13 Agustus, 2018

PIDANA PENGENDARA MENABRAK PEJALAN KAKI HINGGA TERLUKA

LEGAL OPINION
Question: Jika ada korban sampai terkena tabrak oleh pengendara mobil, tapi korbannya tidak sampai mati, apa hukumannya? Kejadian terjadi tidak disengaja.
Brief Answer: Semua pelaku pelanggaran terhadap ketentuan pidana, juga mengaku bahwa perbuatannya terjadi secara tidak disengaja alias kelalaian semata. Namun kelalaian bukanlah alasan pemaaf dalam pidana, karena baik kesengajaan maupun kelalaian, merupakan kesalahan dalam stelsel hukum pidana, terlebih bagi seorang pengendara kendaraan bermotor yang sudah semestinya sadar sepenuhnya tanggung-jawab dibalik kemudi mesin kendaraan bermotor—sehingga tidak semestinya membiarkan kelalaian sedikit pun untuk mengambil-alih kemudi dan “pedal gas”.
Bukan hanya tanggung jawab terhadap penumpang, namun juga tanggung jawab terhadap pengguna jalan lainnya. bukan hanya kendaraan bermotor roda empat, namun juga kendaraan bermotor roda dua. Bukan hanya korban yang luka berat, korban dengan luka ringan pun pelakunya diancam oleh sanksi pidana.
PEMBAHASAN:
Terdapat ilustrasi konkret, sebagaimana dapat SHIETRA & PARTNERS rujuk pada putusan Mahkamah Agung RI perkara pidana lalu-litas register Nomor 143 K/PID/2016 tanggal 28 Maret 2016, dimana Terdakwa didakwa karena telah mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 310 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.
Bermula ketika Terdakwa mengendarai sepeda motor dari arah Barat ke Timur dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam. Kemudian dari arah Utara ke Selatan, ada tiga orang pejalan kaki hendak menyeberang jalan dan Terdakwa telah melihat mereka penyeberang telah masuk jalur kiri untuk menyeberang jalan, namun Terdakwa tidak memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.
Alih-alih menekan “pedal rem”, Terdakwa justru berjalan terus yang mengakibatkan Terdakwa menabrak pejalan kaki dan terlempar kurang lebih dua meter, dimana Terdakwa sendiri jatuh dan ditabrak oleh sepeda motor lain yang searah dengan Terdakwa.
Terdakwa dengan mereka, korban saat menyeberang jalan kurang lebih 25 yang seharusnya Terdakwa mulai lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Akibat dari kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat antara lain: saksi Painah mengalami luka robek pada pelipis mata kiri, saksi Nuraini Harahap mengalami luka geser otak ringan, patah tulang iga sebelah kanan berjumlah enam, luka robek pada betis kiri dan mengeluarkan darah pada telinga dan mutut, sementara seorang anak kecil mengalami luka lecet pada kaki kiri.
Sebelum terjadi kecelakaan posisi kendaraan Terdakwa berada di depan sedangkan sepeda motor yang dikendarai oleh pengendara lain berada di belakang kendaraan Terdakwa yang searah yaitu dari arah Barat ke Timur. Kemudian dengan kecepatan masing-masing kurang lebih 60 km/jam, dengan tidak bisa menjaga jarak aman sehingga terjadi kecelakaan, yang mana sepeda motor yang dikendarai Terdakwa menabrak tiga orang pejalan kaki hingga Terdakwa ikut jatuh dengan sepeda motornya, lalu pengendara yang berada di belakang Terdakwa turut menabrak sepeda motor Terdakwa karena jarak sangat dekat dan tidak dapat dihindarkan (kecelakaan berantai).
Akibat dari kecelakaan tersebut sebagaimana Visum Et Repertum terhadap korban, terdapat bengkak pada kepala bagian belakang dengan diameter empat centimeter, keluar darah dari telinga kanan, terdapat perlukaan sobek pada kaki kiri belakang betis dengan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter. Kesimpulan diagnosa: ‘cedera kepala sedang’, kerusakan tersebut disebabkan oleh ‘trauma tumpul’. Hal demikian mendatangkan penyakit atau halangan buat menjalankan kewajiban jabatan atau pekerjaan.
Korban yang kedua sebagaimana Visum Et Repertum: Pada punggung pergelangan tangan kiri terdapat luka lecet geser dengan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter, pada pelipis atas mata kiri terdapat luka robek ukuran tiga sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter. Kesimpulan diagnosa: ‘perlukaan pada pelipis mata atas kiri, perlukaan lecet pada pergelangan punggung tangan kiri’, kerusakan tersebut disebakan oleh ‘trauma tajam dan kasar’. Hal demikian mendatangkan penyakit atau halangan buat menjalankan kewajiban jabatan atau pekerjaan.
Korban yang ketiga sebagaimana Visum Et Repertum: Terdapat luka lecet geser pada sentimeter kali satu sentimeter dan dua sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter tampak kulit terkelupas. Perdarahan (+), di bawahnya terdapat luka geser dengan ukuran tiga sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter, terdapat luka geser pada sendi lutut kiri dengan ukuran dua sentimeter kali dua sentimeter kali satu sentimeter, luka sobek di bibir kanan belakang. Kesimpulan diagnosa: “perlukaan lecet geser dan luka sobek”, kerusakan tersebut disebakan oleh ‘trauma tajam dan kasar’. Hal demikian mendatangkan penyakit atau halangan buat menjalankan kewajiban jabatan atau pekerjaan.
Sementara dalam Dakwaan Alternatif, Terdakwa didakwa akibat mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang, sebagaimana diancam pidana dalam Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.
Terhadap tuntutan Jaksa, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 3179/Pid.B/2013/PN.Sby. tanggal 23 April 2014, dengan amar lengkapnya sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menyatakan Terdakwa Septian Rachman Prasetyo, tersebut diatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalulintas dengan korban luka berat;
2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Septian Rachman Prasetyo selama: 4 (empat) bulan.”
Dalam tingkat banding, yang kemudian emnjadi putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor 212/PID/2015/PT.SBY. tanggal 26 Juni 2015, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menerima permintaan banding dari Jaksa / Penuntut Umum dan Terdakwa tersebut;
2. Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 23 April 2014 Nomor 3179/Pid.B/2013/PN.Sby. yang dimintakan banding, sekedar mengenai lamanya Terdakwa dijatuhi pidana penjara, sehingga amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
1) Menyatakan Terdakwa Septian Rachman Prasetyo, tersebut diatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalulintas dengan korban luka berat’;
2) Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Septian Rachman Prasetyo selama: 6 (enam) bulan.”
Pihak Terdakwa mengajukan upaya hukum kasasi, Pemohon Kasasi sangat keberatan atas vonis tersebut mengingat, Terdakwa:
- Waktu kejadian kecelakaan istri Terdakwa dalam keadaan hamil 3 bulan keguguran;
- Korban diajak kekeluargaan menolak (Korban mengingkari janji waktu di rumah sakit, tadinya mau);
- Terdakwa hanyalah pekerja swasta yang punya tanggung-jawab atas istrinya untuk diberikan nafkah.
Dimana terhadapnya, Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa alasan-alasan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tidak dapat dibenarkan, karena putusan Judex Facti / Pengadilan Tinggi yang memperbaiki sekedar lamanya pidana yang dijatuhkan dalam putusan Judex Facti / Pengadilan Negeri yaitu Terdakwa semula dijatuhi pidana penjara selama: 4 (empat) bulan, diubah menjadi pidana penjara selama: 6 (enam) bulan, adalah putusan yang tidak salah menerapkan hukum yang mempertimbangkan secara tepat dan benar fakta-fakta hukum yang relevan secara yuridis terungkap didalam persidangan berdasarkan alat-alat bukti yang diajukan secara sah sesuai dengan ketentuan hukum, yaitu Terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana: ‘Mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat’, melanggar Pasal 310 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 sesuai dakwaan Primair Penuntut Umum;
“Bahwa alasan-alasan permohonan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan pula karena berkenaan dengan lamanya pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa, selain telah diberikan cukup pertimbangan mengenai dasar alasan-alasan penjatuhan pidana dalam putusan Judex Facti / Pengadilan Tinggi sesuai Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, hal tersebut juga merupakan kewenangan Judex Facti yang pemeriksaannya tidak tunduk pada tingkat kasasi;
“Bahwa alasan permohonan kasasi selebihnya dari Pemohon Kasasi / Terdakwa tidak dapat dibenarkan pula karena berkenaan dengan penilaian hasil pembuktian yang berupa penghargaan terhadap suatu kenyataan, yang pemeriksaannya tidak tunduk pada tingkat kasasi;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi / Terdakwa SEPTIAN RACHMAN PRASETYO tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
  • Telepon: 021-568 2703.
  • Fax: 021-560 2810.
  • Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
  • Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM