(Advertisement) KWANG EARRING, Tampil Cantik dengan Harga Terjangkau.

(Advertisement) KWANG EARRING, Tampil Cantik dengan Harga Terjangkau.
Jadikan sebagai Hadiah Terindah bagi Buah Hati Terkasih Anda. KLIK gambar untuk menemukan & memesan ratusan koleksi Anting Imitasi Impor KWANG EARRING. hukum-hukum.com menjamin legalitas toko online asesoris KWANG Earring, produk dikirim via kurir dari Jakarta ke alamat pemesan, dari Sabang hingga Merauke. Tampil muda, stylis, energetik dengan harga sangat terjangkau

29 November, 2018

Bangunan Tidak Aman, Mengakibatkan Korban Jiwa karena Kelalaian Pemilik Bangunan, Penanggung-Jawab Perusahaan Dipidana Penjara

LEGAL OPINION
Question: Katanya yang bertanggung jawab perdata ataupun pidana atas sebuah perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas, itu direktur selaku pengurusnya. Apa selalu begitu? Semisal jika ada bagian dari gedung perusahaan yang roboh, lalu menimpa pejalan kaki yang kebetulan melintas di bawahnya, dan si korban meninggal dunia akibatnya.
Apa semuanya harus selalu direksi yang dimintai pertanggung-jawaban perdata dan pidana? Kalau semua disalahkan ke pundak direksi, lalu buat apa perusahaan menggaji manajer yang sesuai ahli dibidangnya masing-masing?
Brief Answer: Biasanya dalam struktur manajemen suatu perseroan yang hierarkhis, terdapat masing-masing penanggung-jawab suatu bidang spesifik. Dalam suatu perusahaan besar, untuk urusan elektrikal dan perawatan konstruksi gedung biasanya dikelola oleh suatu kepala divisi tersendiri. Karena kewenangan serta tanggung jawab telah didelegasikan oleh Direksi Perseroan kepada seorang Kepala Divisi demikian, maka tanggung jawab “rantai komando” tidak selalu harus dimaknai sebagai tanggung jawab direksi, bila terjadi kecelakaan terkait bangunan gedung milik perseroan.
Untuk tanggung jawab konteks perdata, kekayaan badan hukum Perseroan Terbatas itulah yang dapat dimintai pertanggung-jawaban, berdasarkan asas vicarious liabilities. Namun untuk konteks pidana, pertanggung-jawaban dapat bersifat perorangan (individual), terutama kepada pihak-pihak yang paling bertanggung-jawab sesuai kewenangan yang telah dipercayakan oleh pimpinan perusahaan dan diemban olehnya masing-masing.
Begitupula dari unsur kontribusi kesalahan oleh pihak korban. Bila korban tidak mungkin sama sekali dapat menghindari kecelakaan yang dialaminya akibat kelalaian suatu pihak, maka terdakwa dapat dihukum dengan pidana penjara yang cukup lama. Sementara dalam kasus lain meski didakwa dengan pasal pidana yang sama perihal “mengakibatkan kematian akibat kelalaian”, namun terdapat konstribusi kecerobohan pihak korban itu sendiri, terdakwa divonis secara lebih ringan—akan tetapi bukan dimaknai sebagai alasan pemaaf untuk membebaskan terdakwa selaku pelaku yang paling bertanggung-jawab.
PEMBAHASAN:
Untuk memudahkan pemahaman, ilustrasi konkret berikut dapat SHIETRA & PARTNERS jadikan sebagai rujukan utama, sebagaimana tercermin dalam putusan Mahkamah Agung RI perkara pidana register Nomor 1302 K/PID/2016 tanggal 20 Februari 2017, dimana Terdakwa didakwa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Bermula pada tanggal 10 November 2014, saksi Evelyn bersama tiga anaknya yaitu saksi Selfianney, Satrio dan Amanda (korban) berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor. Sesampai di STC sekitar pukul 18.30 WIB, saksi Evelyn langsung parkir motor dan turun bertiga, ketika itu hujan turun gerimis sehingga saksi Evelyn langsung masuk dari pintu depan bersama tiga anaknya tersebut dan langsung menuju Toko DSX yang ada di Lantai 1. Sesampai di Toko DSX, saksi Evelyn menitipkan anak-anak ke saksi Sasmito Nugroho karena saksi Evelyn kembali ke parkiran motor untuk mengambil kunci motor yang ketinggalan.
Setelah saksi Evelyn kembali ke Toko DSX toko, saksi Evelyn langsung mengajak ketiga anaknya untuk jalan-jalan keliling Mall. Beberapa waktu kemudian saksi Evelyn mengajak ketiga anaknya duduk di salah satu kursi yang berdekatan dengan pagar.
Setelah saksi Evelyn duduk, ketiga anaknya mengikuti dari belakang dan berdiri di sekitaran kursi, dimana pada saat itu saksi Evelyn duduk dalam posisi menghadap ke toko sementara Satrio berdiri dekat saksi Evelyn menghadap toko, untuk Amanda (korban) duduk di sebelah kanan saksi Evelyn dengan menghadap ke pagar dan saksi Selfianney berdiri di sebelah kiri saksi Evelyn.
Amanda (korban) duduk dengan melepas sepatu sendalnya dan kedua tangannya memegang pagar dan sesekali berdiri di atas lantai dengan tanpa alas kaki, sementara saksi Selfianney hanya berdiri dekat pagar dan tangannya juga memegangi pagar dan tidak lama kemudian tiba-tiba saksi Evelyn kaget melihat Amanda (korban) langsung jatuh telentang di atas kursi dalam posisi kepala tengadah menghadap ke depan, sementara tubuhnya sudah tidak sadarkan diri, sementara adiknya saksi Selfianney yang tadinya berdiri disebelahnya menangis dengan keras melihat kondisi kakaknya Amanda (korban) yang tidak sadarkan diri dan saksi Selfianney tangan dan kakinya gemetaran karena memegang besi trails pagar.
Selanjutnya saksi Evelyn juga panik dan sempat membangunkan Amanda (korban) dengan cara menepuk wajahnya dan tidak lama pengunjung pun mengerubungi dan ada juga yang memberikan pertolongan dengan memberi minyak kayu putih, selanjutnya saksi Sasmito datang dan langsung membawa Amanda (korban) dengan cara dibopong kemudian dibawa turun tangga ke lantai dasar dan memanggil taxi untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit. Setibanya di Rumah Sakit, Tim Dokter mengatakan “nyawa anak Bapak sudah tidak ada.”
Pada saat dilakukan pengecekan oleh Tim Pemeriksa dari Laboratorium Forensik Mabes Polri terhadap aliran arus listrik di lokasi kejadian, memang benar adanya aliran arus listrik yang mengalir di body Neon Box papan reklame bertuliskan “Sport Hall Function, Hall & Function Room”, dengan ukuran panjang sekitar 3 s/d 4 Meter dan lebar sekitar 1 meter dan dari papan reklame tersebut juga terdapat MCB yang menempel, yang menurut saksi Ir. M. Budi Harto, M.M., tidak sesuai pemasangannya dimana untuk MCB seharusnya dipasang di panel listrik.
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Kriminalistik Nomor Lab tertanggal 20 November 2014, barang bukti 1 unit papan reklame jenis Neon Box di Lantai 1 bangunan STC (Senayan Trade Canter), disimpulkan bahwa: Belitan Body ballast lampu penerangan jenis TL-36 Watt dalam keadaan terhubung langsung (kontak langsung), dan arus listrik yang mengalir pada kerangka papan reklame disebabkan oleh adanya kontak langsung antara belitan dan body ballast lampu penerangan jenis TL-36 Watt.
Terdakwa bekerja di PT. Mandiri Karya Indah Sejahtera sebagai Chief Engineering, yang bertanggung-jawab terhadap semua system gedung yang  meliputi sistem pendingin gedung, sistem pemadam kebakaran, sistem kelistrikan, sistem air limbah, sistem air bersih, sistem plumbing, sistem pendingin perkantoran, sistem paging gedung, sistem bas control, panel listrik tiap lantai, pengerjaan sipil dan genset.
Terdakwa mengetahui di dalam 1 unit Neon Box papan reklame yang menyebabkan kematian tersebut, sudah ada lampu yang mati, dan ada juga lampu yang masih hidup namun tidak tahu berapa jumlahnya yang pasti lampu yang hidup dan lampu yang mati, karena Terdakwa melihat di Neon Box tersebut saat dinyalakan warnanya tidak terang dan agak redup dan Terdakwa tidak menggantinya karena untuk mengganti lampu di dalam Neon Box tersebut dibutuhkan tenaga dan kesulitan yang cukup tinggi sehingga Terdakwa berinisiatif mengganti komponen di dalam Neon Box pada saat diganti materinya sehingga lebih efektif dan berdasarkan aturan dalam PT. Mandiri Karya Indah Sejahtera setiap lampu mempunyai perawatan yang sama yaitu apabila mati akan segera diperbaiki akan tetapi Terdakwa tidak segera mengganti lampu yang mati tersebut.
Dari hasil Visum et Repertum Nomor tertanggal 21 November 2014, diperoleh kesimpulan pada pemeriksaan luar anak perempuan usia tujuh tahun ini (korban), ditemukan luka pada pergelangan tangan kiri dan jari kaki kelima kanan dan kiri yang menurut pola dan gambarannya sesuai dengan luka akibat tersetrum. Selanjutnya juga ditemukan gambaran mati lemas (asfiksia), sebab matinya orang ini tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah.
Terhadap tuntutan pihak Jaksa, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 1591/Pid.B/2015/PN.Jkt.Pst., tanggal 05 April 2016, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menyatakan Terdakwa Danni Dwi Putra Arfianto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘karena kelalaian menyebabkan orang meninggal dunia’;
2. Menghukum Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun;
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalankan Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan.”
Dalam tingkat banding, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 151/PID/2016/PT.DKI., tanggal 13 Juni 2016, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menerima permintaan banding dari Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum tersebut;
2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 05 April 2016, Nomor 1591/Pid.B/2015/PN.Jkt.Pst., yang dimintakan banding tersebut.”
Pihak Terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi, dengan mendalilkan argumentasinya pada kesimpulan dalam dokumen Visum et Repertum terhadap korban tertanggal 21 November 2014, sebagai berikut: “Sebab matinya orang ini tidak dapat ditentukan, karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat”.
Terdakwa juga membahas perihal adanya setrum di kerangka Neon Box, bahwa:
a. Neon Box terpasang pada Tahun 2003, jauh sebelum Terdakwa bekerja di STC (Tahun 2010) dan yang memasang adalah kontraktor, bukan pihak atau management STC;
b. Pada Tahun 2013 terbukti telah dilakukan pengecekan dan perawatan oleh tekhnisi engeenering terhadap lampu dan kondisi Neon Box;
c. Neon Box itu sendiri terpasang di luar dan atau dibatasi oleh pagar / railing, yang tidak mudah dijangkau dan posisi MCB sudah termasuk aman karena letaknya di bawah reling pagar di belakang Neon Box dan tidak akan terjangkau oleh umum. Posisi MCB dalam gambar adalah karena MCB tersebut akan di foto Polisi, maka posisinya berada di luar. MCB dalam keadaan tertutup rapat dan terbungkus;
d. Tidak ada laporan yang disampaikan oleh tehnisi di bawah Terdakwa, maupun oleh bagian kebersihan tentang adanya setrum di kerangka Neon Box.
Mengenai tugas dan tanggung jawab Terdakwa sebagai Chief Engeenering, Terdakwa menolak dan sangat keberatan terhadap pertimbangan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri menyatakan bahwa Terdakwa sebagai Chief Engineering tidak melakukan kontrol dan pengawasan terhadap Neon Box yang bermasalah dan tidak memerintahkan untuk diperiksa dan diganti apabila ada lampu-lampu yang tidak menyala, maka hal ini terbukti telah lalai untuk melakukan tugasnya.
Terdakwa mendalilkan, sebelum kejadian posisi lampu masih terang, dimana setiap hari ada tekhnisi yang keliling melakukan pengechekan. Petugas kebersihan / cleaning service pada area Neon Box dalam keterangannya menyatakan tidak merasakan adanya setrum, dan karenanya tidak pernah melaporkan adanya setrum di kerangka Neon Box. Secara kurang etis, justru Terdakwa menunjuk tanggung jawab kepada orang tua korban, dengan dalil sebagai berikut:
Disini orangtuanya-lah yang berperan dan bertanggung-jawab untuk mengawasi anaknya. Korban sama sekali tidak dapat diminta pertanggung-jawabannya terhadap seorang anak yang datang ke mall STC dalam keadaan basah dan melepaskan sandalnya kemudian mengeluarkan anggota badannya melewati pagar. Adanya setrum dikerangka Neon Box tidak dapat begitu saja dikatakan sebagai kelalaian dari Terdakwa, karena Hukum Pidana mengarah pada pelaku tindak pidana itu sendiri. Tidak adanya laporan bahwa kerangka Neon Box mengandung aliran setrum tidak dapat menjadikan Terdakwa yang adalah Chief Engeneering dapat diminta pertanggung-jawabannya.”
Sikap Terdakwa yang menyatakan mengambil-alih tanggung jawab dari 22 orang tekhnisinya, tidak dapat menjadi alasan tudingan bahwa Terdakwa secara pidana dapat dihukum atau diminta pertanggung-jawabannya di depan hukum, demikian Terdakwa menutup argumentasinya, meski . Dimana terhadap upaya pembenaran diri Terdakwa, Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tersebut Mahkamah Agung berpendapat sebagai berikut:
“Bahwa alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa tidak dapat dibenarkan karena putusan Judex Facti Pengadilan Tinggi yang menguatkan putusan Judex Facti Pengadilan Negeri untuk seluruhnya merupakan putusan yang tidak salah menerapkan hukum, yang mempertimbangkan secara tepat dan benar fakta-fakta hukum yang relevan secara yuridis sebagaimana yang terungkap di dalam persidangan berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan secara sah sesuai dengan ketentuan hukum yaitu Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana ‘karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia’, melanggar Pasal 359 KUHPidana, sesuai dakwaan Penuntut Umum, selain itu Judex Facti juga telah cukup mempertimbangkan dasar alasan-alasan penjatuhan pidana sesuai Pasal 197 Ayat (1) huruf b KUHAP, sehingga Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun;
“Bahwa Terdakwa sebagai Chief Engginering di PT. Mandiri Karya Indah Sejahtera yang bertanggung jawab terhadap semua sistem gedung yang meliputi sistem pendingin gedung, sistem pemadam kebakaran, sistem kelistrikan sistem bas control, panel listrik tiap lantai, pengerjaan sipil dan genset, dan lain-lain;
“Bahwa Terdakwa mengetahui dalam 1 unit Neon Box papan reklame bertuliskan ‘Sport Hall Function, Hall & Function Room’ sudah ada lampu yang mati, namun Terdakwa tidak menggantinya. Karena Terdakwa tidak segera mengganti lampu yang mati tersebut, ternyata pada saat dilakukan pengecekan oleh tim pemeriksaan dari Laboratorium Forensik Mabes Polri, ada aliran arus listrik yang mengalir di body Neon Box papan reklame tersebut dan dari papan reklame tersebut yang terdapat MCB yang menempel tidak sesuai pemasangannya dimana untuk MCB seharusnya dipasang di panel listrik;
“Bahwa akibat Terdakwa tidak melakukan kontrol dan pengawasan terhadap Neon Box yang bermasalah dan Terdakwa tidak memerintahkan untuk segera mengganti dengan lampu yang baru, maka saksi korban yang duduk di kursi dan kedua tangannya memegang pagar dan sesekali berdiri di atas lantai langsung jatuh telentang di atas kursi dalam posisi kepala tengadah sedang tubuhnya sudah tidak sadarkan diri, tangan dan kakinya gemeteran karena tangannya memegang besi teralis pagar kemudian meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Menurut keterangan Dokter di RS. Pertamina bahwa saksi korban kena setrum listrik dengan ciri ada tanda biru di telapak kaki korban;
“Bahwa dari uraian tersebut di atas, ada hubungan kausal antara kelalaian Terdakwa dengan meninggalnya orang, dengan demikian perbuatan Terdakwa melanggar Pasal 359 KUHPidana;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata, putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa DANNI DWI PUTRA ARFIANTO tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR.
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui).
Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST.

Disediakan beragam pilihan paket layanan MEMBERSHIP, bulanan maupun tahunan bagi pengguna jasa perorangan maupun korporasi. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi perusahaan.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan."

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa
Meminta dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah secara komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini.

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Menceritakan masalah hukum ataupun mengajukan pertanyaan hukum sebelum resmi menjadi klien, diberlakukan tarif konsultasi 2 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri saat menghubungi kami, diberlakukan 1,5 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri dan juga menceritakan masalah hukum sebelum resmi terdaftar sebagai klien, diberlakukan 3 kali ketentuan tarif normal. Mengaku-ngaku miskin atau berpura-pura tidak mampu, berlaku tarif 5 kali ketentuan tarif normal.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM