(Advertisement) KWANG EARRING, Tampil Cantik dengan Harga Terjangkau.

(Advertisement) KWANG EARRING, Tampil Cantik dengan Harga Terjangkau.
Jadikan sebagai Hadiah Terindah bagi Buah Hati Terkasih Anda. KLIK gambar untuk menemukan & memesan ratusan koleksi Anting Imitasi Impor KWANG EARRING. hukum-hukum.com menjamin legalitas toko online asesoris KWANG Earring, produk dikirim via kurir dari Jakarta ke alamat pemesan, dari Sabang hingga Merauke. Tampil muda, stylis, energetik dengan harga sangat terjangkau

24 Januari, 2019

Tagihan Membengkak Akibat Kelalaian Operator Menjual Nomor yang Sama Kepada Dua Pelanggan

LEGAL OPINION
ASPEK HUKUM MEMILIKI NOMOR TELEPON CANTIK OPRERATOR SELULER. WASPADAI MODUS OPERATOR NAKAL PREDATOR PULSA.
Question: Biila ada niat untuk beli nomor seluler yang cantik angkanya, apa nomor itu akan jadi milik kita setelah dibeli untuk seterusnya? Sebenarnya nomor seluler yang dijual operator dalam kartu perdana, itu menjadi milik pembeli atau tetap milik pihak operator? Apa tidak mungkin, ada nomor yang sama tapi oleh operator dijual ke banyak pembeli? Apa pernah terjadi sengketa di pengadilan, satu nomor seluler ternyata benar-benar dijual kepada beberapa pemakai seluler sehingga tagiihan menjadi membengkak?
Brief Answer: Demi asas kepastian hukum dunia niaga, maka nomor telepon / seluler dapat menjadi salah satu komponen identitas usaha pihak pemakai (si konsumen jasa seluler) itu sendiri. Mengingat sifatnya yang mengandung unsur kepentingan usaha pengguna jasa seluler yang ditawarkan oleh pihak operator telekomunikasi kabel maupun nirkabel, maka perlindungan hukum diberikan oleh hukum demi asas kepastian usaha dan kepastian terhadap perlindungan konsumen itu sendiri.
Terdapat hak identitas sang konsumen yang melekat pada nomor seluler tersebut, terutama untuk nomor-nomor yang telah lama dipakai oleh sang pelanggan. Menjual satu nomor seluler yang sama kepada lebih dari satu pelanggan, jelas merupakan perbuatan melawan hukum terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang mengakibatkan kerugian bagi pihak konsumen.
Terminologi “membeli” nomor seluler, sejatinya secara yuridis hanyalah sekadar “menyewa” nomor seluler yang ditawarkan pihak oprator. Namun ketika masa sewa masih aktif berlaku dan terus diperpanjang masa sewanya (dengan rutin membayar tagihan atau mengisi pulsa), maka pihak operator terikat untuk menghargai hak-hak konsumennya.
PEMBAHASAN:
Terdapat sebuah ilustrasi konkret, sebagaimana dapat SHIETRA & PARTNERS cerminkan dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sengketa perdata register Nomor 264/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Pst tanggal 01 Juni 2016, perkara antara:
- SARI PUTRA JOSEPH, sebagai Penggugat; melawan
1. PT. INDOSAT.Tbk., selaku Tergugat; dan
2. FRANS GELORA, selaku Turut Tergugat.
Penggugat adalah pelanggan Pasca Bayar Tergugat, untuk layanan Matrix Indonesia dan satu-satunya pemilik Sim Card seluler dengan nomor 0815-8333-333. Sementara pihak Tergugat merupakan perusahaan dibidang Operator Telekomunikasi Celluler.
Sebagai pelanggan jasa seluler Pasca Bayar Tergugat, Penggugat melakukan pembayaran tagihan dari Tergugat setiap bulannya. Sebagai pelanggan yang baik, Penggugat melakukan pembayaran rutin setiap bulannya dan tidak pernah menunggak.
Penggugat melakukan pembayaran tagihan pemakaian setiap bulannya sampai bulan Februari 2015 tidak ada permasalahan, akan tetapi ketika Penggugat meneliti rincian pemakaian ternyata terdapat beberapa pemakaian yang tidak pernah Penggugat lakukan, yakni pemakaian berkomunikasi ke India.
Oleh karena Penggugat tidak pernah melakukan pemakaian berkomunikasi ke India, maka Penggugat menghubungi Tergugat, mengkonfirmasi keganjilan hal tersebut di atas, ternyata Tergugat telah menerbitkan nomor Sim Card dengan nomor milik Penggugat kepada Turut Tergugat (yang notabene pelanggan lainnya dari sang operator seluler).
Atas tindakan Tergugat yang menerbitkan nomor Sim Card Penggugat kepada Turut Tergugat, mengakibatkan Tergugat secara serta-merta tanpa konfirmasi ataupun verifikasi, melakukan pemblokiran atas SIM Card yang ada pada Penggugat. Tindakan Tergugat yang menerbitkan nomor SIM Card milik Penggugat kepada Turut Tergugat, jelas dikualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum, oleh sebab ketika nomor seluler dibeli oleh pihak Penggugat, dan rutin membayar tagihan nomor bersangkutan, maka pihak operator tidak berhak untuk menjualnya kembali kepada pihak ketiga.
Setelah Penggugat mengajukan somasi terhadap Tergugat, Tergugat kemudian mengundang Penggugat pada tanggal 22 Juni 2015. Akan tetapi dalam pertemuan tersebut Tergugat menolak melakukan permintaan maaf kepada Penggugat melalui 3 media cetak.
Mengingat Tergugat tidak memiliki dasar hukum apapun untuk menerbitkan nomor SIM Card yang sama kepada pihak lain yang selanjutnya Tergugat melakukan pemblokiran terhadap nomor SIM Card milik Penggugat tersebut, sehingga Penggugat tidak dapat menggunakan nomor SIM Card milik Penggugat tersebut, maka dengan demikian Tergugat dikualifikasikan telah melakukan perbuatan yang melawan hukum yang jelas menimbulkan kerugian bagi Penggugat.
Demi lengkapnya para pihak dalam gugatan, untuk itu Penggugat menarik Turut Tergugat dalam perkara ini agar tunduk terhadap putusan pengadilan, sehubungan pernyataan Turut Tergugat yang mengaku telah keliru dalam meminta pergantian kartu kepada tergugat, yang seharusnya 0815.28333.333 menjadi 0815.8333.333 (yang merupakan nomor milik Penggugat. Semestinya Tergugat melakukan verifikasi, bukan sekadar memproses secara sumir (unsur kelalaian).
Disamping tidak dapat menggunakan nomor SIM Card tersebut, Penggugat juga merasa sangat takut dan khawatir, apalagi Penggugat sebagai pengusaha merasa khawatir SIM Card milik Penggugat ternyata direkayasa termasuk juga dilakukan penyadapan dan/atau disabotase, disalahgunakan untuk melakukan pemerasan, penipuan maupun teror. maka atas dasar itu sangat berasalan hukum Penggugat sangat dirugikan oleh perbuatan Tergugat disamping kerugian materil juga kerugian immateril.
Oleh karenanya, Penggugat menuntut Tergugat untuk membayar kerugian materil maupun kerugian immateril, dengan perincian sebagai berikut : Kerugian Materil berupa Biaya Pembayaran tagihan Bulan Maret dan April Rp. 1.064.154,- serta Biaya Pengacara.
Kerugian Immateriil: Adanya perbuatan para Tergugat mengakibatkan Penggugat kehilangan komunikasi dengan relasi bisnis Penggugat, relasi Penggugat tidak dapat berkomunikasi dengan Penggugat, menderita stres, takut, perasaan tidak tenang, kehilangan percaya diri, tercemar nama baik dan kehilangan percaya diri, kerugian immateril ini tidak dapat dinilai dengan uang, untuk itu Penggugat menuntut kerugian immateril dengan sejumlah nominal Rp. 333.333;-.
Adapun ketentuan normatif yang relevan dalam perkara ini, tertuang dalam Pasal 15 Undang-Undang tentang Telekomunikasi:
1. Atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi yang menimbulkan kerugian, maka pihak-pihak yang dirugikan berhak mengajukan tuntutan ganti rugi kepada penyelenggara telekomunikasi.
2. Penyelenggara telekomunikasi wajib memberikan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kecuali penyelenggara telekomunikasi dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan dan atau kelalaiannya.”
Pasal 68 Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi
1. Atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi yang menimbulkan kerugian, maka pihak pihak yang dirugikan berhak mengajukan ganti rugi kepada penyelenggara telekomunikasi.
2. Penyelenggara telekomunikasi wajib memberikan ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), kecuali penyelenggara telekomunikasi dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan dan atau kelalaiannya.
3. Ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terbatas kepada kerugian langsung yang diderita atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi.”
Adapun kelalaian utama yang dilakukan oleh pihak operator seluler, ialah tidak melakukan “Check and Crosscheck” sebelum melakukan approval terhadap permohonan pelanggan lain, juga tidak melakukan verifikasi dan konfirmasi demi menghormati hak-hak pelanggan / konsumen.
Dimana terhadap gugatan sang konsumen, Majelis Hakim membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, telah terbukti bahwa Penggugat adalah pelanggan Tergugat dengan nomor Sim Card nomor 0815.8333.333. yang tidak pernah dibantah oleh Tergugat;
“Menimbang, bahwa dimuka telah terbukti dan dinyatakan bahwa Penggugat adalah pelanggan Pasca Bayar Tergugat dengan layanan Matrix Indonesia dan satu-satunya pemilik No.Sim Card 0815.8333.333;
“Menimbang, bahwa berdasarkan bukti T-1 bahwa Tergugat mendalilkan bahwa pada tanggal 9 Maret 2015 jam 08.43 WIB Turut Tergugat mengirimkan email kepada Corporate Account Management Tergugat yang meminta dibuatkan kembali SIM card dengan nomor 08158333333 dengan alasan hilang. Nomor 08158333333 ini digunakan oleh Director Logistik PT. Sumber Mitra Jaya yang merupakan tempat bekerja dari Turut Tergugat;
“Menimbang, bahwa Corporate Account Management Tergugat membalas email tersebut pada tanggal 12 Maret 2015 jam 11.59 WIB yang mengkonfirmasi apakah benar nomor 08158333333 atas nama Sari Putra Joseph. Turut Terguigat membalas email ini pada tanggal yang sama jam 12.10 WIB meminta untuk mengganti nama yang sebelumnya terdaftar atas nama Sari Putra Joseph, diganti menjadi Surya Vasireddy;
“Menimbang, bahwa berdasarkan konfirmasi yang disampaikan oleh Turut Tergugat kepada Tergugat, maka kemudian Tergugat melakukan perubahan kartu, dimana nomor 08158333333 sudah digunakan oleh PT. Sumber Mitra Jaya sejak tanggal periode 12 Maret 2015 sampai dengan tanggal 2 April 2015;
“Menimbang, bahwa berdasarkan fakta tersebut, proses ganti kartu disebabkan oleh permintaan dari Turut Tergugat dan bukan permintaan dari Penggugat pelanggan Pasca Bayar Tergugat dengan layanan Matrix Indonesia dan satu-satunya pemakai No.Sim Card 0815.8333.333;
“Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P-4 bahwa oleh karena Penggugat tidak pernah melakukan pemakaian berkomunikasi ke India, maka Penggugat menghubungi Tergugat, mengkonfirmasi hal tersebut, ternyata Tergugat telah menerbitkan nomor Sim Card dengan nomor milik Penggugat kepada Turut Tergugat;
“Menimbang, bahwa sebagaimana bukti T-2 yaitu surat dari Tergugat yang ditanda-tangani oleh Meigi Melissa Sigit tanggal 13 April 2015 yang isinya penyampaian permohonan maaf dari Tergugat kepada Penggugat atas kekeliruannya dan berjanji akan melakukan langkah perbaikan pada masa yang akan datang;
“Menimbang, bahwa sebagaimana bukti T-3 yaitu Surat PT. SUMBER MITRA JAYA nomor ... tertanggal 13 April 2015 yang ditanda-tangani oleh Turut Tergugat yang berisi:
1. Bahwa saya telah keliru dalam meminta pergantian kartu yang seharusnya 081528333333 menjadi 08158333333, dengan demikian bertanggung jawab atas dampak yang akan ditimbulkan di kemudian hari atas pemakaian nomor 08158333333 selama pemakaian tanggal 12 Maret 2015 – 2 April 2015, selama tanggal tersebut hanya menghubungi keluarga, rekan kerja dan kolega yang berkaitan dengan urusan pekerjaan;
2. Bertanggung jawab atas biaya pemakaian yang ditagihkan selama pemakaian nomor 08158333333 selama pemakaian tanggal 12 Maret 2015 – 2 April 2015 sebesar Rp 803.776,- dan oleh karena itu semua dampak atau akibat yang ditimbulkan di luar tanggung jawab pemilik asli nomor 08158333333 karena kekeliruan tersebut diatas.”
“Menimbang, bahwa Surat PT. SUMBER MITRA JAYA nomor ... tertanggal 13 April 2015 yang ditanda-tangani oleh Turut Tergugat dan surat Indosat sebagamana bukti T-2 dan bukti T-3 tersebut telah membuktikan bahwa Tergugat dan Turut Tergugat telah mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf kepada Penggugat;
“Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak memiliki dasar hukum apapun untuk menerbitkan nomor Sim Card yang sama kepada pihak lain yang selanjutnya Tergugat melakukan pemblokiran terhadap nomor Sim Card milik Penggugat tersebut, sehingga Penggugat tidak dapat menggunakan nomor Sim Card milik Penggugat tersebut, maka dengan demikian Tergugat dikualifikasikan telah melakukan perbuatan yang melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi Penggugat.
“Menimbang, bahwa disamping tidak dapat menggunakan SIM Card tersebut diatas, Penggugat juga merasa sangat takut dan khawatir, apalagi Penggugat sebagai pengusaha merasa khawatir SIM Card milik Penggugat tersebut, telah direkayasa termasuk juga dilakukan penyadapan dan/atau disabotase, disalah-gunakan untuk melakukan pemerasan, penipuan maupun teror. Maka atas dasar itu sangat beralasan hukum Penggugat sangat dirugikan oleh perbuatan Tergugat disamping kerugian materiil juga kerugian immateril.
“Dimana kerugian materiil yang diderita oleh Penggugat adalah biaya pembayaran tagihan Bulan Maret dan April sebesar Rp. 1.064.154,;
“Menimbang, bahwa tidak ada ketentuan yang mewajibkan seseorang untuk menggunakan jasa Advokat dalam proses beracara di peradilan perdata. Sehingga jika seseorang menunjuk Advokat maka hal tersebut adalah hak hukum dan menjadi tanggung jawab yang bersangkutan;
“Menimbang, bahwa berdasarkan Yurispudensi Mahkamah Agung No. 635 K/Sip/1973 tangal 4 Juli 1974 : ‘mengenai honorarium Advokad karena H.I.R tidak mengharuskan berperkara dengan bantuan seorang Pengacara, maka Pengeluaran untuk Pengacara tidak dapat dibebankan kepada pihak Lawan’.
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, tuntutan ganti rugi materiil yang dikabulkan adalah sejauh kerugian biaya pembayaran tagihan Bulan Maret dan April sebesar Rp. 1.064.154, sedangkan biaya advokad haruslah ditolak;
“Menimbang, bahwa dengan adanya perbuatan para Tergugat mengakibatkan Penggugat kehilangan komunikasi dengan relasi bisnis Penggugat, relasi Penggugat tidak dapat berkomunikasi dengan Penggugat, menderita stres, takut, perasaan tidak tenang, kehilangan percaya diri, tercemar nama baik dan kehilangan percaya diri, kerugian immateril ini tidak dapat dinilai dengan uang, akan tetapi Penggugat menuntut kerugian immateriil Rp. 333.333,-;
“Menimbang, bahwa karena Penggugat menuntut kerugian immateriil dalam batas yang wajar, maka Majelis Hakim akan mengabulkan tuntutan kerugian materiil sebesar Rp.333.333,- sehingga kerugian itu harus dibayar oleh tergugat dan turut Tergugat secara tanggung renteng;
“Menimbang, bahwa gugatan Penggugat dikabulkan untuk sebagian, oleh karenanya terhadap Turut Tergugat harus dihukum untuk tunduk pada putusan perkara ini;
M E N G A D I L I :
DALAM POKOK PERKARA:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan perbuatan Tergugat menerbitkan nomor Sim Card yang sama yaitu nomor 0815.8333.333 kepada pihak lain dan memblokir nomor Sim Card yang sama yaitu nomor 0815.8333.333 yang ada pada Penggugat adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum.
3. Menyatakan Penggugat adalah pelanggan Tergugat dengan nomor Sim Card nomor 0815.8333.333.
4. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kerugian baik materil maupun immateril kepada Penggugat, dengan perincian sebagai berikut:
A. Kerugian Materiil berupa Biaya Pembayaran tagihan Bulan Maret dan April Rp. 1.064.154,-;
B. Kerugian Immateriil. Sebesar Rp. 333.333,-;
5. Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan perkara ini.
6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;
7. Menolak gugatan yang lain dan selebihnya.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR.
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui).
Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST.

Disediakan beragam pilihan paket layanan MEMBERSHIP, bulanan maupun tahunan bagi pengguna jasa perorangan maupun korporasi. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi perusahaan.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan."

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa
Meminta dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah secara komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini.

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Menceritakan masalah hukum ataupun mengajukan pertanyaan hukum sebelum resmi menjadi klien, diberlakukan tarif konsultasi 2 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri saat menghubungi kami, diberlakukan 1,5 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri dan juga menceritakan masalah hukum sebelum resmi terdaftar sebagai klien, diberlakukan 3 kali ketentuan tarif normal. Mengaku-ngaku miskin atau berpura-pura tidak mampu, berlaku tarif 5 kali ketentuan tarif normal.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM