18 Mei, 2017

Gugatan PHK Disertai Gugatan PMH

LEGAL OPINION
Ketika Pelanggaran Berat Pekerja Menimbulkan Kerugian Berat Bagi Pengusaha
Question: Karyawan yang sudah langgar SOP perusahaan, sehingga kantor jadi merugi besar sekali, boleh dong, dipecat? Tapi apa perusahaan tetap wajib bayar pesangon ke karyawan itu yang sudah buat rugi tidak sedikit bagi perusahaan?
Brief Answer: Pelanggaran oleh pihak Pekerja yang mengakibatkan kerugian berat bagi pihak Pengusaha, melahirkan hak pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi Pengusaha. Namun, dalam praktik beragam putusan pengadilan hingga Mahkamah Agung, tampaknya kerugian pihak Pengusaha tidak dapat secara serta-merta dikompensasikan dari hak atas pesangon sang Pekerja yang terkena kebijakan PHK—memang tampak rancu, namun demikianlah dalam praktiknya karena regulasi tertulis belum mengatur secara tegas kebolehan menyatukan (mencampur-adukkan) “gugatan sengketa hubungan industrial” dengan “gugatan Perbuatan Melawan Hukum (meminta ganti-rugi)”.
PEMBAHASAN:
Terdapat ilustrasi representatif kasus yang lebih ekstrim, sebagaimana dapat SHIETRA & PARTNERS rujuk pada putusan Mahkamah Agung RI sengketa PHK register Nomor 956 K/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal 30 November 2016, perkara antara:
1. NICOLAS HERLAMBANG, dan 2. ASRIL AMRAN; Para Pemohon Kasasi dahulu Para Tergugat; melawan
- PT. PANASONIC GOBEL INDONESIA, selaku Termohon Kasasi dahulu Penggugat.
PT. Panasonic Gobel Indonesia (Penggugat) merupakan Pengusaha yang memiliki jenis usaha perdagangan besar barang elektronik, baterai, lampu dan keperluan rumah tangga. Sementara Tergugat I menjabat sebagai General Manager dan Tergugat II menjabat sebagai Manager.
Para Tergugat dinilai melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku pada perusahaan, dimana Para Tergugat dianggap telah melakukan pelanggaran dan kelalaian yang menimbulkan kerugian materiil bagi perusahaan, sehingga atas pelanggaran dan kelalaian tersebut, menimbulkan kerugian materiil bagi Penggugat, sehingga memberikan hak kepada Penggugat untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Diketahuinya kerugian materiil yang dialami Penggugat, didasarkan pada temuan audit internal yang menemukan persetujuan Para Tergugat untuk melakukan rekapitulasi list perubahan (koreksi) grade produk barang milik perusahaan Penggugat yang telah dijual kepada pihak ketiga yang semula ‘B Class’ diubah menjadi ‘C Class’, terhadap produk-produk yang ternyata sudah disepakati dengan jual-beli oleh pembeli rekanan perusahaan Penggugat, dan saat dilakukan pengecekan ulang produk-produk tersebut sudah berada di gudang pembeli (rekanan perusahaan Penggugat).
Perubahan grade produk yang diubah atas perintah Tergugat I dan Tergugat II ternyata pada saat produk-produk tersebut sudah berada di gudang pembeli rekanan perusahaan Penggugat—bukan terhadap produk-produk yang berada di gudang milik perusahaan Penggugat, hal ini melanggar ketentuan dalam SOP perusahaan.
Yang menarik dari sengketa PHK ini, Pengusaha selaku Penggugat memang dalam petitum-nya menyatakan kesediaan memberi kompensasi pesangon akibat PHK yang Pengusaha ajukan, namun disaat bersamaan meminta hakim agar (dalam pokok permohonan Penggugat):
Menghukum Para Tergugat secara tanggung-renteng membayarkan ganti kerugian yang dialami oleh perusahaan Penggugat yang disebabkan karena tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Para Tergugat sebesar Rp780.111.749,00.
Terhadap gugatan Penggugat, Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat kemudian menjatuhkan putusan Nomor 293/Pdt.Sus-PHI/2015/PN.Jkt.Pst., tanggal 25 April 2016, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
Dalam Pokok Perkara:
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Para Tergugat terhitung sejak putusan diucapkan;
3. Menghukum Penggugat untuk membayar kepada Para Tergugat kompensasi atas Pemutusan Hubungan Kerja terhadap Para Tergugat berupa Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantian Hak untuk masing-masing Tergugat dengan perincian sebagai berikut:
- Tergugat I Nicolas Herlambang, sebesar Rp483.979.800,00 (empat ratus delapan puluh tiga juta sembilan ratus tujuh puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah);
- Tergugat II Asril Amran, sebesar Rp234.682.800,00 (dua ratus tiga puluh empat juta enam ratus delapan puluh dua ribu delapan ratus rupiah).”
Meski gugatan Pengusaha agar para Pekerja dihukum membayar ganti-rugi atas pelanggaran / kelalaian Para Tergugat, tidak dikabulkan oleh PHI, sang Pekerja tetap saja mengajukan upaya hukum kasasi, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat :
“Bahwa keberatan-keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena setelah meneliti secara saksama memori kasasi tanggal 25 Mei 2016 dan kontra memori kasasi tanggal 20 Juni 2016 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Facti Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh Termohon Kasasi/Penggugat terhadap Para Pemohon Kasasi/Para Tergugat dikarenakan Para Termohon Kasasi/Para Tergugat telah melakukan pelanggaran kerja yang sangat merugikan Termohon Kasasi/Penggugat, yaitu Para Pemohon Kasasi telah merubah grade class terhadap barang-barang produk perusahaan yang sudah dibeli dan berada di gudang pihak ketiga/rekanan (CV Fajar Jaya) dari grade B Class menjadi grade C Class tanpa ijin Termohon Kasasi, yang mengakibatkan kerugian karena terdapat selisih harga sebesar Rp780.111.749,00 (tujuh ratus delapan puluh juta seratus sebelas ribu tujuh ratus empat puluh sembilan rupiah);
- Bahwa atas perbuatannya tersebut Para Pemohon Kasasi/Para Tergugat sebelumnya telah dilakukan skorsing (sebagaimana Pasal 14 PKB) dan selanjutkan di PHK berdasarkan Pasal 161 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan Pesangon 1 (satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), Uang Penghargaan Masa Kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan Uang Penggantian Hak sesuai Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, ternyata bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi: NICOLAS HERLAMBANG dan kawan tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi: 1. NICOLAS HERLAMBANG, 2. ASRIL AMRAN, tersebut.”
Meskipun gugatan Pengusaha atas kerugian yang dialami perusahaan, tidak dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial, tidak berarti pihak Pengusaha tidak dapat mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum secara terpisah kepada sang mantan pihak Pekerja ke hadapan Pengadilan Negeri, dimana putusan PHI yang menyatakan benar bahwa sang Pekerja telah membuat rugi perusahaan atas pelanggaran / kelalaian yang dilakukannya, dapat diajukan sebagai alat bukti otentik yang bersifat “menentukan” guna menguatkan dalil gugatan PMH.
Salah satu (atau mungkin satu-satunya) putusan atas vonis pengadilan sebelumnya yang telah diputus “Menolak / Ditolak”—karena dalam butir terakhir dari amar putusan PHI, hakim menyatakan “Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya (perihal ganti-rugi atas kerugiaan Pengusaha)”, namun ketika pihak Pengusaha mengajukan gugatan PMH guna meminta ganti-rugi terhadap sang mantan Pekerja, hakim pada Pengadilan Negeri masih dapat “Mengabulkan” permintaan agar para mantan Pekerjanya dihukum membayar ganti-rugi atas kerugian yang diderita Pengusaha.
Sebenarnya, SHIETRA & PARTNERS menilai, amar putusan PHI dalam redaksionalnya perlu disempurnakan, alih-alih “Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya”, namun perlu dikoreksi menjadi berbunyi: “Menyatakan tidak dapat menerima gugatan Penggugat perihal permohonan menghukum ganti rugi sebesar Rp. ...”.
Bila kita taat asas, amar putusan “TOLAK” hanya dapat dimaknai sebagai tertutup sudah gugatan ulang dengan pokok dan permintaan serupa untuk diajukan dikemudian hari, dimana bila tetap memaksa mengajukan gugatan ulang, maka Majelis Hakim hanya dapat menjatuhkan vonis: “Gugatan Penggugat dinyatakan Tidak Dapat Diterima (niet ontvankelijk verklaard) karena nebis in idem.”
Namun bila redaksional amar putusan PHI berbunyi: “Menyatakan Tidak Dapat Menerima permintaan penghukuman ganti rugi terhadap para Tergugat karena keliru kompetensi absolut”, maka Pengusaha masih dibenarkan mengajukan gugatan ganti-rugi (akibat PMH) ke hadapan Pengadilan Negeri terhadap sang eks-Pekerja.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR.
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui).
Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan."

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa
Meminta dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah secara komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini.

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Menceritakan masalah hukum ataupun mengajukan pertanyaan hukum sebelum resmi menjadi klien, diberlakukan tarif konsultasi 2 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri saat menghubungi kami, diberlakukan 1,5 kali ketentuan tarif normal. Tidak memperkenalkan diri dan juga menceritakan masalah hukum sebelum resmi terdaftar sebagai klien, diberlakukan 3 kali ketentuan tarif normal. Mengaku-ngaku miskin atau berpura-pura tidak mampu, berlaku tarif 5 kali ketentuan tarif normal.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM