PERBEDAAN KARAKTER PENDAFTARAN MEREK DAN PENCATATAN HAK CIPTA

LEGAL OPINION
Question: Untuk memperpanjang merek kami yang telah terdaftar, sangat memakan waktu dan biaya. Acapkali permohonan pendaftaran ulang merek kami baru mendapat pengesahan bertahun-tahun kemudian. Mengingat jangka waktu merek terdaftar hanya dalam hitungan beberapa tahun, berbeda dengan hak cipta yang terdaftar untuk perlindungan hingga hitungan puluhan tahun, belum lagi pendaftaran merek bersifat untuk jenis kelas-kelas barang tertentu saja jadi tidak memproteksi untuk semua jenis / kelas barang / jasa, bisakah kami ambil jalan pintas dengan mendaftarkan seni logo merek kami dalam daftar hak cipta sehingga tidak dapat dipergunakan ataupun dicatut oleh pihak lain?
Brief Answer: Sejak  keberlakuan Undang-Undang Hak Cipta terbaru, hal tersebut tidak dapat dilakukan. Merek atau seseuatu yang memiliki karakteristik sebagai merek dagang / jasa, hanya dapat didaftarkan dalam daftar umum merek. Perlu disadari kalangan pengusaha, bahwa kelebihan utama sistem pendaftaran merek ialah masa perlindungan hukumnya bisa berlaku selamanya sehingga tidak memungkinkan pihak lain mencatut merek terdaftar—dengan catatan bila terus secara rutin merek tersebut dipergunakan dan diperpanjang masa berlakunya (pendaftaran ulang tanpa batasan berapa kali pun merek tersebut diperpanjang masa perlindungannya), berbeda dengan hak cipta yang memiliki masa kadaluarsa tanpa dapat didaftar ulang.
PEMBAHASAN :
Pasal 58 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta:
(1) Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan:
a. buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
g. karya arsitektur;
h. peta; dan
i. karya seni batik atau seni motif lain,
berlaku selama hidup Pencipta dan terus berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.
(2) Dalam hal Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimiliki oleh 2 (dua) orang atau lebih, pelindungan Hak Cipta berlaku selama hidup Pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung selama 70 (tujuh puluh) tahun sesudahnya, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.
(3) Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman.

Pasal 65 UU No. 28 Tahun 2014:
“Pencatatan Ciptaan tidak dapat dilakukan terhadap seni lukis yang berupa logo atau tanda pembeda yang digunakan sebagai merek dalam perdagangan barang/jasa atau digunakan sebagai lambang organisasi, badan usaha, atau badan hukum.”
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
Budayakan hidup JUJUR dengan menghargai Jirih Payah, Hak Cipta, Hak Moril, dan Hak Ekonomi Hery Shietra selaku Penulis.

(Advertisement) KWANG EARRING, Tampil Memukau dengan Harga Terjangkau [KLIK GAMBAR Lihat Koleksi]

KLIK GAMBAR untuk menemukan koleksi asesoris dengan harga terjangkau namun berkualitas, toko online anting Jakarta

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM

eBook PERBUATAN MELAWAN HUKUM
Mengupas Kaedah-Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM