BLACKLIST

ORANG-ORANG BERMENTAL PENGEMIS, LEBIH HINA DARI PENGEMIS



Sudah jelas, bahwa seorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dan sesuap nasi dari jasa layanan konsultasi tanya-jawab. Bukan hanya Anda yang berhak atas penghasilan yang patut dan layak, sesuai profesi masing-masing.



Kami jelas-jelas sedang menjual JASA. Bagaimana mungkin, seseorang mengharap membeli JASA kami dengan harga NOL Rupiah? Itu namanya MERAMPOK, bukan membeli. 



Apanya lagi yang dapat dinegosiasikan atau dijawab, bila tuntutannya tidak manusiawi semacam itu? Itu adalah pertanyaan yang tidak pernah butuh jawaban: "Maukah Anda bekerja bagi saya, tapi tanpa upah?" Mengapa tidak mereka tanyakan kepada diri mereka terlebih dahulu, sebelum mengajukan pertanyaan melecehkan demikian kepada kami?

"Fenomena mendadak miskin" seperti kasus Surat Keterangan Tidak Mampu, tampaknya sudah menjadi watak karakter Bangsa Indonesia yang tidak jujur dan disaat bersamaan penuh sikap tamak. Laman ini sebagai sarana kami untuk mememberi sanksi bagi pihak-pihak yang "mendadak miskin" demikian, seolah dirinya pengemis tanpa rumah dan tanpa pekerjaan, sehingga meminta dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan apapun.

Baik itu konsultan pajak, konsultan saham & investasi, konsultan interior, konsultan konstruksi, tidak terkecuali profesi kami selaku Konsultan Hukum, mencari nafkah secara legal dengan memungut tarif. Hanya manusia tidak berperasaan yang menanyakan: "Apakah boleh dilayani tanpa dipungut tarif?".

Adalah sangat tidak etis, mencoba menghubungi kami dengan niat buruk untuk meminta dilayani, tanpa mau menyadari profesi kami yang mencari nafkah untuk keluarga dari jasa layanan konsultasi. Adalah hak kami untuk menuntut tarif profesi.

Menghubungi dan memaksa kami untuk melayani mereka, tanpa mau dibebani tarif, sama artinya telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, yang mencari nafkah secara legal dari layanan jasa konsultasi. Mengapa tidak mereka lecehkan dan "perkosa" saja profesi mereka sendiri?

Dapat dipastikan pihak-pihak yang melecehkan dan "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, sadar sepenuhnya bahwa kami mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Sebab: 1.) Judul sudah sedemikian besar: LEGAL CONSULTANT; 2.) Terdapat link serta menu TARIF KONSUTLASI; 3.) Telah dicantumkan secara tegas dalam setiap halaman, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF. 4) Informasi perihal nomor kontak kami selalu diiringi peringatan adanya ketentuan TARIF yang berlaku).

Hal tersebut merupakan indikator tidak terbantahkan, bahwa pelaku berpura-pura tidak tahu bahwa kami mematok tarif layanan jasa sesuai profesi kami. Adakah sebutan yang lebih tepat, selain "pemerkosaan secara vulgar" terhadap profesi kami?

Kemungkinannya hanya ada 2, yakni: pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Mereka tidak mungkin tidak tahu bahwa kami mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, sebab: jika mereka menyetahui nomor kontak kami, berarti mereka membaca perihal TARIF. Logo website LEGAL CONSULTANT sudah sangat menjelaskan perihal profesi kami. Dimana dalam setiap halaman website tercantum link TARIF KONSULTASI. Malas membaca ketentuan tarif, merupakan indikator mutlak adanya itikad buruk saat mencoba menghubungi kami.

Dimana-mana, calon pengguna jasa terlebih dahulu menanyakan perihal tarif, bukan sekonyong-konyong "memperkosa" profesi kami dengan mengajukan pertanyaan hukum atas permasalahan yang bukanlah urusan kami.

Bagaimana mungkin, mereka merasa memiliki hak untuk menjajah dan memperlakukan kami seperti pekerja rodi? Pelecehan demikian merupakan derajat keterlaluan yang demikian tidak manusiawi dan tidak termaafkan--kami menyebutnya "perilaku yang lebih hina dari seorang pengemis tanpa rumah dan tanpa pekerjaan".

Telah kami cantumkan dalam publikasi website, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF, dan nomor kontak yang kami sertakan ialah untuk INFO TARIF. Adalah sangat melecehkan bila masih saja terdapat pihak-pihak yang menghubungi kami, dengan berpura-pura tidak mengetahui profesi kami yang memungut tarif atas layanan jasa konsultasi.

Sama munafiknya dengan kalangan pekerja yang menuntut upah kerja, namun disaat bersamaan menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif. Sama biadabnya ketika seorang pedagang menuntut pembeli membayar barang / jasa yang dijual, namun disaat bersamaan menuntut kami untuk memberi pelayanan jasa konsultasi tanpa mau menyadari hak kami atas tarif jasa profesi.

Hanya orang tidak waras, yang menyatakan bahwa pemilik toko adalah "mata duitan" hanya karena pemilik toko menetapkan harga pada barang yang dijualnya. Sama gilanya, bila ada orang-orang yang mengatakan "mata duitan" kepada seorang penyedia layanan jasa konsutlasi yang mematok tarif layanan jasa profesinya.

Orang dewasa yang sehat akalnya, mampu berpikir sendiri tanpa perlu kami tegur ataupun hardik, bahwasannya seseorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dari layanan jasa konsultasi tanya-jawab, entah Konsultan Pajak, Konsultan Property, tidak terkecuali profesi Konsultan Hukum. Setiap orang berhak mencari nafkah, dan profesi konsultan adalah profesi yang legal.

Tidaklah merupakan kejahatan memungut tarif profesi. Yang jahat ialah mereka yang "memperkosa" profesi konsultan dengan meminta dilayani tanpa mau menyadari hak pemberi jasa dan kewajiban pengguna jasa. Apakah jahat, bila seorang pemilik tokok mematok harga terhadap barang yang dijualnya?

Bahkan seekor anjing sekalipun, berhak untuk menyalak dan menggigit Anda bila dirinya disakiti. Ketika Anda merasa berhak untuk melecehkan profesi kami, maka adalah hak kami untuk balik melecehkan Anda. Adapun latar belakang dipublikasikannya sebagian dari database blacklist kami, simak selengkapnya dalam https://www.hukum-hukum.com/2018/05/ambivalensi-antara-korban-dan-pelaku.html

Berikut kami share dan publikasikan pihak-pihak tidak bertanggung-jawab, baik yang telah menipu kami maupun mereka yang telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, agar masyarakat umum dapat bersikap waspada dan berhati-hati terhadap mereka sebagaimana list dibawah ini yang telah melakukan praktik "perbudakan" serta "pemerkosaan" terhadap profesi kami:
  • HERBERT ARITONANG, yang mati-matian membela sang 'guru cabul' ini bahkan mengajukan praperadilan tanpa mau menyadari perasaan orang tua para korban sang 'guru cabul' yang dibelanya. Begitupula ROYNAL PASARIBU, keduanya bekerja sesuai profesinya sebagai advokat, namun tanpa membebani tarif pada pengguna jasa? Keduanya merupakan pengacara bermental 'pengemis' yang mengemis pada kami untuk dilayani, dimana keduanya tidak bersedia dibebani tarif sepeserpun. Inilah sanksi bagi mereka akibat 'memperkosa' profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal;
  • Evy Susantie 085236167169 (pengacara spesialis "maling teriak maling");
  • Bob Setyanegara 081932177244 (pengacara yang membudaki rekan kerjanya sendiri);
  • Septia / Dita Darry Sauqi, BBM D2A9C558, 082266202969, 082245752489, 085732802128 (Bahkan tidak memperkenalkan diri ketika menghubungi kami, seketika "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsutasi tanya-jawab seputar hukum, tanpa mau memaklumi hak kami atas tarif, meski berkonsultasi perihal sengketa boedel warisan tanah yang tentunya membuktikan dirinya sebagai "orang kaya bermental pengemis" yang tega "memperkosa" profesi kami, dan menghardik kami ketika kami menuntut tarif layanan. Pemerkosa bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini, bahkan marah kepada kami (yang notabene merupakan korban ketamakan dirinya). Penjual makanan ini adalah seorang penipu berbahaya, yang dengan tamak menuntut dilayani tanpa mau mengakui kewajibannya untuk membayar tarif, alias merampok hak orang lain. Agar masyarakat tidak sampai menjadi korban penipuan serupa. Pihak tersebut diatas, sangatlah BERBAHAYA. Orang gila bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini bahkan menghina kami sebagai "mata duitan" hanya karena kami menyatakan memungut tarif atas jasa profesi kami. Kami juga butuh makan dan berhak atas nafkah sesuai profesi kami! Mata pencaharian dan nafkah adalah Hak Asasi Manusia. Hanya orang-orang sakit jiwa yang melarang kami untuk mencari nafkah secara legal. Tidak salah bila kemudian kami menyebut Septia / Dita Darry Sauqi, sebagai PELACUR / PEMERKOSA profesi orang lain.). Dirinya sendiri menjual makanan dengan sejumlah nominal harga kepada pembeli, namun mengapa kami dituntut untuk bekerja baginya tanpa harga? Yang lebih luar biasa, tanpa mampu merasa bersalah ataupun malu, dirinya mengancam akan membawa suaminya untuk melakukan kekerasan, semata hanya karena kami menolak untuk kerja rodi atas penjajahan yang dilakukan Dita Darry Sauqi. BIla Dita Darry Sauqi ingin menjadi "pelacur tanpa bayaran", maka itu bukanlah urusan kami, sepanjang yang bersangkutan tidak memaksa kami untuk kerja rodi. Kami berhak atas nafkah profesi secara legal untuk makan nasi, dan kami menghargai jirih payah keringat orang tua kami yang telah bersusah-payah membiayai sekolah kami. Tiada seorang pun berhak untuk melecehkan ataupun memperkosa harkat dan martabat kami;
  • Panca Budi Pratama Group, perusahaan plastik perusak lingkungan yang melakukan praktik perbudakan tenaga kerja, dimana satu pekerja dipekerjakan untuk kepentingan tiga puluhan badan hukum milik Jhony Taslim, bahkan memotong upah meski pekerja melakukan kerja lembur;
  • PT. AUDITSI UTAMA, perusahaan rekruitmen penipu pimpinan Eddy Santoso Tjahja (mantan direksi JobsDB yang dipecat secara tidak hormat oleh JobsDB) dan Liliana Tjia, dimana setelah melakukan 200 jam kerja sesi layanan konsultasi hukum dan dengan segala biaya yang dikeluarkan secara pribadi, tidak juga diberi upah sebagaimana dijanjikan;
  • 081318830832. Yumi Wijdan (@yumiwijdan_oshope), yumitriayu, mengirimi kami pesan bernada manipulatif eksploitatif dengan kutipan berikut: "Selamat malam, ibu / bapak." Setelah yang bersangkutan menyaru seolah sebagai klien sehingga kami berikan tanggapan yang ternyata hanya akan membuang menyita kami, meski website telah menegaskan bahwa hanya klien yang berhak menuntut dilayani, Yumi Wijdan kembali menyampaikan: "Saya karyawan perusahaan swasta bernama yumi. Saya punya masalah perihal hak uang pisah dengan perusahaan tempat saya bekerja. Bila bapak / ibu berhati mulia, tentu akan membantu saya untuk masalah ini." Mengapa tidak dirinya saja yang sesuai profesinya bekerja pada kami, tapi tanpa upah? Apakah pemilik restoran yang tidak mau memberi makan Anda, Anda sebut sebagai pembunuh berdarah dingin? Ternyata, Yumi Wijdan menolak untuk bekerja pada kami tanpa upah. Maka, untuk apa kami membantu penipu berhati BUSUK bernama Yumi Wijdan? Bukankah sudah sepatutnya penipu manipulatif bernama Yumi Wijdan, tertipu oleh perusahaan tempatnya dulu bekerja? Bagaimana mungkin, seorang penipu berkeberatan ketika dirinya tertipu? Setelah kami investigasi ID yang bersangkutan, Yumi Wijdan ternyata menjual pakaian muslimah. Apakah Yumi Wijdan selama ini "berhati mulia" dengan menjual tanpa harga sepeser pun kepada pembeli? Mengapa seakan hanya Yumi Wijdan yang berhak atas nafkah, sementara kami hanya boleh "makan batu" dan menjadi budak penjajahan rodi? Entah sudah berapa banyak jatuh korban manipulatif Yumi Wijdan yang pandai memanipulasi ini;
  • 085756332979 tidak mau memperkenalkan diri ataupun nama, menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif, meski website ini telah mencantumkan profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, dan berpura-pura tidak mengetahui ketentuan tarif, meski disamping informasi nomor kontak kami dicantumkan peringatan bahwa HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM dan HARGAI PROFESI PENULIS YANG MENCARI NAFKAH DARI MENJUAL JASA KONSULTASI. Kesimpulan: dirinya hanya BERPURA-PURA tidak mengetahui ketentuan tarif, dan secara sewenang-wenang memperkosa profesi kami--karena tidak mungkin seseorang mengetahui nomor kontak kami tanpa membaca ketentuan perihal tarif layanan. Dirinya meminta dilayani perihal sengketa tanah, tapi bersikap seperti pengemis yang tidak punya rumah dan tidak punya uang hasil pekerjaan. Semoga yang bersangkutan benar-benar jadi gembel yang mengemis-ngemis di jalanan. Bukanlah kami yang mengutuk dirinya, namun dirinya sendiri yang mendoakan dirinya benar-benar menjadi pengemis gelandangan;
  • 081380777770, berkedok sebagai yayasan zakat, yang bersangkutan tidak memperkenalkan nama ataupun dirinya, seketika secara disengaja memperkosa profesi kami dengan meminta dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan meski dirinya sadar akan profesi kami yang mencari nafkah sebagai konsultan, karena mustahil yang bersangkutan dapat mengetahui nomor kontak kami tanpa mmebaca perihal ketentuan tarif konsultasi. Apakah dirinya ketika dimanapun menjumpai orang lain, seketika merasa berhak untuk memperkosa orang lain tanpa mau menghargai harkat dan martabat maupun profesi orang lain? Demikian rusak moralitas bangsa agamais bernama Indonesia.
  • Anonim (kami yakini dirinya memberi nama palsu) 0811319502, 081259024282, mengaku dari surabaya, memiliki sengketa tanah dengan notaris, namun meski telah kami nyatakan bahwa tanya-jawab dibebani tarif, yang bersangkutan menelepon kami menuntut dan memaksa untuk dilayani tanpa mau dibebani tarif seolah kami memiliki kewajiban meladeni sifat tanak dirinya (ternyata ada dan banyak manusia sesakit jiwa ini. Kami doakan semoga yang bersangkutan benar-benar menjelma lebih miskin dari pengemis tanpa rumah.);
  • Ahmad, 02129378951, 081281832320, 081289393979 (memaksa kami untuk melayani tanpa mau dibebani tarif meski dari perusahaan perbankan BUMD syariah raksasa lokal di Tanah Air. Bukan tidak mampu membayar tarif, namun terlampau tamak dan tega melakukan penjajahan terhadap profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal.);
  • 085648358411 menyebut kata "alhamdullilah" ketika memperkosa profesi kami (fakta dan realitanya demikian yang kami alami);
  • 0213865313 menelepon kami tanpa mau menyebut nama ataupun memperkenalkan diri, dengan berpura-pura seolah tidak tahu akan adanya ketentuan tarif namun meminta dilayani;
  • HOTLAN BUDIMAN SIHOTANG, alamat jln. porsea kota Pematangsiantar, SUMUT, Nomor HP 082176185140, hotlanbudiman@gmail.com, berpura-pura sebagai pembeli dengan menyalahgunakan formulir kontak pemesanan ebook, untuk secara sewenang-wenang memperkosa profesi kami meski telah dinyatakan secara tegas dalam website bahwa berpura-pura tidak mengetahui bahwa setiap tanya-jawab hukum dibebani tarif konsultasi sama artinya memperkosa profesi kami. Sungguh tidak tahu malu dan tidak tahu diri, makhluk biadab bernama HOTLAN BUDIMAN SIHOTANG. Memang sudah sepatutnya, biadab macam Hotlan Budiman Sihotang bermasalah dengan hukum.
  • 082341578685, seolah dirinya memiliki hak untuk memperkosa profesi kami;
  • Suaedi dari Kabupaten Salanyar 081244650829, punya masalah tanah, tapi membudaki profesi kami seakan dirinya pengemis tanpa harta rumah tinggal, menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan. Alias, dengan gagah berani tanpa rasa malu memperkosa profesi kami;
  • Benny Suryadi 081345207998, menghubungi kami tanpa memperkenalkan diri (nama yang kami cantumkan adalah hasil investigasi kami, dan ternyata yang bersangkutan sering bermasalah dengan hukum di pengadilan), meski sudah kami nyatakan bahwa kami mencari nafkah dari layanan jasa konsultasi, dan setiap tanya-jawab dibebankan tarif, namun dirinya tanpa rasa malu dan tanpa rasa takut, bahkan berani menelepon kami untuk tetap menuntut sekaligus memaksa untuk dilayani tanpa mau dibebani tarif;
  • 081285195596;
  • 087788070615, tanpa memperkenalkan diri, secara seketika memperkosa profesi kami, lalu melarikan diri begitu saja;
  • Trie Sulistiowarni 081808122763, 081311474589. Trie Sulistiowarni bersikap AROGAN, tidak memiliki etika komunikasi, spesialis "putar-balik fakta" yang sangat berhabaya. Trie Sulistiowarni melecehkan profesi kami saat kami menguraikan syarat dan ketentuan layanan. Adalah wajar setiap penyedia jasa menyatakan syarat dan ketentuan layanan, sebelum mengikat perjanjian. Namun Trie Sulistiowarni secara sewenang-wenang melecehkan dan "memutar-balik fakta", membuktikan bahwa dirinya buruk dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karena tidak bisa membaca apa yang telah tercantum secara jelas dalam chat via WhatsApp. "Ya dibilang Tidak", dan "Tidak dibilang Ya" olehnya. Agar masyarakat waspada terhadap pelecehan dan putar-balik fakta ketika mendapat telepon dari Trie Sulistiowarni. Dirinya menghubungi Anda hanya untuk kemudian melecehkan Anda. BUKTI: Ia mengaku "serius mendaftar sebagai klien", namun kemudian mengaku "cancel / membatalkan", suatu ajang putar-balik fakta yang tidak etis dan tidak terpuji. Bila "serius", mengapa "membatalkan"? Adakah yang lebih tidak waras dari: "serius mengikatkan diri" namun kemudian "membatalkan sepihak"?. Trie Sulistiowarni dalam SMS-nya menyatakan akan mencemarkan nama baik kami lewat aksi "putar-balik fakta" Trie Sulistiowarni yang perlu kembali belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar, dan publikasi blacklist inilah balasan dari kami. Maling teriak maling, adalah kami yang lebih patut untuk tersinggung atas aksi "putar balik fakta" Trie Sulistiowarni, si buta huruf, yang memandang bahwa "penegasan terhadap kesepakaan serta syarat & ketentuan layanan adalah kejahatan". Serius, namun kemudian membatalkan secara sepihak, sembari melecehkan kami, sungguh Trie Sulistiowarni tidak bermoral dan tidak berpendidikan. Kami tantang secara terbuka kepada Trie Sulistiowarni, buka isi chat WhatsApp kepada polisi bila perlu, dan biar publik yang menilai siapa yang sesungguhnya telah melecehkan, dan siapa yang "buta huruf" : kami ataukah Trie Sulistiowarni. Trie Sulistiowarni meminta dilayani pada pukul 9 pagi esok harinya, dan untuk itu kami memberi respon: "Oke saya sanggupi, namun setelah deposit tarif minimum 1 jam dengan bukti foto struk ATM transfer dana tarif konsultasi pada hari ini juga."--sebagai penegasan bahwa untuk sesi konsultasi esok pukul 9 pagi, tidak bisa deposit tarif pada hari-H sesi konsultasi karena kami butuh waktu untuk verifikasi dana, dan tidak bisa berupa bukti e-banking. Tidak kurang dan tidak lebih, itulah respon final kami. Namun Trie Sulistiowarni memutar-balik fakta, dengan menyatakan bahwa pernyataan kami tersebut menyinggung perasaannya, dan melecehkan kami sekaligus menyatakan "saya batalkan". DIMANAKAH BAGIAN DARI FRASA PERNYATAAN KAMI YANG BERSIFAT MELECEHKAN? Hanya penipu yang tega "memutar-balik fakta tanpa rasa malu". Berangkat dari fakta tersebut, kini kami nyatakan bahwa Trie Sulistiowarni adalah PENIPU. Kami tantang Trie sulistiowarni secara pidana ataupun perdata, terkait chat WhatsApp dimaksud, agar publik pada akhirnya tahu fakta perihal karakter arogan Trie Sulistiowarni yang gemar melecehkan, buta huruf, buruk dalam menuliskan kata-kata, dan pandai memutar-balik fakta. Tidak heran bila cara menulis Trie Sulistiowarni mirip seperti level anak SD yang buruk dalam menulis kata-kata, baik gaya tulisnya dalam chat WhatsApp maupun bukti berupa SMS dari Trie Sulistiowarni yang kami arsipkan. Silahkan pembaca nilai sendiri derajat moral dari Trie Sulistiowarni, dan kami siap dipidana bila memfitnah. Gaya tulisan Trie Sulistiowarni dalam chat WhatsApp maupun SMS, mirip seperti cara menulis orang tidak berpendidikan, yang tidak mampu membedakan antara titik dan koma. Tanpa banyak bicara, seketika itu juga kami nyatakan tidak bersedia menjadi konsultan Trie Sulistiowarni : "Ya sudah, ngak butuh klien yang kurang hajar suka putar-balik fakta. Ngak heran Anda bermasalah dengan hukum. Sebaiknya Anda kembali belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Anda diblacklist permanen." Trie Sulistiowarni seketika itu juga kemudian mengirim SMS kepada kami, mengancam akan mencemarkan nama baik kami, tersinggung karena kami tidak bersedia menjadi konsultan hukumnya. Belum apa-apa dan belum resmi sebagai klien, sudah memutar-balik fakta secara vulgar dan bersikap arogan. Adalah hak kami untuk menolak menjadi konsultan, dari orang-orang yang tidak memiliki etika komunikasi. Saat kami telah memberi respon: "Oke saya sanggupi," maka sejatinya perikatan telah terbentuk dan mengikat para pihak, karena syarat sah perjanjian Pasal 1320 KUHPerdata tidak mensyaratkan ada atau tidaknya down payment, dimana Pasal 1338 Ayat (2) KUHPerdata secara tegas melarang pembatalan secara sepihak. Itulah bukti tidak terbantahkan, bahwa Trie Sulistiowarni adalah PENIPU, yang sangat tidak etis dan tidak bermoral, membatalkan sepihak apa yang telah disepakati. Simak uraian yuridis selengkapnya dalam https://www.hukum-hukum.com/2018/05/down-payment-bukan-syarat-mutlak-sahnya-perjanjian.html ;
  • 087878645139, sudah ditulis besar-besar "TANYA-JAWAB DIBEBANI TARIF KONSULTASI", sudah pula ditulis besar-besar profesi kami adalah "KONSULTAN HUKUM", namun dirinya berani menelepon kami menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif, bahkan tanpa memperkenalkan dirinya seketika memperkosa profesi kami. Begitu pula nomor-nomor dibawah ini, melakukan pelecehan serupa terhadap profesi kami, antara lain:
  • 082284530950;
  • 082110933145;
  • 087842223873;
  • 081517444660;
  • 087878926692;
  • 081511014581;
  • 087788855868;
  • 081285195596;
  • 0811299982;
  • 089623644846;
  • 085321742743;
  • 0811536894;
  • 085822704282;
  • 085218570261, kaya raya karena punya sengketa tanah, namun bermental pengemis, belum apa-apa sudah menuntut minta dilayani atas sengketa tanah dirinya, sekalipun bukan urusan kami, seakan kami bekerja tanpa hak untuk "makan nasi".
  • 081285211704;
  • 082232999777;
  • 081906320424;
  • 085393699205;
  • 085890577725;
  • 08111000251;
  • 08159189624;
  • 085355760135;
  • 081334524773;
  • 081281099046;
  • 082124320007;
  • 089675769930;
  • 081399319385;
  • 082187722724;
  • 082399044641;
  • 0818799186;
  • 085776813016;
  • 081286375220;
  • 081281832320;
  • 08982666278;
  • 087822894467;
  • 08121860787;
  • 082177870782;
  • 085759865981;
  • 081510372939 merasa bangga dapat melecehkan profesi orang lain;
  • 081510372939;
  • 081281099046;
  • 082389523131;
  • 081381460154;
  • 082180637608;
  • 081344595511;
  • 08111672121;
  • 081334524773;
  • 081281099046;
  • 082124320007;
  • 089675769930;
  • 087822894467;
  • 08121860787;
  • 082177870782;
  • 085759865981;
  • 081510372939;
  • 081281099046;
  • jusmanaples@gmail.com ;
  • 0818473262, 021583004, penipu yang mengaku bernama Azhar ini telah mempermainkan dan menghabiskan waktu kami atas sesuatu yang bukan kekeliruan kami, namun kelalaian pribadinya yang tidak dapat ditolerir;
  • 081510372939;
  • 08158102456;
  • 081326090009;
  • 087885090602, 081287755210;
  • 085260507676;
  • Ario Wibowo 0811170101, ia telah mengetahui bahwa kami berprofesi dan mencari nafkah dari jasa konsultasi tanya-jawab seputar hukum, bahkan sudah kami sampaikan nominal tarif layanan, namun ia kemudian tetap memperkosa profesi kami atas masalah tanah yang bukan urusan kami tanpa mau membayar tarif;
  • 081319263927;
  • 085363011699;
  • Kael Tenggeng, yang memaksa dengan sadistik mencoba "memperkosa" profesi kami. Respon kami: Silahkan Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan kepada seorang dengan profesi Konsultan namun tanpa mau dibebani tarif. Kael Tenggeng meminta atau bahkan menuntut pelayanan tanpa mau dibebani tarif, sama artinya dengan penjajahan dan kerja rodi;
  • 081344595511;
  • 081350044449;
  • 085750456385;
  • 082117520691;
  • 089643637898;
  • 082169628886;
  • 082389523131;
  • 081275057651;
  • 082386188106, dengan sakit jiwanya tanpa memperkenalkan diri, seketika mengajukan pertanyaan kepada kami: "Boleh tanya?" Sudah jelas kami mencari nafkah sebagai konsultan, masih melecehkan dan memperkosa profesi kami. Seketika itu juga kami beri respon: "Begitu etika komunikasi Anda? Kami tidak melayani setan tanpa nama. Dan masalah Anda bukanlah urusan saya." Juga, tentu saja, yang bersangkutan seketika di-blacklist permanen sebagai balasan atas pelecehan yang kami derita.
  • 08119994761;
  • Mahpudin Oking;
  • 082251533500;
  • 08161454745 tanpa rasa malu merampok hak pemberi jasa atas tarif layanan;
  • Andi Pasaribu 085275265948;
  • 081355912006;
  • 081374542356;
  • Christine Natalia 081572998089 ctinenatalia@yahoo.com, wanita "benalu" bermulut manis;
  • 081285095721;
  • 085780044513;
  • Syafarudin 081247229922, bajingan yang tidak mau memperkenalkan diri ataupun namanya, menuntut dilayani masalah hukum tanah namun tidak mau dibebani tarif jasa, secara bangga memperkosa profesi kami selaku konsultan, mencerminkan dirinya berwatak lebih hina dari pengemis yang tidak memiliki rumah tempat tinggal;
  • 087704475860;
  • 082169628886;
  • 087704475860;
  • 087704475860;
  • 085780044513;
  • 085215629455;
  • 085799021434;
  • 082399044641;
  • 081252549520;
  • 085256603458;
  • 089658988320;
  • Marulang Sitohang, dirinya berprofesi sebagai direktur, namun meminta kami melayani dirinya tanpa mau dibebani tarif profesi. Mengapa tidak dirinya sendiri saja, yang bekerja tanpa upah? Mengapa dirinya merasa memiliki hak untuk memperkosa profesi orang lain? Sejak kapan, seorang pengemis memiliki pekerjaan sebagai direktur?;
  • 081338330178;
  • 085848481408;
  • 082174470047;
  • 087878926692;
  • 081382720967;
  • 085757600661;
  • 083808161888;
  • 085342811997, sok kenal meski sama sekali tidak saling mengenal, menghubungi kami tanpa mau memperkenalkan diri, tanpa menyebutkan maksud dan tujuannya (motif yang tidak jelas), dan membawa-bawa istilah agamanya meski kami dari keyakinan berbeda (wujud intoleran terhadap Bangsa Indonesia yang majemuk dari segi etnis dan keyakinan). Dirinya hanya berhak untuk menggunakan istilah agamanya terhadap sesama umat seagama, tidak dapat melecehkan umat beragama lain dengan membawa-bawa istilah agamanya saat menyapa ataupun berkomunikasi (etika komunikasi yang paling mendasar dalam komunitas bangsa majemuk);
  • Indra Martin, spesialis putar-balik fakta, email indra.martin01@gmail.com;
  • 08161610681, henny@morintel.co.id , 02132069121, menyalahgunakan nomor kontak kami untuk spam dan hoax, yang bukan urusan kami. Berpura-pura sebagai klien, tidak termaafkan. Kami menyebutnya sebagai manusia SPAM;
  • ASEP SAEPUL MA'RUF, 08151684453, 021-68725035, berani berucap namun tidak berani mempertanggung-jawabkan ucapannya, hanya mengumbar janji tanpa dapat ditepati. Kami sudah mengalah dengan mengakomodasi "aturan main" dirinya sendiri, namun ternyata dirinya sendiri yang melanggar aturan mainnya tersebut;
Kesemua orang-orang dengan ID list diatas, sama gilanya dengan perampok yang merampok sebuah kantor atau toko, mengambil apa yang menjadi jualan toko atau mengambil apa yang menjadi hak orang lain atas pekerjaannya.

Kami akui bahwa BLACKLIST yang kami arsipkan bersifat "dendam pribadi" akibat pelecehan terhadap profesi kami secara tidak patut, bermain-main terhadap profesi orang lain yang sedang mencari "sesuap nasi" secara legal. Sejak kapan, menuntut tarif profesi adalah sebuah kejahatan?

Mendatangi / menghubungi kantor konsultan, menuntut dilayani namun tidak mau dibebani kewajiban membayar tarif. Tidak lebih daripada pelecehan bahkan "pemerkosaan" terhadap profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal.

Tidak dapat ditolerir, dengan alasan apapun, karena hanya orang tidak waras yang dengan teganya meminta layanan konsultasi tanpa mau membayar tarif pada jasa seorang konsultan. Setiap profesi, berhak untuk menuntut jasa profesi, dan adalah kewajiban pengguna jasa untuk menyadari hak pemberi jasa.

Di mata kami, mereka yang tidak mau menyadari prinsip keadilan demikian, adalah lebih hina dari seorang pengemis yang tidak memiliki rumah ataupun pekerjaan, bahkan dengan tipu daya mencoba untuk mengecoh kami agar diberi pelayanan tanpa mau dibebani tarif.

Bila mereka memiliki masalah hukum, maka itu bukanlah urusan kami. Apakah mereka memiliki hak untuk melakukan praktik perbudakan atau bahkan pemerkosaan terhadap profesi orang lain? Mereka tidak mereka sendiri saja, yang bekerja sesuai profesi mereka kepada kami, namun tanpa upah, agar keluarga mereka tewas makan "batu".

Mengapa mereka merasa berhak untuk menuntut kami menjadi budak kerja rodi? Apakah mereka bekerja tidak menuntut upah? Apakah untuk kuliah dan menyewa kantor, dibayar dengan "batu"? Penjajahan demikian adalah wujud kebiadaban karakter pelakunya.

Sungguh, tidak ada yang lebih kejam daripada mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat serta memperkosa profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Dalam media ini juga, sekaligus kami doakan agar mereka benar-benar menjadi pengemis, yang mengemis di jalanan tanpa rumah dan tanpa pekerjaan.

Bahkan untuk masalah hukum terkait tanah, mereka tidak segan tanpa malu meminta dilayani bak seorang pengemis. Pengemis tidak pernah punya masalah hukum, tidak juga punya sengketa tanah. Seseorang dengan mental pengemis, cenderung bermental penipu, sebagaimana terus terbukti dalam pengalaman kami menghadapi para penipu tidak punya malu demikian.

Kepada masyarakat umum agar berhati-hati terhadap nomor-nomor tersebut diatas, agar tidak lagi menjadi korban penipuan / modus "pemerkosaan" profesi dan pelecehan serupa.

Sungguh tidak ada yang lebih jahat dari mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat bahkan memperkosa profesi orang lain. Mereka yang hidup dari melecehkan dan "memperkosa" hak maupun profesi orang lain, akan mati karena dilecehkan dan "dirampok" hak-haknya.

Bukankah memang sudah sewajarnya, orang-orang semacam demikian bermasalah dengan hukum? Bukankah sudah tidak mengherankan bila mereka akan terus bermasalah dengan hukum?

Blacklist kami bersifat permanen dan akan selamanya di-record, serta untuk dapat diakses publik agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Kami menjamin kebenaran data-data tersebut diatas sebagaimana pengalaman kami pribadi sebagai korban orang-orang tidak bertanggung-jawab diatas.

List diatas hanyalah separuh dari blacklist yang telah kami lakkan. Pada mulanya kami tidak berniat mempublikadi database blacklist yang telah kami lakukan, namun dikarenakan derajat keterlaluan pihak-pihak tersebut melecehkan profesi kami yang sudah jelas-jelas memungut tarif profesi konsultasi, disamping tiada efek jera dimana setiap harinya membanjiri kami pelecehan-pelecehan serupa, maka pada akhirnya kami putuskan untuk mempublikasi database blacklist kami.

Bukannya berterima-kasih atas berbagai publikasi ilmu hukum yang telah kami terbitkan, justru membalas dengan melecehkan dan memperkosa profesi kami. Sungguh ironis, mental pengemis yang tidak akan pernah mampu disembuhkan oleh konsultan manapun.

Kondisi demikian mencerminkan watak Bangsa Indonesia yang suka sekali melanggar aturan secara seenaknya, sewenang-wenang, dan arogan. Demikian selalu terjadi hampir setiap harinya, meski website kami telah mencantumkan secara tegas, bahwa setiap layanan dibebani tarif jasa profesi.

Sering juga terjadi, form formulir pemesanan eBook yang kami pasang di website, justru disalah-gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan meminta dilayani tanya-jawab seputar hukum tanpa mau dibebani tarif layanan jasa, padahal itu formulir pemesanan eBook.

Seenaknya melanggar aturan, dan seenaknya pula memperkosa profesi orang lain. Demikianlah rata-rata watak karkter bangsa Indonesia yang sangat tidak tahu malu disamping tidak tahu diri. Bahkan tega, memperkosa profesi orang lain seakan dirinya berhak memperlakukan kami sebagai pekerja rodi dalam penjajahan arogansi mereka.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH daripada sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH daripada sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

About Author & Founder hukum-hukum.com

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, dengan spesialisasi konsultasi hukum dibidang preseden Hukum Pertanahan, Ketenagakerjaan, Lembaga Keuangan, Kepailitan, Perseroan & Korporasi, serta Perikatan Perdata, disamping Pidana. 

Penyedia layanan jasa konsultasi hukum berbayar bagi klien dari Sabang hingga Merauke, perorangan maupun korporasi. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

SHIETRA & PARTNERS beralamat di : Jln. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, Mall Epicentrum Walk, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan 12940, Indonesia. Reservasi :
  1. Telepon: (+62-21) 568 2703.
  2. Fax: (+62-21) 560 2810.
  3. Whatsapp: 08888-9195-18. (bila Anda mengetahui nomor kontak kami, berarti Anda telah membaca dan menyetujui TARIF KONSULTASI yang berlaku.)

HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Tarif, Syarat & Ketentuan Layanan lihat pada: http://www.hukum-hukum.com/p/1.html

Aturan Utama: Pahami etika komunikasi seperti perkenalkan dahulu diri Anda, serta sadari akan profesi penulis yang mencari nafkah sebagai Konsultan Hukum.

Bagi klien yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), disediakan pula jasa layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan.

Bagi yang membutuhkan layanan Ghost Writer, penulis juga menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum, kami menyediakan PELATIHAN.