21 Maret, 2017

Ketika Pekerja Balik Menggugat Gugatan Pengusaha

LEGAL OPINION
Question: Saya digugat perusahaan, agar saya dipecat. Tapi saya yakin tak akan kalah. Maling teriak maling. Masalahnya, sekalipun jika benar saya tidak dikalahkan pengadilan, masak iya, bisa kerasan bekerja pada perusahaan yang menggugat pegawainya sendiri. Sebagai seorang pegawai, musti bagaimana?
Brief Answer: Jika memang tidak lagi harmonis, dan dirasa lebih baik mem-putus hubungan kerja (PHK) disertai kompensasi pesangon, ajukan gugatan balik (rekonpensi) pada saat menjawab / membantah dalil-dalil surat gugatan Pengusaha.
Gugatan balik dalam register yang sama, tidak akan menambah panjang waktu pemeriksaan ataupun diputusnya proses gugat-menggugat—karena diperiksa dan diputus sekaligus antara gugatan konpensi dan rekonpensi. Rekonpensi juga tidak menimbulkan kewajiban biaya apapun bagi pihak Pekerja / Buruh. Bila gugatan Pengusaha ditolak Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), maka peluang seorang Pekerja untuk memenangkan rekonpensi, tentu akan lebih lebih besar.
PEMBAHASAN:
Ilustrasi perlawanan pihak Pekerja terhadap gugatan Pengusaha berikut dapat menjadi cerminan sekaligus inspirasi, sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI sengketa hubungan industrial register Nomor 21 PK/Pdt.Sus-PHI/2016 tanggal 8 Maret 2016, perkara antara:
- PT. SUBUR INDUSTRI PLASTIK, sebagai Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Penggugat; melawan
- 13 (tiga belas) orang Pekerja, selaku Para Termohon Peninjauan Kembali dahulu Para Tergugat.
Terhadap gugatan Penggugat, Para Tergugat mengajukan rekonvensi. Para Penggugat Rekonvensi telah bekerja 15 tahun bahkan ada yang hingga 20 tahun. Selama bekerja, Para Penggugat Rekonvensi belum pernah melakukan pelanggaran atau melakukan tindakan yang tidak terpuji yang merugikan perusahaan.
Secara mendadak, tanpa adanya pemberitahuan ataupun sosialisasi dari pihak Pengusaha, dilakukan perubahan pembayaran upah yang semula pembayaran dilakukan tiap minggu, namun tiba-tiba berubah menjadi 2 minggu, sehingga dengan adanya perubahan secara mendadak tersebut, membuat para Pekerja kalang-kabut dan panik mengingat upah tersebut akan dicanangkan untuk membayar sesuatu yang sudah terjadwal.
Bermula dari kejadian tersebut, para Pekerja menanyakan kepada pihak Pengusaha, namun oleh Pengusaha tidak memberi tanggapan yang baik, justru para Pekerja dinilai telah melakukan pelanggaran berat, meski para Pekerja hanya sebatas meminta haknya, sehingga menimbulkan gesekan.
Mengingat hubungan kerja sudah tidak harmonis lagi, sehingga tidak dimungkinkan untuk dilanjutkan, maka para Pekerja mohon agar hubungan kerja antara pihak Pengusaha dan Pekerja, diputus lewat gugatan balik ini.
Oleh karena hubungan kerja antara para Pekerja dan pihak Pengusaha diputus dan dikehendaki oleh pihak Pengusaha, maka sudah sepatutnya Pengusaha diwajibkan memberi kompenasasi sebagaimana ketentuan Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni: uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan upah selama tidak dipekerjakan.
Terhadap gugat-menggugat tersebut, Pengadilan Hubungan Industrial Surabaya kemudian menjatuhkan putusan Nomor 01/G/2014/PHI.Sby., tanggal 19 Mei 2014, dengan amar sebagai berikut:
“MENGADILI :
DALAM KONVENSI:
- Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
DALAM REKONVENSI:
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat Rekonvensi untuk sebagian;
2. Menyatakan hubungan kerja antara Para Penggugat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi putus sejak tanggal 31 Oktober 2013;
3. Menghukum Tergugat Rekonvensi membayar kepada Para Penggugat Rekonvensi yakni uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, upah bulan September 2013 sampai Oktober 2013 sebesar sebagai berikut: ...
4. Menolak gugatan Para Penggugat Rekonvensi untuk selain dan selebihnya.”
Adapun dalam tingkat kasasi, amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 565 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 28 November 2014 sebagai berikut:
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. SUBUR INDUSTRI PLASTIK, tersebut.”
Pengusaha mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali, dimana terhadapnya Mahkamah Agung membuat pertimbangan serta amar putusan sebagai berikut:
“Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan peninjauan kembali tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
“Bahwa alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena setelah meneliti secara saksama alasan-alasan peninjauan kembali tanggal 9 September 2015 dihubungkan dengan pertimbangan Judex Juris, dalam hal ini Mahkamah Agung tidak melakukan kekhilafan atau kekeliruan yang nyata;
“Bahwa dalam surat gugat Penggugat, sekarang Pemohon Peninjauan Kembali dengan tegas menyatakan identitas selaku PT. Subur Industri Plastik beralamat di Jalan Berbek Nomor 17 Waru Sidoarjo, sehingga hal itu menjadi pengakuan yang mempunyai nilai pembuktian yang kuat;
“Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, Mahkamah Agung berpendapat permohonan pemeriksaan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali PT. SUBUR INDUSTRI PLASTIK tidak beralasan, sehingga harus ditolak;
M E N G A D I L I :
Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali PT. SUBUR INDUSTRI PLASTIK tersebut.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

Kebenaran ulasan hukum dalam website, TIDAK DIJAMIN. Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan opini dan data yang terjamin kebenarannya. Pahami, bahwa kami sedang mencari nafkah. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung website.

Syarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASIHANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST. Peringatan tersebut sudah sangat jelas dan tegas. Tidak akan kami tolerir sikap dari pihak-pihak yang mendalilkan tidak membaca atau tidak memahami peringatan yang sudah sedemikian tersurat.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi"). Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Terdapat ribuan konsultan hukum kompetitor kami, namun hanya ada satu orang Konsultan Shietra. Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Reservasi Jadwal: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif layanan yang berlaku)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18.
- Email: konsultasi@hukum-hukum.com, hery.shietra@gmail.com

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Informasi serta opini hukum yang Benar dan Terjamin, hanya menjadi Hak Istimewa klien pembayar tarif ataupun pembeli eBook yang kami jual. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut", akibat salah penanganan oleh yang bukan ahli dibidangnya.

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat berakibat FATAL. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

Tidak bersedia membayar tarif jasa, mengharap "selamat" dan meminta "dilayani"? Hargai profesi kami, sebagaimana profesi Anda sendiri hendak dihormati. Pihak-pihak yang menyalah-gunakan nomor telepon, email, maupun formulir kontak kami, berlaku sanksi. Sadari, selain klien pembayar tarif, maka masalah Anda bukanlah urusan kami.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM