14 Mei, 2017

Perselisihan Kepentingan Status Pekerja, Tiada Kasasi

LEGAL OPINION
Question: Kalau para buruh bersikeras dirinya adalah Pekerja Tetap, sementara managemen hanya mengakui mereka sebagai Pekerja Kontrak, maka itu masuknya sebagai ‘perselisihan kepentingan’ atau ‘perselisihan hak’? Memang ada bedanya?
Brief Answer: Sengketa perihal status Pekerja / Buruh, semisal perbedaan pandangan tentang status hubungan industrial berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, atau sebatas Pekerja Harian Lepas, Pekerja Borongan, dsb, yang bila dipersengketakan oleh salah satu pihak (biasanya oleh pihak Pekerja ketika menghadapi pemutusan hubungan kerja), masuk dalam kategori ‘perselisihan kepentingan’ yang tidak dapat diajukan upaya hukum kasasi atas putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)—berbeda dengan ‘sengketa PHK’ maupun ‘sengketa terkait penafsiran hak normatif’ yang masih dibuka peluang upaya hukum kasasi hingga Peninjauan Kembali.
PEMBAHASAN:
Salah satu kasus konkret yang dapat SHEITRA & PARTNERS rujuk, ialah putusan Mahkamah Agung RI sengketa ‘perselisihan kepentingan’ register Nomor 641 K/Pdt.Sus-PHI/2015 tanggal 26 November 2015, perkara antara:
- PT. SIANTARJAYA EKATAMA, sebagai Pemohon Kasasi dahulu Tergugat; melawan
- 129 orang Pekerja / Buruh, selaku Para Termohon Kasasi dahulu Para Penggugat.
Terhadap perselihan industrial yang terjadi antara para pihak dimana Pengusaha dinilai telah melanggar Perjanjian Kerja Bersama, Mediator dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik telah menerbitkan Anjuran tertulis tentang status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (Karyawan Tetap).
Penggugat menerima Anjuran, sementara Pengusaha menolaknya, sehingga Penggugat kemudian mengajukan gugatan, yang pada pokoknya meminta Pengadilan Hubungan Industrial Gresik agar berkenan memberikan putusan: Menyatakan penetapan hubungan kerja sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) sesuai Anjuran Disnaker.
Terhadap gugatan para Pekerja, Pengadilan Hubungan Industrial Gresik kemudian menjatuhkan putusan Nomor 18/Pdt.Sus-PHI/2014/PN Gs tanggal 7 April 2015 dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
DALAM POKOK PERKARA:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;
2. Menyatakan hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat dengan Hubungan Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT);
3. Menghukum Tergugat untuk menetapkan Para Penggugat sebagai karyawan berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap;
4. Menghukum Tergugat untuk membayaran uang paksa sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk setiap hari keterlambatan menjalankan putusan ini;
5. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya.”
Pengusaha mengajukan upaya hukum kasasi, dengan mengemukakan bahwa yang menjadi substansi PKB (Perjanjian Kerja Bersama) dalam perkara ini, memuat antara lain kesepakatan:
1. Jika antara Para Penggugat dengan Tergugat dalam perjanjian tersebut lama bekerjanya hanya dalam waktu 3 (tiga) bulan saja;
2. Pekerjaan yang dilakukan oleh Para Penggugat/Termohon Kasasi adalah pekerjaan penunjang bukan produksi.
Dimana terhadapnya, Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat :
“bahwa keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena setelah meneliti secara saksama memori kasasi tanggal 21 Mei 2015 dan kontra memori kasasi tanggal 10 Juni 2015 dihubungkan dengan pertimbangan judex facti, dalam hal ini Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Gresik tidak salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Bahwa perkara a quo adalah perkara Perselisihan Kepentingan sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 angka (3) Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004, karena pokok perkara dalam gugatan a quo adalah berkenaan dengan perubahan perjanjian kerja;
- Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 putusan Pengadilan Hubungan Industrial mengenai Perselisihan Kepentingan merupakan putusan pertama dan terakhir, oleh karena itu pengajuan upaya hukum kasasi atas putusan PHI a quo tidak dapat diterima;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi: PT SIANTARJAYA EKATAMA, tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima;
“Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 dalam Musyawarah Majelis Hakim Agung pada tanggal 26 Nopember 2015 terdapat perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) dari Pembaca I Hakim Anggota Dwi Tjahyo Soewarsono, S.H., M.H. yang berpendapat:
“Bahwa alasan-alasan keberatan dari Pemohon Kasasi dapat dibenarkan, karena Judex Facti telah salah dan keliru serta tidak tepat dalam menilai, menimbang, dan menerapkan hukumnya;
“Bahwa adanya surat pernyataan dari Termohon Kasasi yang menyatakan mulainya bekerja tanpa didukung bukti lain yang merupakan perjanjian kerja maka surat pernyataan tersebut secara yuridis tidak mempunyai nilai bukti;
“Bahwa berdasarkan bukti perjanjian kerja harian lepas (PHL – T3) dibuat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, Kepmen Nomor 100/MEN/VI/2004 tentang ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan jangka waktu PHL berakhir demi hukum. Maka sudah seharusnya permohonan kasasi dapat dikabulkan;
“Menimbang, bahwa oleh karena terjadi perbedaan pendapat (Dissenting Opinion) antara Ketua Majelis dengan Anggota Majelis dan telah diusahakan dengan sungguh-sungguh tetapi tidak tercapai permufakatan maka sesuai Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 setelah Majelis bermusyawarah dan diambil keputusan dengan suara terbanyak yaitu permohonan kasasi yang diajukan dinyatakan tidak dapat diterima;
M E N G A D I L I :
“Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. SIANTARJAYA EKATAMA.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR.
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui).
Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan."

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa
Meminta dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah secara komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini.

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Menceritakan masalah hukum ataupun mengajukan pertanyaan hukum sebelum resmi menjadi klien, diberlakukan tarif konsultasi 2 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri saat menghubungi kami, diberlakukan 1,5 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri dan juga menceritakan masalah hukum sebelum resmi terdaftar sebagai klien, diberlakukan 3 kali ketentuan tarif normal. Mengaku-ngaku miskin atau berpura-pura tidak mampu, berlaku tarif 5 kali ketentuan tarif normal.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM