well as luck for the lawmaker?
In your opinion,
Whether by successfully arguing, debate, and lying fiercely,
So that it can turn the truth or facts upside down,
Even the dark one becomes white and the white one becomes dark,
Is it an advantage and luck for the articulate actor?
In your opinion,
Whether by successfully accumulating various assets,
By robbing rice from someone else's plate,
Is it an advantage and luck for the doer who has no shame?
In your opinion,
Whether by successfully silencing their own consciences and hearts,
Is it an advantage and luck for the doer who blinds his own eyes and heart?
In your opinion,
Whether by successfully running away from responsibility,
And let the victims bear the loss and pain or injury, alone,
Is it an advantage and luck for the irresponsible perpetrator?
You never need any answers from other people,
Whoever knows the answer,
The answer lies right in the depths of our hearts,
Voices of truth and honesty that we can never lie to,
Just like the Law of Karma that will never being deceived, deceived, or deceived by them, especially to be able to run away from the judgment and execution that will be carried out by the Law of Karma.
There is nothing we can really cheat on in this life,
Because we are the inheritors of our own actions,
We will be born of our own deeds,
Where we will be helped by the fruits of our own good deeds,
And we, without exception, will fall and suffer the consequences of our own bad deeds.
That is the truth.
That is justice,
That is the supremacy of the enactment of the Law of Karma which binds all living things, without exception,
That is life,
Very much like a wall,
Whatever we hurl,
Will return to ourselves.
Those who underestimate the consequences of their own actions,
Will fall in a hole they dug themselves.
While those who are not ignorant and are always watching and being aware of their own actions,
Will be helped by himself.
It is not other people or the heavens that are most responsible for us,
But always is ourselves.
© HERY SHIETRA Copyright.

Tidak ada yang benar-benar dapat kita curangi dalam hidup ini,
Kita bahkan tidak dapat bersikap curang terhadap diri kita sendiri,
Seperti ketika kita terlampau banyak makan dan terus makan lebih banyak lagi,
Atau seperti ketika kita memungkiri betapa usia kita semakin bertambah tua setiap harinya,
Atau seperti ketika kita kekurangan tidur dengan asumsi dapat mencuri waktu dan bersikap curang terhadap tubuh kita sendiri.
Pertanyaannya,
Mungkinkah itu terjadi?
Kita bahkan tidak dapat membohongi dan mencurangi diri kita sendiri,
Terlebih terhadap orang lain.
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil mengambil hak milik orang lain,
Tanpa suatu hambatan berarti,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi pelaku kejahatan tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil berbuat curang,
Tanpa disadari dan tanpa diketahui oleh orang lain,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku kecurangan tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil mengecoh, memanipulasi, serta mengekspolitasi,
Tanpa disadari oleh sang korban,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku manipulasi tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil lolos dari jerat hukum bahkan tidak tersentuh oleh hukum,
Dan dapat menikmati harta hasil kejahatan, hingga tua,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku kejahatan yang selicin belut tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil menipu banyak orang,
Lalu kabur begitu saja tanpa dapat lagi dimintakan pertanggungjawaban sang penipu oleh para korbannya,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku penipuan tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil menjual-belikan hukum dan keadilan,
Memperbudak orang lain dengan memakai instrumen hukum sebagai alat kejahatan, sehingga menjelma kejahatan yang sempurna,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi mereka yang menyalahgunakan hukum tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil merancang modus kejahatan yang sedemikian rupa,
Sehingga dapat melakukan kejahatan yang paling canggih yang tidak dapat terpikirkan oleh orang lain,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku kejahatan yang menyalahgunakan kecerdasan miliknya tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil menganiaya orang lain atau bahkan kembali melecehkan korbannya,
Dimana korbannya tidak berdaya, tanpa dapat melakukan perlawanan,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang menyalahgunakan kekuatan fisiknya tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil berkelit atau bahkan memutar balik fakta,
Dimana yang bersalah menjadi yang pihak benar, dan pihak yang benar menjadi tampak seolah sebagai pihak yang bersalah,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang terampil dalam bermain kata-kata tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil kembali secara terus-menerus mengorbankan hidup maupun merampas hak-hak milik orang lain,
Karena memiliki kekuasaan, sehingga korbannya hanya dapat bersikap pasrah,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku penuh keserakahan, yang bahkan gagal untuk mengontrol keserakahannya sendiri tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil menyalahgunakan kekuatan dan kekuasaan,
Hingga memiliki kekuatan daya pemaksa yang dapat dengan mudah melukai dan merugikan orang lain,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang memiliki kekuasaan dan kekuatan tidak terkendalikan tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil membentuk aturan hukum sebagai alat kejahatan itu sendiri,
Dimana kemudian mengikat seluruh rakyat demi kepentingan pribadi beberapa pihak yang memonopoli hukum dan menjual-belikannya,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku pembuat hukum tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil berdebat, berkilah, serta berdusta dengan sengit,
Sehingga mampu menjungkir-balik kebenaran maupun fakta,
Bahkan yang gelap menjadi yang putih dan yang putih menjadi yang gelap,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang pandai berbicara tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil menghimpun berbagai harta kekayaan,
Dengan cara merampok nasi dari piring milik orang lain,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang tidak memiliki rasa malu tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil membungkam hati nurani serta kata hati milik mereka sendiri,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang membutakan mata dan hatinya sendiri tersebut?
Menurut pendapat engkau,
Apakah dengan berhasil lari dari tanggung jawab,
Dan membiarkan para korbannya menanggung kerugian dan derita ataupun luka, seorang diri,
Adalah suatu keuntungan serta keberuntungan bagi sang pelaku yang tidak bertanggungjawab tersebut?
Engkau tidak pernah membutuhkan jawaban apapun dari orang lain,
Siapa pun telah mengetahui jawabannya,
Jawabannya terletak persis di dalam lubuk hati terdalam kita masing-masing,
Suara-suara kebenaran dan kujujuran yang tidak akan pernah dapat kita bohongi,
Sama seperti Hukum Karma yang tidak akan pernah dapat kita tipu, bohongi, perdaya, terlebih untuk dapat lari dari penghakiman dan eksekusi yang akan dilakukan oleh Hukum Karma.
Tiada yang benar-benar dapat kita curangi dalam hidup ini,
Karena kita adalah pewaris dari perbuatan kita sendiri,
Kita akan terlahir dari perbuatan kita sendiri,
Dimana kita akan tertolong oleh buah dari perbuatan baik diri kita sendiri,
Dan kita pun tanpa terkecuali, akan jatuh serta menderita akibat buah dari perbuatan buruk diri kita sendiri,
Sebagai konsekuensinya.
Itulah kebenarannya,
Itulah keadilan,
Itulah supremasi berlakunya Hukum Karma yang mengikat seluruh makhluk hidup, tanpa terkecuali,
Itulah kehidupan,
Sangat menyerupai sebuah tembok,
Apapun yang kita lontarkan,
Akan kembali kepada diri kita sendiri.
Mereka yang meremehkan akibat dari perbuatannya sendiri,
Akan terjatuh dalam lubang yang mereka gali sendiri.
Sementara mereka yang tidak abai dan senantiasa waspada terhadap perbuatannya sendiri,
Akan tertolong oleh dirinya sendiri.
Bukanlah orang lain ataupun langit yang paling bertanggungjawab atas diri kita,
Namun selalu adalah diri kita sendiri.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.

Apa jadinya bila tenaga medis akhirnya “angkat tangan menyerah”, kehabisan tenaga, “lempar handuk” sembari berkata : “Silahkan Anda ‘cuci piring’ Anda sendiri! Anda enak-enakan hidup arogan, bersikap ‘masak bodoh’, lalu kami yang harus mencuri piring kotor Anda? Silahkan Anda bersihkan diri Anda sendiri, dokter bukan babysitter Anda. Dunia ini sudah cukup banyak penyakit dan pasien, Anda pikir selama ini kami kurang kerjaan? Anda sendiri yang kurang kerjaan, merasa hebat sehingga menantang penyakit dan bermain dengan maut.

Pertanyaan Introspektif BAGI YANG MEREMEHKAN ANCAMAN WABAH COVID-19:

Redaksi dengan simpatik mewakili para almarhum korban jiwa COVID-19, yang tidak lagi dapat bersuara memberikan testimoni, izinkan kami untuk mewakili pendapat para korban jiwa COVID-19, apakah para warga yang meremehkan ancaman wabah menular COVID-19, seakan hendak berkata seolah para korban jiwa COVID-19 selama ini KURANG CUKUP BERIMAN, KURANG CUKUP BERIBADAH, dan KURANG CUKUP MENDEKATKAN DIRI PADA TUHAN? Apakah dengan dekat pada Tuhan, maka tiada lagi gunung meletus atau gempa bumi di dunia ini? Sekalipun Anda 100% yakin pada Tuhan, cobalah untuk menyentuh api, mengapa tetap sakit dan melukai?

Bagi masyarakat yang menyombongkan kesehatan mereka dikala wabah merebak, tanyakan ini : “Anda masih bekerja dan keluar rumah saat wabah?”

“Tentu, kerja untuk mencari nafkah. Saya tetap sehat meski berjumpa banyak orang, serta tanpa mengenakan masker. Tidak pernah saya jatuh sakit.”

“Untuk apa nafkah itu?”

“Untuk membeli makanan.”

“Jika tidak makan, apa yang akan terjadi?”

“Perut saya bisa sakit karena lapar dan hidup bisa mati karena kelaparan, atau menderita karena rasa bosan dan mati bosan bila hanya di dalam rumah.”

“Berarti Anda BELUM PUNYA IMAN dan TIDAK BENAR-BENAR KEBAL SAKIT, karena Anda masih bisa menderita karena sakit lapar dan bahkan tewas kelaparan, atau bahkan menderita karena merasa bosan dan mati bosan. Lantas, apa yang membuat Anda berasumsi kebal terhadap virus mematikan?”

Sic utere tuo ut alienum non laedas. “Gunakan tubuh dan mulut kita, tetapi jangan sampai merugikan orang lain.” (“Use our own body in such a manner as not to injure that of another”)

Sebelum melontarkan komentar yang SPEKULATIF, hendaknya memperhatikan perasaan para korban jiwa yang bertumbangan akibat rantai penularan yang tidak terputus berkat “jasa-jasa” para warga masyarakat yang meremehkan wabah menular (menjadi carrier). Apakah data belum menunjukkan cukup banyak korban jiwa akibat COVID-19?

Anda mungkin “kebal” (atau “bebal”), namun bagaimana dengan keluarga Anda? Kesadaran dan mawas diri, adalah bentuk kepedulian bagi sesama. Semua orang memang pasti akan “mati”, namun itu sama artinya tidak menghargai nyawa sendiri dan tidak menghormati hak atas hidup orang lain. Bila Anda tidak sayang nyawa Anda, maka silahkan menantang COVID-19, namun jangan menularkan wabah kepada orang lain yang masih ingin hidup dan berhak untuk hidup.

Berdamai dengan Virus MEMATIKAN (mesin pembunuh pencabut nyawa)? Seolah COVID-19 belum cukup berbahaya. Berdamai, hanya mungkin terjadi ketika kedua belah pihak saling sepakat berdamai. Sejak kapan, sang Virus MEMATIKAN hendak berdamai dengan manusia? Sang virus TIDAK PERNAH KENAL KOMPROMI bahkan terhadap anak-anak dan lansia. Pemimpin yang baik, tidak MEMBODOHI rakyatnya sendiri. Jika kita mampu berdamai dengan Virus, sudah sejak lama rumah sakit kita sepi pasien. Mencari-cari penyakit, dengan taruhan nyawa sendiri dan nyawa orang lain yang tertular oleh yang merasa “kebal”. COVID-19 adalah real, nyata, mematikan, bukan sebuah mitos.

1 orang meninggal, adalah tragedi. Jangan katakan 1.000 orang tewas, adalah statistik. Berkat para “peremeh” demikian, rantai penularan wabah tidak kunjung usai di Republik ini, mungkin tidak lama lagi anak Anda atau keluarga Anda menjadi sasaran korban selanjutnya. Menunggu itu untuk benar-benar terjadi, sekalipun “menyesal selalu datang terlambat”? Satu orang kepala keluarga pencari nafkah menjadi korban jiwa COVID-19, artinya satu keluarga almarhum turut menjadi korban.

Pesan sosial “tidak populis” ini dipersembahkan oleh SHETRA & PARTNERS, sebagai bentuk belasungkawa sedalam-dalamnya bagi para korban jiwa wabah COVID-19, serta apresiasi atas kerja keras para tenaga medis, dimana kontribusi penularannya sedikit-banyak diakibatkan warga masyarakat yang meremehkan pandemik menular mematikan serta merasa “kebal” berkat pelindung “iman” (asumsi spekulatif).

FAKTA SELALU PAHIT, tidaklah perlu kita membohongi diri ataupun warga masyarakat dengan iming-iming “aman dengan cara meremehkan”, “perisai iman”, “menutup mata artinya tiada ancaman di depan mata”, “virus yang tidak berbahaya karena banyak yang sembuh”, ataupun “kesombongan diri yang masih sehat dikala wabah”. Cepat atau lambat, setiap orang pasti akan menua, sakit, dan mati. Kesombongan atas kesehatan Anda yang “masih sehat” dikala wabah merebak, pasti akan “jatuh sakit dan meninggal” pada akhirnya, dimana kesombongan Anda tidak akan kekal. Namun tidak dapat dibenarkan ketika diri Anda menjadi “agen penular” bagi orang-orang lain yang terancam tertular Virus Mematikan. Orang bijaksana tidak mencari-cari / menantang maut serta membawa resiko bagi orang lain akibat penyakit menular dari “orang (terinfeksi) tanpa gejala” (silent transmission).

Kesombongan dengan meremehkan ancaman wabah penyakit, merupakan bentuk KETIDAKPEDULIAN terhadap sesama, dengan membawa ancaman bagi sesama (carrier). Bila dari air yang kita minum dapat terinfeksi bakteri sehingga menderita diare, terlebih serangan virus menular yang telah terbukti MEMATIKAN.

Berbuat baik artinya, tidak menyakiti diri sendiri dan juga tidak merugikan orang lain.” [Sang Buddha]

[Iklan Resmi Terverifikasi] Butuh Jasa Pencarian Produk MADE IN THAILAND dan Impor ke Indonesia?

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia

[VIDEO] Uang adalah Sumber Kejahatan? Kekurangan Uang Justru Rentan menjadi Korban Kejahatan