09 April, 2017

Kontraproduktif Mempailitkan Debitor Akibat Harapan Semu

LEGAL OPINION
Question: Pak Hery (dari SHIETRA & PARTNERS) bilang kalau lembaga keuangan yang berbidang usaha investasi seperti MTN (medium term note) maupun REPO (repurchase agreement), selama diawasi dan tunduk pada regulasi BI (Bank Indonesia) maupun OJK (Otoritas Jasa Keuangan), maka yang berwenang mempailitkan perusahaan investasi tersebut adalah OJK. Toh, buktinya ada sebuah perusahaan investasi yang dikabulkan permohonan pailit oleh salah seorang nasabahnya ke hadapan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena perusahaan investasi ini gagal mengembalikan dana investasi pada kreditornya. Jadi mana yang benar?
Brief Answer: Putusan Pengadilan Niaga tersebut berpotensi besar dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI, karena setiap lembaga jasa keuangan perbankan maupun non perbankan yang tunduk pada pengawasan BI dan OJK, hanya dapat dipailitkan oleh OJK, tidak dapat diajukan pailit oleh kreditor perorangan.
Memang terdapat kelemahan utama kaedah yang dibakukan oleh praktik di Mahkamah Agung, mengingat adalah sangat sukar menggerakkan OJK untuk bersikap responsif, disamping fakta di lapangan bahwa OJK kerap menunda-nunda investigasi terhadap laporan kreditor / konsumen jasa keuangan /masyarakat.
OJK dinilai sebagian masyarakat sebagai ‘penunda’, karena lemahnya pengawasan maupun lambannya penanganan laporan oleh OJK sehingga kreditor perorangan tergerak dengan rasa terpaksa untuk mengambil sikap sendiri—sehingga semestinya Mahkamah Agung dapat memaklumi hal demikian.
Namun yang juga perlu disadari, kreditor jasa keuangan investasi kerap hanya berkedudukan sebagai Kreditor Konkuren yang tidak terjamin pelunasan piutangnya layaknya Kreditor Separatis pemegang agunan, dan juga bukan merupakan Kreditor Preferen Teristimewa layaknya piutang Kantor Pajak maupun piutang Upah Buruh—sehingga, adalah kontraproduktif mempailitkan debitor sementara yang didahulukan pelunasannya ialah Kreditor Separatis dan Kreditor Preferen, disamping fakta sosial-ekonomis dimana fee kurator yang terbilang besar jumlahnya didahulukan pula dari Kreditor Konkuren sehingga hampir selalu didapati harta kekayaan debitor tidak lagi memiliki sisa untuk melunasi piutang Kreditor Konkuren.
Praktis, tiada gunanya mempailitkan seorang / sebuah debitor bila status sang Pemohon Pailit hanyalah selaku Kreditor Konkuren—salah kaprah yang masif terjadi dalam praktik, dengan asumsi keliru bahwa mempailitkan debitor sementara dirinya hanya Kreditor Konkuren, akan mendapat pelunasan, yang faktanya harta kekayaan (aktiva) debitor bahkan kerap kali tidak cukup untuk melunasi kewajiban (liability) bagi Kreditor Separatis maupun Pajak Tertunggak maupun para Upah Pekerjanya.
Itulah sebabnya, sangat direkomendasikan bagi warga negara yang bersinggungan dengan masalah hukum untuk berkonseling dengan jasa seorang Konsultan Hukum, ketimbang terhasut untuk secara membabi-buta mengajukan gugatan yang kontraproduktif pada akhirnya: dana kredit tidak kembali, dan gugatan hanya menang di-atas kertas—sebuah kerugian biaya, waktu, serta emosi yang jauh lebih besar lagi.
PEMBAHASAN:
Ilustrasi konkret berikut menjadi rujukan konkret SHIETRA & PARTNERS, sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI perkara kepailitan register Nomor 302 K/Pdt.Sus-Pailit/2015 tanggal 7 Juli 2015, antara:
- FRANSISKA ANINDITYA PUTRI, sebagai Pemohon Kasasi dahulu Pemohon Pailit; terhadap
- PT. BRENT VENTURA, selaku Termohon Kasasi dahulu Termohon Pailit.
Kedudukan Hukum Pemohon Pailit sebagai Kreditur dari Termohon Pailit selaku Debitur. Termohon Pailit menerbitkan 2 Surat Pengakuan Hutang Jangka Menengah (Medium Term Notes), masing-masing:
1. Nomor Kontrak 002732/MTN-I/BV/I/2014, nominal Rp700.000.000,- diterbitkan 9 Januari 2014, Bunga 10,50 % p.a. tanggal jatuh tempo 9 April 2014;
2. Nomor Kontrak 002937/MTN-I/BV/1/2014, nominal Rp550.000.000,- diterbitkan tanggal 24 Januari 2014, Bunga 11% p.a. jatuh tempo 24 April 2014.
Dengan demikian, Termohon Pailit mempunyai utang kepada Pemohon Pailit sebesar Rp1.250.000.000,-. Berdasarkan uraian di atas, Pemohon Pailit merupakan Kreditur dari Termohon Pailit. Sesuai dengan tanggal jatuh tempo pertanggal 30 Mei 2014, ternyata Termohon Pailit tidak mengembalikan utang tersebut kepada Pemohon Pailit sebagaimana dituangkan dalam Perjanjian Investasi secara Notaril tersebut.
Terhadap permohonan pernyataan pailit sang kreditor perorangan, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk selanjutnya memberikan putusan Nomor 50/Pdt.Sus.Pailit/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst., tanggal 16 Februari 2015, dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI :
Dalam Pokok Perkara:
- Menolak permohonan Pemohon Pailit.”
Sang kreditor mengajukan upaya hukum kasasi, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena Judex Facti dalam hal ini Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah tepat dan benar, serta tidak salah dalam menerapkan hukum, dengan alasan sebagai berikut:
“Bahwa sesuai dengan fakta persidangan, Termohon adalah Perusahaan Modal Ventura (PMV) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2012 tentang Perusahaan Modal Ventura yang dalam menjalankan kegiatannya berada dibawah pengawasan Ketua Bapepam Lembaga Keuangan (sekarang Otoritas Jasa Keuangan / OJK) sehingga sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Kepailitan dan PKPU, pihak yang berhak mengajukan Permohonan Pailit adalah Otoritas Jasa Keuangan, oleh karenanya putusan Judex Facti dalam perkara a quo sudah tepat, sehingga layak untuk dikuatkan;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, ternyata putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 50/Pdt.Sus.Pailit/2014/PN.Niaga.Jkt.Pst., tanggal 16 Februari 2015 dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, sehingga permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi FRANSISKA ANINDITYA PUTRI tersebut harus ditolak;
M E N G A D I L I
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi FRANSISKA ANINDITYA PUTRI tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

HANYA PEMBELI EBOOK SERTA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK ATAS INFORMASI YANG BENAR (Kami juga butuh makan nasi).
Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN (bisa jadi benar, bisa jadi tidak, hanya penulisnya sendiri yang paling mengetahui). Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung websiteSyarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASI.

PERINGATAN : (Bila Anda bisa mendapat nomor kontak / email kami, berarti Anda pasti telah membaca peringatan tegas berikut)
HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), pada website khusus terpisah yang kami jamin kebenaran datanya, disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan. Konsultan Shietra juga menyediakan jasa LEGAL ASSESSMENT bagi korporasi.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

Manusia beradab menjunjung sikap Resiprositas, Prinsip TIMBAL-BALIK. Seorang pengemis tidak pernah memiliki masalah hukum, terlebih masalah tanah atau masalah tenagakerja, dan pengemis tidak mencari makan dengan merampok nasi dari piring milik profesi orang lain. Pasal 28D Ayat (2) Undang-Undang Dasar RI 1945: "Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan." Tidak ada kewajiban bagi kami untuk diganggu, dan Anda tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami. Ada HAK, maka ada KEWAJIBAN.

Ada Harga, ada Barang. Ada Tarif, ada Jasa. Masalah hukum tidak berbeda dengan "penyakit". Tidak ada satu orang pun yang dengan senang hati bersentuhan dengan "penyakit" milik orang lain, tanpa kompensasi. Karena itu adalah wajar jasa kami dibayar "mahal". Sedia "payung" sebelum "hujan", dan kami menyediakan "payung hukum" untuk Anda berlindung.

Adalah tidak waras, mengambil sesuatu tanpa membayar dari sebuah toko, itu namanya MENCURI. Sama tidak etisnya, mengharap dilayani & menyita sumber waktu kami yang terbatas, meminta data / informasi hukum hasil kerja keras kami, memohon ilmu hasil pengorbanan waktu dan biaya kami, namun tanpa mau membayar sejumlah kompensasi, itu namanya MERAMPOK NASI DARI PIRING KAMI, terlebih sengaja melanggar ketentuan website bahkan menyalahgunakan nomor kontak kami dengan berpura-pura tidak mengetahui bahwa kami sedang mencari nafkah.

Kami pun berhak untuk berdagang jasa dan mencari nafkah! Kantor Virtual kami ini adalah kantor hukum komersiel. Ribuan ID pelanggar telah kami publikasi dalam laman BLACKLIST akibat setiap harinya selalu saja ada pelanggar yang menyalahgunakan nomor kontak / email kami dan melanggar syarat & ketentuan website ini. Kami menyebutnya sebagai "manusia Sampah" yang secara vulgar telah melanggar namun mengharap dilayani?!

-------
Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi")Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan ShietraMenjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online.
Pendaftaran KLIEN: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku. Bila syarat mutlak tersebut tidak diindahkan, maka telepon ataupun pesan Anda akan kami nilai sebagai spam, tidak akan kami respon)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18. (Seluruh nomor kontak dan alamat email profesi kerja kami ini, hanya diperuntukkan untuk PENDAFTARAN KLIEN PEMBAYAR TARIF. Menyalahgunakan nomor kontak / email kami untuk tujuan lain, berarti pelanggaran yang akan kami jatuhi sanksi. Pahami betul-betul Etika Komunikasi Anda saat mencoba menghubungi kami)
- Email: konsultasi@hukum-hukum.comhery.shietra@gmail.com

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM