BLACKLIST

Sudah jelas bahwa seorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dan sesuap nasi dari jasa layanan konsultasi tanya-jawab. Entah konsultan pajak, konsultan saham & investasi, konsultan interior, konsultan konstruksi, tidak terkecuali profeesi kami selaku Konsultan Hukum, mencari nafkah secara legal dengan memungut tarif. Hanya manusia tidak berperasaan yang menanyakan: "Apakah boleh dilayani tanpa dipungut tarif?".

Adalah sangat tidak etis, mencoba menghubungi kami dengan niat buruk untuk meminta dilayani, tanpa mau menyadari profesi kami yang mencari nafkah untuk keluarga dari jasa layanan konsultasi. Adalah hak kami untuk menuntut tarif profesi.

Menghubungi dan memaksa kami untuk melayani mereka, tanpa mau dibebani tarif, sama artinya telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, yang mencari nafkah secara legal dari layanan jasa konsultasi. Mengapa tidak mereka lecehkan dan "perkosa" saja profesi mereka sendiri?

Dapat dipastikan pihak-pihak yang melecehkan dan "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, sadar sepenuhnya bahwa kami mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Sebab: 1.) Judul sudah sedemikian besar: LEGAL CONSULTANT; 2.) Terdapat link serta menu TARIF KONSUTLASI; 3.) Telah dicantumkan secara tegas dalam setiap halaman, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF.

Hal tersebut merupakan indikator tidak terbantahkan, bawah pelaku berpura-pura tidak tahu bahwa kami mematok tarif layanan jasa sesuai profesi kami. Adakah sebutan yang lebih tepat, selain "pemerkosaan secara vulgar" terhadap profesi kami?

Bagaimana mungkin, mereka merasa memiliki hak untuk menjajah dan memperlakukan kami seperti pekerja rodi? Pelecehan demikian merupakan derajat keterlaluan yang demikian tidak manusiawi dan tidak termaafkan.

Telah kami cantumkan dalam publikasi website, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF, dan nomor kontak yang kami sertakan ialah untuk INFO TARIF. Adalah sangat melecehkan bila masih saja terdapat pihak-pihak yang menghubungi kami, dengan berpura-pura tidak mengetahui profesi kami yang memungut tarif atas layanan jasa konsultasi.

Sama munafiknya dengan kalangan pekerja yang menuntut upah kerja, namun disaat bersamaan menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif. Sama biadabnya ketika seorang pedagang menuntut pembeli membayar barang / jasa yang dijual, namun disaat bersamaan menuntut kami untuk memberi pelayanan jasa konsultasi tanpa mau menyadari hak kami atas tarif jasa profesi.

Hanya orang tidak waras, yang menyatakan bahwa pemilik toko adalah "mata duitan" hanya karena pemilik toko menetapkan harga pada barang yang dijualnya. Sama gilanya, bila ada orang-orang yang mengatakan "mata duitan" kepada seorang penyedia layanan jasa konsutlasi yang mematok tarif layanan jasa profesinya.

Orang dewasa yang sehat akalnya, mampu berpikir sendiri tanpa perlu kami tegur ataupun hardik, bahwasannya seseorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dari layanan jasa konsultasi tanya-jawab, entah Konsultan Pajak, Konsultan Property, tidak terkecuali profesi Konsultan Hukum. Setiap orang berhak mencari nafkah, dan profesi konsultan adalah profesi yang legal.

Tidaklah merupakan kejahatan memungut tarif profesi. Yang jahat ialah mereka yang "memperkosa" profesi konsultan dengan meminta dilayani tanpa mau menyadari hak pemberi jasa dan kewajiban pengguna jasa. Apakah jahat, bila seorang pemilik tokok mematok harga terhadap barang yang dijualnya?

Berikut kami share dan publikasikan pihak-pihak tidak bertanggung-jawab, baik yang telah menipu kami maupun mereka yang telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, agar masyarakat umum dapat bersikap waspada dan berhati-hati terhadap mereka sebagaimana list dibawah ini:
  • Evy Susantie 085236167169 (pengacara spesialis "maling teriak maling");
  • Bob Setyanegara 081932177244 (pengacara yang membudaki rekan kerjanya sendiri);
  • Septia / Dita Darry Sauqi, BBM D2A9C558, 082266202969, 082245752489, 085732802128 (Bahkan tidak memperkenalkan diri ketika menghubungi kami, seketika "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsutasi tanya-jawab seputar hukum, tanpa mau memaklumi hak kami atas tarif, meski berkonsultasi perihal sengketa boedel warisan tanah yang tentunya membuktikan dirinya sebagai "orang kaya bermental pengemis" yang tega "memperkosa" profesi kami, dan menghardik kami ketika kami menuntut tarif layanan. Pemerkosa bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini ,bahkan marah kepada kami (yang notabene merupakan korban ketamakan dirinya). Penjual makanan ini adalah seorang penipu berbahaya, yang dengan tamak menuntut dilayani tanpa mau mengakui kewajibannya untuk membayar tarif, alias merampok hak orang lain. Agar masyarakat tidak sampai menjadi korban penipuan serupa. Pihak tersebut diatas, sangatlah BERBAHAYA. Orang gila bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini bahkan menghina kami sebagai "mata duitan" hanya karena kami menyatakan memungut tarif atas jasa profesi kami. Kami juga butuh makan dan berhak atas nafkah sesuai profesi kami! Mata pencaharian dan nafkah adalah Hak Asasi Manusia. Hanya orang-orang sakit jiwa yang melarang kami untuk mencari nafkah. Tidak salah bila kemudian kami menyebut Septia / Dita Darry Sauqi, sebagai PELACUR / PEMERKOSA profesi orang lain.);
  • Anonim 0811319502, 081259024282;
  • 02129378951, 081281832320, 081289393979 (memaksa kami untuk melayani tanpa mau dibebani tarif meski dari perusahaan perbankan BUMD syariah raksasa lokal di Tanah Air);
  • 085648358411 menyebut kata "alhamdullilah" ketika memperkosa profesi kami;
  • 081381460154;
  • 082180637608;
  • 081344595511;
  • 081334524773;
  • 081281099046;
  • 082124320007;
  • 089675769930;
  • 087822894467;
  • 08121860787;
  • 082177870782;
  • 085759865981;
  • 081510372939;
  • 081281099046;
  • jusmanaples@gmail.com ;
  • 0818473262, 021583004;
  • 081510372939;
  • 08158102456;
  • 081326090009;
  • 087885090602, 081287755210;
  • 085260507676;
  • 081319263927;
  • 085363011699;
  • Kael Tenggeng, yang memaksa dengan sadistik mencoba "memperkosa" profesi kami;
  • 081344595511;
  • 081350044449;
  • 085750456385;
  • 082117520691;
  • 089643637898;
  • 082169628886;
  • 08119994761;
  • Mahpudin Oking;
  • 082251533500;
  • 085275265948;
  • 081355912006;
  • 081374542356;
  • 081285095721;
  • 085780044513;
  • 087704475860;
  • 082169628886;
  • 087704475860;
  • 087704475860;
  • 085780044513;
  • 085215629455;
  • 085799021434;
  • 082399044641;
  • 081252549520;
  • 085256603458;
  • 089658988320;
  • 081338330178;
  • 085848481408;
  • 082174470047;
  • 087878926692;
  • 081382720967;
  • 085757600661;
  • Indra Martin, spesialis putar balik fakta, email indra.martin01@gmail.com
Kesemua orang-orang dengan ID list diatas, sama gilanya dengan perampok yang merampok sebuah kantor atau toko, mengambil apa yang menjadi jualan toko atau mengambil apa yang menjadi hak orang lain atas pekerjaannya. Mendatangi / menghubungi kantor konsultan, menuntut dilayani namun tidak mau dibebani kewajiban membayar tarif. Tidak lebih daripada pelecehan bahkan "pemerkosaan" terhadap profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal.

Tidak dapat ditolerir, dengan alasan apapun, karena hanya orang tidak waras yang dengan teganya meminta layanan konsultasi tanpa mau membayar tarif pada jasa seorang konsultan. Setiap profesi, berhak untuk menuntut jasa profesi, dan adalah kewajiban pengguna jasa untuk menyadari hak pemberi jasa.

Di mata kami, mereka yang tidak mau menyadari prinsip keadilan demikian, adalah lebih hina dari seorang pengemis yang tidak memiliki rumah ataupun pekerjaan, bahkan dengan tipu daya mencoba untuk mengecoh kami agar diberi pelayanan tanpa mau dibebani tarif.

Bila mereka memiliki masalah hukum, maka itu bukanlah urusan kami. Apakah mereka memiliki hak untuk melakukan praktik perbudakan atau bahkan pemerkosaan terhadap profesi orang lain? Mereka tidak mereka sendiri saja, yang bekerja sesuai profesi mereka kepada kami, namun tanpa upah, agar keluarga mereka tewas makan "batu".

Mengapa mereka merasa berhak untuk menuntut kami menjadi budak kerja rodi? Apakah mereka bekerja tidak menuntut upah? Apakah untuk kuliah dan menyewa kantor, dibayar dengan "batu"? Penjajahan demikian adalah wujud kebiadaban karakter pelakunya.

Sungguh, tidak ada yang lebih kejam daripada mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat serta memperkosa profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Dalam media ini juga, sekaligus kami doakan agar mereka benar-benar menjadi pengemis, yang mengemis di jalanan tanpa rumah dan tanpa pekerjaan.

Bahkan untuk masalah hukum terkait tanah, mereka tidak segan tanpa malu meminta dilayani bak seorang pengemis. Pengemis tidak pernah punya masalah hukum, tidak juga punya sengketa tanah. Seseorang dengan mental pengemis, cenderung bermental penipu, sebagaimana terus terbukti dalam pengalaman kami menghadapi para penipu tidak punya malu demikian.

Kepada masyarakat umum agar berhati-hati terhadap nomor-nomor tersebut diatas, agar tidak lagi menjadi korban penipuan / modus "pemerkosaan" profesi dan pelecehan serupa.

Sungguh tidak ada yang lebih jahat dari mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat bahkan memperkosa profesi orang lain. Mereka yang hidup dari melecehkan dan "memperkosa" hak maupun profesi orang lain, akan mati karena dilecehkan dan "dirampok" hak-haknya.

Bukankah memang sudah sewajarnya, orang-orang semacam demikian bermasalah dengan hukum? Bukankah sudah tidak mengherankan bila mereka akan terus bermasalah dengan hukum?

Blacklist kami bersifat permanen dan akan selamanya di-record, serta untuk dapat diakses publik agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Kami menjamin kebenaran data-data tersebut diatas sebagaimana pengalaman kami pribadi sebagai korban orang-orang tidak bertanggung-jawab diatas.

List diatas hanyalah separuh dari blacklist yang telah kami lakkan. Pada mulanya kami tidak berniat mempublikadi database blacklist yang telah kami lakukan, namun dikarenakan derajat keterlaluan pihak-pihak tersebut melecehkan profesi kami yang sudah jelas-jelas memungut tarif profesi konsultasi, disamping tiada efek jera dimana setiap harinya membanjiri kami pelecehan-pelecehan serupa, maka pada akhirnya kami putuskan untuk mempublikasi database blacklist kami.

Bukannya berterima-kasih atas berbagai publikasi ilmu hukum yang telah kami terbitkan, justru membalas dengan melecehkan dan memperkosa profesi kami. Sungguh ironis, mental pengemis yang tidak akan pernah mampu disembuhkan oleh konsultan manapun.

About Author & Founder hukum-hukum.com

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan pada tahun 2013, dengan spesialisasi konsultasi hukum dibidang preseden Hukum Pertanahan, Ketenagakerjaan, Lembaga Keuangan, Kepailitan, Perseroan & Korporasi, serta Perikatan Perdata, disamping Pidana. 

Berpengalaman sebagai Konsultan Hukum bagi klien dari Sabang hingga Merauke, perorangan maupun korporasi. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

SHIETRA & PARTNERS beralamat di : Jln. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, Mall Epicentrum Walk, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan 12940, Indonesia. Reservasi dan Info Tarif:
  1. Telepon: (+62-21) 568 2703.
  2. Fax: (+62-21) 560 2810.
  3. Whatsapp: 08888-9195-18.
SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF. Syarat & Ketentuan Layanan lihat pada: http://www.hukum-hukum.com/p/1.html

Aturan Utama: Pahami etika komunikasi seperti perkenalkan dahulu diri Anda, serta sadari akan profesi penulis yang mencari nafkah sebagai konsultan hukum