27 November, 2017

Mengundurkan Diri saat Usia Pensiun, Tetap Berhak Pesangon

LEGAL OPINION
Question: Sebagai pegawai swasta, meski konon tidak ada aturan hukum tentang batas usia pensiun seorang pekerja seperti pegawai negeri sipil, sebagai pekerja yang setiap hari harus bekerja di lapangan dengan usia yang sudah lebih dari 57 tahun, rasanya tubuh ini sudah tidak memungkinkan. Dipaksakan sekalipun, nanti justru akan membuat kecelakaan kerja.
Namun perusahaan belum mau mau mempensiunkan. Kalau buruh mengundurkan diri, bisa-bisa tidak dapat apa-apa. Rasanya, seperti dijebak dan terjebak perangkap yang memang sengaja dirancang by design seperti itu bagi para pekerja yang sudah lanjut usia.
Brief Answer: Khusus untuk Pekerja / Buruh swasa yang telah mencapai usia pensiun, dapat mengundurkan diri dengan tetap berhak atas pesangon. Itulah salah satu keistimewaan alias perlindungan hukum bagi seorang tenaga-kerja yang telah memasuki usia pensiun—sebagai suatu jaring pengaman (satefy nett). Kaedah normatif demikian bukanlah kaedah peraturan perundang-undangan, namun kaedah yang dibentuk berdasarkan praktik peradilan (preseden).
PEMBAHASAN:
Salah satu ilustrasi konkret yang dapat SHIETRA & PARTNERS angkat, sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI sengketa hubungan industrial register Nomor 892 K/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal 26 Oktober 2016, perkara antara:
- PT. BETON INDOTAMA SURYA, sebagai Pemohon Kasasi dahulu Tergugat; melawan
- DJOKO MARIYANTO, selaku Termohon Kasasi dahulu Penggugat.
Penggugat telah bekerja pada Tergugat semenjak tahun 1991, dan baru diangkat sebagai Pekerja Tetap dengan gaji bulanan pada tahun 1995. Penggugat pada tanggal 30 Mei 2014 membuat Surat Pengunduran Diri dari perusahaan Tergugat, yang isinya pengunduran diri Penggugat tersebut efektif terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014.
Atetapi Tergugat sama sekali tidak memberikan hak-hak Penggugat sebagai pekerja/buruh yang bekerja kepada Tergugat selaku Pemberi Kerja, berupa hak uang pensiun pada saat Penggugat tepat berusia 55 tahun, yang besarnya sesuai ketentuan Pasal 167 ayat (5) juncto Pasal 156 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Saat Penggugat mencapai usia 55 tahun pada tahun 2010, Tergugat justru tetap mempekerjakan Penggugat sehingga akibatnya timbul permasalahan-permasalahan yang terjadi pada tahun 2014 yang seharusnya tidak perlu dipersoalkan dan patut untuk dimaklumi oleh Tergugat, oleh karena pada saat timbulnya permasalahan tersebut usia penggugat nyata-nyata telah memasuki usia pensiun.
Oleh karena Tergugat tidak memberikan sama sekali hak-hak Penggugat, maka Penggugat menyampaikan Surat Permintaan Perundingan kepada Tergugat melalui Pjs. Ka. Dept.Umum & Personalia Tergugat, namun berujung: “belum ada titik temu / kesepakatan antara pihak pengusaha dan pekerja soal perhitungan tali asih yang akan diberikan.”
Selama dalam hubungan ketenagakerjaan antara Penggugat dengan Tergugat di perusahaan milik Tergugat; Penggugat sama sekali tidak pernah diberitahu dan diberikan naskah Peraturan Perusahaan oleh Tergugat, mengakibatkan Penggugat tidak mengetahui hak dan kewajiban Penggugat sebagai pekerja/buruh yang bekerja.
Tanggal 23 Juni 2014, Penggugat menyampaikan Surat Permohonan Pencatatan Perselisihan Hubungan Kerja kepada Dinas Tenaga kerja Pemerintah Kota Surabaya dan telah diterbitkan Anjuran Mediator Hubungan Industrial tertanggal 29 Mei 2015:
Menganjurkan: Agar pihak perusahaan memberikan uang pisah kepada pekerja sebesar 15 % (lima belas perseratus) dari upah 14 (empat belas) bulan, sebagai berikut: 15% x 14 x Rp2.250.000,00 = Rp4.725.000,00 (empat juta tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah).”—Note SHIETRA & PARTNERS: Bahkan Disnaker dengan sadistik hanya merekomendasi kompensasi berupa Uang Pisah semata, sebagaimana bunyi undang-undang yang ‘kering’.]
Terhadap gugatan sang Pekerja, Pengadilan Hubungan Industrial Surabaya kemudian menjatuhkan putusan Nomor 98/G/2015/PHI.Sby tanggal 14 Desember 2015, dengan pertimbangan serta amar sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa namun demikian, berkaitan dengan petitum gugatan Penggugat angka 4, mengingat masa kerja Penggugat sudah 23 tahun 4 bulan (vide bukti P-2 yang identik dengan vide bukti T-8) dan usia Penggugat telah mencapai 59 tahun (vide bukti P-1) serta asal muasal kronologis dari terjadinya surat pengunduran diri Penggugat, yaitu seirng tidak masuk kerja dikarenakan usia Penggugat sebagaimana vide bukti T-1, T-2, T-3, T-4, T-5, dan T-6, maka berdasarkan rasa keadilan Majelis Hakim berpendapat selain mendapatkan hak-hak atas pengunduran diri, Penggugat juga selayaknya mendapatkan uang pesangon sebesar 1 (satu) kali Pasal 156 Ayat (2), Uang Penghargaan Masa Kerja sebagaimana Pasal 156 Ayat (3) dan Uang Penggantian Hak sebagaimana Pasal 156 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan jumlah total sebesar Rp43.987.500,00 (empat puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah) dengan perincian sebagai berikut: ...;
MENGADILI :
Dalam Pokok Perkara;
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat terputus terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014;
3. Menyatakan Surat Pengunduran diri Penggugat tanggal 30 Mei 2014 adalah sah secara hukum;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar hak–hak atas putusnya hubungan kerja kepada Penggugat berupa, Uang Penggantian Hak sebagaimana Pasal 156 ayat (4) Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sebesar Rp5.737.500,00 (lima juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah) dan Uang Pesangon sebesar 1 (satu) kali Pasal 156 ayat (2), Uang Penghargaan masa kerja sebagaimana Pasal 156 ayat (3) dan Uang Penggantian Hak sebagaimana Pasal 156 ayat (4) Undang–Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan jumlah total sebesar Rp43.987.500,00 (empat puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus Rupiah);
5. Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya.”
Pihak Pengusaha mengajukan upaya hukum kasasi, dengan pokok keberatan bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan Perusahaan terkait dengan Pekerja atau Buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, hanya memperoleh uang pisah sesuai ketentuan Pasal 156 ayat 4 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 atau sesuai kebijaksanaan perusahaan.
Dengan demikian, terkait dengan pengunduran diri dari Penggugat, maka Penggugat hanya berhak untuk mendapatkan Uang Pisah yang mana besarannya tersebut sesuai dengan Peraturan Perusahaan yang telah disahkan tersebut.
Oleh karenanya, Penggugat tidak berhak lagi memperoleh uang pesangon, uang penghargaan masa kerja maupun uang penggantian hak, melainkan hanya uang pisah saja. Dimana terhadap dalil-dalil pihak Pengusaha, Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena setelah meneliti secara saksama memori kasasi dan Kontra Memori Kasasi tanggal 4 April 2016 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Facti dalam hal ini Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya tidak salah menerapkan hukum, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Bahwa mengingat masa kerja Termohon Kasasi sudah mencapai 23 tahun dan 4 bulan dimana usia Termohon Kasasi telah mencapai 59 tahun (bukti P.1 dan P.2) dan Termohon Kasasi mengajukan pengunduran diri karena itu Termohon Kasasi sering tidak masuk. Maka itu berdasarkan keadilan selayaknya Termohon Kasasi dapat diberikan uang pesangon sebesar 1 (satu) kali Pasal 156 ayat (2) dan uang penggantian masa kerja sebagaimana Pasal 156 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
“Menimbang bahwa terlepas dari pertimbangan tersebut diatas, Mahkamah Agung berpendapat bahwa amar putusan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Surabaya harus diperbaiki sepanjang mengenai Uang Penggantian Hak (UPH) tidak diberikan lagi karena sudah masuk dalam hitungan pesangon dan amar putusan.
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, ternyata bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi PT. BETON INDOTAMA SURYA tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
1. Menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. BETON INDOTAMA SURYA tersebut;
2. Memperbaiki amar putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 98/G/2015/PHI.Sby tanggal 14 Desember 2015, sehingga amar selengkapnya sebagai berikut:
Dalam Pokok Perkara:
1) Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2) Menyatakan hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat terputus terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014;
3) Menyatakan Surat Pengunduran diri Penggugat tanggal 30 Mei 2014 adalah sah secara hukum;
4) Menghukum Tergugat membayar hak–hak atas putusnya hubungan kerja kepada Penggugat berupa uang Pesangon sebesar 1 (satu) kali Pasal 156 ayat (2), uang Penghargaan masa kerja sebagaimana Pasal 156 ayat (3), dan uang Penggantian Hak sebagaimana Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebesar Rp5.737.500,00 (lima juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) dengan jumlah total sebesar Rp43.987.500,00 (empat puluh tiga juta sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah);
5) Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
  • Telepon: 021-568 2703.
  • Fax: 021-560 2810.
  • Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
  • Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM