25 Januari, 2018

BERPANGKAL JANJI INVESTASI, BERUJUNG PIDANA PENIPUAN

LEGAL OPINION
Question: Ada rekan bisnis yang mengajak membiayai suatu usaha. Merasa tertarik atas ajakan tersebut, karena diiming-imingi cek untuk jaminan jika ada masalah dikemudian hari. Ternyata betul saja, dana saya tidak kembali, dan cek itu tidak bisa dicairkan alias cek kosong. Sudah diancam akan saya pidanakan, tapi yang bersangkutan bilang dana itu bisa raib karena resiko bisnis. Apa bisa seenak itu bikin alasan merugikan orang lain?
Brief Answer: Menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sejumlah uang, dengan maksud untuk menipu, dapat dibuktikan dari berbagai keadaan yang terjadi diseputar peristiwa, untuk memperlihatkan apa yang sebenarnya menjadi niat batin dari pelaku (mens rea). Oleh karenanya, tidak semua “resiko usaha” dapat dijadikan justifikasi untuk melepaskan tanggung-jawab.
Dengan kata lain, penentu ada atau tidaknya unsur pidana penipuan dalam hubungan perdata hutang-piutang / pinjam-meminjam / skema investasi, sangat ditentukan dari karakteristik peristiwa yang melingkupinya. Oleh karenanya pula, proses pembuktian menjadi pokok sentral untuk menentukan apakah suatu perbuatan perdata, dapat menjelma pidana atau murni bersifat perdata.
PEMBAHASAN:
Untuk memudahkan pemahaman, untuk itu SHIETRA & PARTNERS merujuk pada putusan Mahkamah Agung perkara pidana register Nomor 2335 K/Pid.Sus/2013 tanggal 5 Pebruari 2014, dimana awalnya bulan November 2011 Terdakwa datang ke rumah SUSANA CHRISTIANTY Ad HARIYADI SRIJAYA selaku korban. Terdakwa mengutarakan niat untuk meminjam uang sebagai modal usaha yang Terdakwa jalankan sebesar Rp20.000.000, dan Terdakwa menawarkan akan mengembalikan lebih.
Selanjutnya pada Desember 2011, Terdakwa datang ke rumah korban untuk mengembalikan pinjaman uang tersebut, pada saat bersamaan Terdakwa menawarkan dan mengajak korban untuk mengikuti program investasi dalam bentuk usaha yang dijalankan oleh Terdakwa berupa alat berat, pembelian besi-besi dan Kopra serta Kelapa Sawit. Kemudian Terdakwa secara lisan menjanjikan akan memberikan keuntungan dan pelunasan investasi dalam jangka waktu tertentu.
Terdakwa mengucapkan iming-iming: “Say, ini ada usaha kalau lagi beruntung atau hoki nanti kamu aku kasih keuntungan sebesar 10% (sepuluh persen) per bulan dari jumlah investasi atau dana yang kamu miliki”, atas ucapan Terdakwa tersebut, membuat korban tertarik untuk mengikutinya dan menyerahkan uang pada Terdakwa melalui Check Cash, setoran tunai, atau transfer M-Banking ke rekening Terdakwa atas nama SELVIRA TAMBAYONG.
Korban tidak mengetahui letak dan lokasi usaha yang dijalankan Terdakwa, karena mempercayakan sepenuhnya pada Terdakwa, sehingga korban kemudian beberapa kali memberikan modal investasi pada Terdakwa. Terdakwa sejak bulan Nopember 2011 telah meminjam uang sebagai modal usaha yang Terdakwa jalani, dan tidak ada kendala dalam hal pengembalian uang pinjaman kepada korban, tetapi sejak kurun waktu bulan Pebruari 2012 sampai dengan bulan Juli 2012, sudah tersendat banyak dana yang macet dimana Terdakwa belum dapat mengembalikan modal usaha dan profit-nya kepada korban.
Terdakwa dalam janjinya akan mengembalikan modal usaha yang berasal dari korban dengan cara pengembalian uang yang diakumulaksikan dengan bunga sejumlah 30% yang dibayarkan Terdakwa per tiga bulan melalui cek chash, namun sejak tanggal 21 Juli 2012 cek chash yang Terdakwa berikan kepada korban tidak ada saldo rekening milik Terdakwa. Terdakwa memberikan 38 cek chash kepada korban, namun cek chash tersebut semuanya dikembalikan oleh pihak Bank dengan Surat Keterangan Penolakan (SKP) dengan alasan tolakan saldo tidak cukup.
Terdakwa mentransfer dana investasi pinjaman ke berbagai usaha tanpa diketahui oleh korban, dan pada saat korban meminta kepada Terdakwa untuk mencek lokasi tempat yang menjalankan usaha tersebut, Terdakwa selalu menolak. Selain itu Terdakwa juga menggunakan uang korban untuk pembelian 1 unit Mobil. Dengan demikian, pihak Jaksa Penuntut Umum menyertakan pula dakwaannya dengan unsur-unsur delik tindak pidana pencucian uang, dimana Terdakwa dinilai mencoba menyamarkan asal-usul uang hasil kejahatannya.
Terhadap tuntutan pihak Jaksa, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Negeri Tangerang No.522/PID.SUS/2013/PN.TNG tanggal 23 Juli 2013, amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menyatakan Terdakwa SELVIRA TAMBAYONG binti MAORITS TAMBAYONG tersebut tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Pertama;
2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari Dakwaan Pertama tersebut;
3. Menyatakan Terdakwa SELVIRA TAMBAYONG binti MAORITS TAMBAYONG tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penipuan;
4. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 5 (lima) bulan;
5. Menyatakan lamanya Terdakwa telah menjalani masa penahanan dan penangkapan dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan tersebut;
6. Menyatakan Terdakwa tetap ditahan.”
Dalam tingkat banding, yang kemudian menjadi putusan Pengadilan Tinggi Banten Nomor 118/PID/2013/PT.BTN tanggal 26 September 2013, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
1. Menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum;
2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 23 Juli 2013 Nomor 522/Pid.Sus/2013/PN.Tng., yang dimintakan banding tersebut;
3. Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan.”
Pihak Jaksa Penuntut mengajukan upaya hukum kasasi, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan yang menarik untuk disimak, sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung ber-pendapat:
“Alasan kasasi Jaksa Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan, Judex Facti tidak salah menerapkan hukum dalam hal menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 378 KUHPidana dengan alasan:
- Terdakwa awalnya meminjam uang dengan mengajak saksi SUSANA Christianty untuk investasi sebesar Rp20.000.000,- kemudian bertambah Rp30.000.000,- dan bertambah lagi menjadi Rp160.000.000,- dengan bunga 6 % perbulan. Pengembalian uang awalnya lancar tidak ada masalah.
- Terdakwa datang lagi ke rumah saksi korban Susana mengatakan: ‘Say, ini usaha, kalau lagi untung atau hoki nanti kamu aku kasih keuntungan sebesar Rp.10 % perbulan’ dari jumlah investasi atau dana yang dimiliki saksi korban. Berbagai bujuk rayu dan rangkaian kata bohong yang disampaikan Terdakwa dalam presentasi guna meyakinkan dan mempengaruhi saksi korban untuk mengikutinya, sehingga saksi korban tergerak hati dan pikirannya mau memberikan atau menyerahkan uang/dananya kepada Terdakwa dengan tujuan investasi yang sesungguhnya tidak jelas atau kedok dari Terdakwa. Bahwa dengan bujuk rayu dan rangkai kata bohong tersebut korban tergerak untuk memberikan dana pribadinya keseluruhannya berjumlah sebesar Rp.2.7 milyard dengan janji bunga sebesar 10 %. Saksi korban setelah diyakinkan oleh Terdakwa, kemudian korban melakukan transfer dengan cara M-Banking, Check Cash atau setoran tunai ke rekening di Bank ... dan Bank ... kepada Terdakwa. Bahwa setiap kali saksi korban melakukan transfer kepada Terdakwa, setiap kali itu pula Terdakwa selalu memberikan cek berikut bunga sebesar 10 %.
- Untuk meyakinkan korban, Terdakwa pada awalnya lancar membayar utangnya, kemudian Terdakwa sejak bulan Juli 2012 pembayaran Terdakwa kepada saksi korban sudah mulai macet.
- Fakta hukum tersebut menunjukkan pinjaman uang dengan ajakan untuk investasi kepada saksi korban dengan iming-iming bunga sebesar 10 % merupakan cara paling ampuh yang dilakukan Terdakwa untuk kebohongan atau bentuk tipu daya/tipu muslihat. Sebab Terdakwa dengan menggunakan iming-iming bunga tinggi dan keuntungan besar, dalam masyarakat Indonesia yang secara ekonomis berpikir instan tentu siapapun orangnya termasuk saksi korban dipastikan akan mudah tergoda dan tertipu untuk menyerahkan uang kepada Terdakwa. Bahwa dalam dunia bisnis atau perdagangan sangat jarang terjadi ada perusahaan atau usaha bisnis dengan perhitungan akan mendapat keuntungan diatas 10 %. Bahwa pada umumnya orang yang hendak melakukan tindak pidana penipuan seringkali menggunakan modus operandy bunga tinggi, dan menyertakan cek sebagai jaminan pembayaran utang kepada nasabah/kreditur atau korbannya. Padahal sesungguhnya cek yang diberikan tersebut sudah dapat dipastikan tidak mempunyai saldo dana didalam rekening Terdakwa, cara yang demikian hanya sebagai gerak tipu-muslihat Terdakwa untuk menutupi itikad buruk atau niat jahat Terdakwa dalam mewujudkan tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Bahwa benar ternyata cek sebanyak 38 lembar yang diberikan Terdakwa kepada saksi korban tidak satupun bisa dicairkan korban, semuanya ditolak oleh Bank ...;
- Bahwa rangkaian kata bohong lainnya atau tipu mjuslihat yang seringkali dilakukan oleh orang yang hendak melakukan tindak pidana penipuan yaitu dengan cara uang pinjaman untuk investasi tersebut, digunakan / dipinjamkan lagi kepada orang lain dalam kaitan kerjasama bisnis dengan orang lain yaitu sdr. NIKE, sdr. ELlS ROKANI. Lalu kemudian dengan dalih usahanya macet atau melarikan diri, sehingga Terdakwa tidak bisa membayar saksi korban. Padahal sesungguhnya hanya tipu-muslihat saja, atau kerjasama bisnis akal-akalan saja untuk bertujuan mengambil uang saksi korban.
- Bahwa untuk mengetahui lebih jelas bahwa Terdakwa melakukan tindak pidana penipuan dapat diketahui melalui perbuatan dan mens rea Terdakwa. Sesuai fakta persidangan, (oleh) Terdakwa uang tersebut digunakan untuk membeli 1 unit mobil ... dan sebagian lagi digunakan untuk kepentingan pribadi. Dengan kata lain bahwa uang yang diambil dan diterima oleh Terdakwa dari saksi korban sudah tidak jelas kemana uang tersebut. Sehingga perbuatan Terdakwa, yang telah merugikan saksi korban, akibat dari perbuatan Terdakwa adalah sebesar Rp.2.7 milyar, belum termasuk sejumlah uang yang tercantum dalam 38 lembar cek yang dikeluarkan Terdakwa. bahwa perbuatan sudah memenuhi ketentuan Pasal 378 KUHPidana.
- Bahwa meskipun uang hasil kejahatan penipuan yang dilakukan oleh Terdakwa sebagaimana yang diuraikan diatas, ditempatkan di PT. Putra Eka Tenindo dengan alasan dipinjamkan kepada sdr. ELlS ROKANI, sdr NIKE untuk usaha alat berat, dan dalam fakta hukum persidangan tidak ada niat Terdakwa untuk tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul uang tersebut, tidak terpenuhi karena saksi korban sudah diberitahu sebelumnya oleh Terdakwa. Sehingga ketentuan tindak pidana pencucian uang Pasal 3 Undang-Undang No.8 Tahun 2010 tidak dapat diterapkan dalam perkara a quo.
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, lagi pula ternyata putusan judex facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/ atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : JAKSA PENUNTUT UMUM pada KEJAKSAAN NEGERI TANGERANG tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
  • Telepon: 021-568 2703.
  • Fax: 021-560 2810.
  • Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
  • Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM