BLACKLIST

Laman BLACKLIST ini berisi publikasi list orang-orang SPAM (manusia-manusia SAMPAH), karena lancang berani MELANGGAR PERINGATAN DI WEBSITE, lancang MENYALAH-GUNAKAN nomor kontak kami, dan karena telah lancang MEMPERKOSA PROFESI KAMI, dimana sudah sangat jelas kami sedang mencari nafkah sebagai penjual jasa konsultasi.

Mereka yang telah mencemarkan nama mereka sendiri, dengan berani "bermain api" dengan melanggar ketentuan website dan melecehkan pekerjaan kami yang sedang mencari nafkah secara legal.

Tidak mau sepeser pun membayar tarif layanan jasa profesi, TANPA MALU minta dilayani, dan mengharap selamat pula?

Tidak bersedia membayar harga buku yang kami jual, tidak membayar biaya member ataupun training, namun mengharap dapat ilmu yang terjamin kebenaran isinya?

"Hak untuk Mencari Nafkah dan Hak untuk Bebas dari Perbudakan (Kerja Rodi Tanpa Tarif Jasa), adalah Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Kami maupun setiap Profesi Konsultan."

Meminta dilayani tanpa mau memberi tarif jasa, sama artinya MERAMPOK "nasi dari piring kami"! Bahkan seorang pengemis pun tidak berani lancang merampok makanan milik orang lain, meski kelaparan.

ORANG-ORANG BERMENTAL PENGEMIS, LEBIH HINA DARI PENGEMIS!!!

PENGEMIS MANA, YANG PUNYA MASALAH HUKUM, MASALAH TANAH, MASALAH KREDIT, ATAU MASALAH TENAGA KERJA?

Kami sudah berbaik hati dengan publikasi website ini, namun membalas kebaikan hati kami dengan pelecehan dan pemerkosaan terhadap profesi kami, sungguh melukai hati kami, dan tidak termaafkan. Membalas air susu dengan pelecehan.

HUKUM KARMA YANG KELAK AKAN MEMBALAS PERKOSAAN YANG MEREKA LAKUKAN TERHADAP RPOFESI KAMI, KEPADA MANUSIA BERWATAK BINATANG TIDAK TAHU MALU DEMIKIAN!!!

Manusia-Manusia yang Tidak Punya Rasa Malu, Silahkan Buka Pakaian dan Masuk TONG SAMPAH Saja!

Setelah begitu banyak pengorbanan yang kami kerahkan untuk mempelajari ilmu hukum maupun membuat berbagai publikasi dalam website ini, mengapa kini kami juga Anda korbankan, sementara Anda sendiri tidak mau berkorban dengan setidaknya memberi kami kompensasi upah jasa?
Mengapa Anda menuntut kami untuk berkorban bagi Anda, sementara Anda sendiri tidak bersedia berkorban, bahkan Anda merasa bangga memperkosa dan menjejali perut kami dengan "BATU"?


Melanggar syarat dan ketentuan dalam website komersiel kami ini, merupakan cerminan WATAK "TUKANG LANGGAR" & "TUKANG PERKOSA" yang SUDAH PUTUS URAT MALUNYA!!!

Fenomena "MENDADAK MISKIN"


Tidak mau bayar SEPESER pun, tapi minta dilayani. Sudah jelas Konsultan menjual jasa, sebagai sumber nafkah profesi kami. Apa lagi yang mau dinegosiasikan, jika mereka menyuruh kami "makan batu"? Mereka tidak menawar harga tarif, tidak juga mau tahu berapa tarif jasa yang kami jual, namun FULL MINTA DILAYANI TANPA MAU BAYAR SEPERAK PUN. Dirinya menyuruh kami "makan batu", hanya memberi opsi sinting demikian? ITU NAMANYA PERBUDAKAN!!!

YANG TIDAK MALU MERAMPAS "NASI DARI PIRING KAMI", KAMI SUMPAHI AGAR "MANUSIA SAMPAH" YANG TIDAK PUNYA MALU SEMACAM ITU YANG TELAH MENYALAH-GUNAKAN NOMOR KONTAK / EMAIL KAMI, AGAR BENAR-BENAR MENJADI PENGEMIS TANPA TEMPAT TINGGAL, TANPA PEKERJAAN, DAN TANPA UANG UNTUK BELI MAKANAN.

Adalah "dusta" yang lancang bila terdapat pengunjung website ini yang mengaku (pura-pura) tidak membaca status penulis sebagai berprofesi "KONSULTAN HUKUM", meski sekujur website ini tercantum keterangan "KONSULTAN HUKUM SHIETRA" baik di kepala, batang tubuh, profil penulis, hingga kaki tata-letak website.

Hanya "manusia sampah" tidak punya malu, yang merasa berhak meminta pelayanan jasa tanya-jawab seputar hukum tanpa mau dibebani tarif, meski dirinya sadar sepenuhnya bahwa profesi kami "menjual jasa". Kami menyebut perilaku "sakit mental" orang-orang demikian sebagai perampokan, pelecehan, dan pemerkosaan terhadap profesi bidang usaha kami yang mencari nafkah secara legal.

Adalah TAMAK, mengharap HAK tanpa mau dibebani KEWAJIBAN. Adalah tidak waras, mengharap dilayani tanpa mau dibebani tarif. Adalah biadab, orang-orang yang melarang kami berprofesi & mencari nafkah sebagai konsultan. Silahkan cari sampai dapat, konsultan "abal-abal" yang bersedia Anda beri makan "batu". Tidak mau membayar upah, mengharap selamat?


Kami tidak melayani orang bermental PENGEMIS (meminta ilmu, waktu, & jasa tanpa mau memberi kompensasi upah tarif profesi, merupakan indikator watak CACAT MENTAL, alias SUDAH SAKIT JIWANYA, sekaligus SUDAH PUTUS URAT MALUNYA).

Ada pernyataan, komunikasi, ataupun pertanyaan yang sangat tidak etis untuk diajukan kepada seseorang yang berprofesi sebagai konsultan. sebagai contoh:

Hanya orang tidak punya malu, yang berani bertanya kepada seorang profesi konsultan: "Boleh tanya? (minta ilmu, waktu, dan pelayanan, tanpa mau memberi kompensasi jasa berupa tarif profesi)"
Jawaban apa yang dapat kami berikan selain: "Anda ingin membudaki kami? Anda sendiri saja yang kerja pada kami sesuai profesi Anda, tapi tanpa upah, agar keluarga Anda makan batu!!!"
Bahkan kerap terjadi, diri mereka tidak memperkenalkan diri, sekonyong-konyong merasa berhak memperkosa profesi kami.

Entah "sudah rusak otaknya", entah karena "salah asuhan" dalam keluarga, salah pendidikan agama, atau memang kebiasaannya memperkosa profesi orang lain dan mencari makan dengan mengambil makanan dari piring milik orang lain, sejatinya tidak perlu sampai kami harus repot-repot membuat statement semacam ini bila dirinya memang punya akal sehat dan nurani: "Anda mau suruh kami makan batu? Anda sendiri saja. Sudah sangat jelas jawabannya, mengapa masih bertanya?"


Sama seperti hanya orang biadab, yang bertanya kepada penjual makanan di sebuah rumah makan: "Boleh minta makan, tapi ngak bayar?" Jawaban semacam apa yang Anda harapkan, dari sang pemilik usaha jual makanan tersebut, selain melemparkan piring ke wajah Anda yang tidak punya malu itu?

Kami telah merancang layout / desain tata letak website yang kami asuh ini, sehingga hanya yang telah membaca status kami sebagai profesional "penjual jasa" layanan tanya-jawab konsultasi seputar hukum, yang dapat mengetahui nomor kontak ataupun alamat email kami.

Adalah mustahil seseorang mengaku-ngaku tidak mengetahui profesi kami dalam mencari nafkah sebagai konsultan, namun sekonyong-konyong dapat mengirimkan pesan kepada kami atau bahkan menelepon kami. YANG ADA IALAH "BERPURA-PURA" TIDAK TAHU. Sudah sangat eksplisit dalam header website ini: "LEGAL CONSULTANT, KONSULTAN HUKUM SHIETRA, MENJUAL JASA".

Inilah contoh nyata yang kami alami. Jesslyn Priscilia , jp_pink88@yahoo.com , merupakan salah satu "orang kaya bermental pengemis", sekonyong-konyong "memperkosa" profesi kami dengan mengajukan email tanpa membayar tarif layanan jasa. dengan isi: "selamat siang pak, sy selaku istri akan ttd AJB bulan ini.yg ingin sy tanyakan apa bisa sebelum ttd AJB sy buat perjanjian di notaris yg menyatakan pembeli akan mentransfer dana tersebut ke dua rekening misal 50% ke rek atas nama sy dan 50% nya lagi ke rek atas nama suami? Sent from iPhone."

Luar biasa bukan? Orang kaya yang mampu beli tanah, mampu punya iphone, namun tega dan beraninya dengan lancang memperkosa profesi kami, meski telah dicantum dalam website, bahwa hanya klien yang telah membayar deposit tarif yang berhak mengajukan pertanyaan hukum (adalah bohong jika dikatakan tidak membacanya).

Jesslyn Priscilia secara berpura-pura tidak tahu bahwa kami "menjual jasa", merasa berhak untuk memperkosa profesi kami meski judul website sudah jelas dicantumkan: LEGAL CONSULTANT, MENJUAL (KUALITAS) JASA, dan semua pembaca website ini dapat melihatnya sendiri sebagai bukti diatas header website ini. Jesslyn Priscilia adalah "orang miskin" ataukah "pelacur dari keluarga tukang perkosa"? Silahkan para pembaca untuk menilainya sendiri.

Apakah Jesslyn Priscilia merasa malu atas perbuatannya? Sebaliknya, dirinya justru merasa paling berhak melecehkan profesi kami. Jesslyn Priscilia setiap kali bertemu siapapun, seketika itu juga dirinya akan "memperkosa" setiap orang yang dijumpainya, merampoknya, dan jika perlu mengambil makanan milik orang lain demi kesenangan perutnya sendiri.

Mengapa? Jesslyn Priscilia telah terbiasa hidup dalam pola hidup "memerkosa" demikian, TANPA KENAL RASA MALU!!! Dan hanya seorang "pelacur" yang justru tidak punya rasa malu ataupun bersalah. Bila Jesslyn Priscilia bukan pelacur, maka mengapa dirinya seenaknya melecehkan dan memperkosa profesi orang lain, TANPA RASA MALU ATAUPUN RASA BERSALAH?

Mengapa kami dapat mengatakan bahwa Jesslyn Priscilia adalah pemerkosa? Karena dirinya juga berpura-pura tidak membaca header website ini yang telah tegas-tegas menyebutkan "KONSULTAN HUKUM, MENJUAL JASA".

Jesslyn Priscilia berpura-pura tidak tahu bahwa kami mencari nafkah sebagai konsultan, maka kami pun berhak pura-pura tidak tahu bila Jesslyn Priscilia bukanlah seorang pemerkosa. Perbuatannya sendiri yang mencerminkan sifat seorang pemerkosa, sehingga dengan mudahnya memperkosa profesi orang lain.

Tampaknya, tanpa merasa malu, Jesslyn Priscilia berkata pada tukang pangkas rambut yang diminta melayaninya: "Apa, saya musti bayar ongkos jasa?"

Tampaknya, tanpa merasa malu, Jesslyn Priscilia berkata pada arsitek yang diminta melayaninya: "Apa, saya musti bayar fee ilmu?"

Tampaknya, tanpa merasa malu, Jesslyn Priscilia berkata pada tukang jahit yang diminta melayaninya: "Apa, saya musti bayar upah keringat?"

Tampaknya, tanpa merasa malu, Jesslyn Priscilia berkata pada konsultan pajak yang diminta melayaninya: "Apa, saya musti bayar tarif jasa?"


Inilah yang kemudian menjadi tanggapan ketika kami tegur atas perbuatan Jesslyn Priscilia yang telah melecehkan profesi kami: "harga dirimu cm 1jt per jam ... lebih murah dr pelacur high class di jakarta donk yaaa . pelacur aja 1 jt mana dpt ??? hahahaa... kasian deh loooo harga diri cm 1 juta perjam."

Jesslyn Priscilia ternyata sudah pengalaman menjadi pelacur. Jesslyn Priscilia juga ternyata tahu tarif yang berlaku pada layanan kami, namun masih mencoba memperkosa profesi kami, apakah itu sifat seorang manusia yang patut dilindungi oleh hukum? Itukah yang disebut "tidak mampu?"

Jesslyn Priscilia mempertontonkan sikap vulgar tidak kenal malu, alias sifat tamak dirinya sendiri, memperkaya diri dengan merampok makanan dari piring milik orang lain. Ada pelanggaran, ada sanksi: maka kami sumpahi agar pihak-pihak yang telah melecehkan profesi kami seperti perbuatan Jesslyn Priscilia, agar kelak benar-benar dirinya diperkosa dan menjadi pengemis yang mengelandang di pinggir jalan tanpa rumah dan tanpa pekerjaan. Hanya pelacur dan pemerkosa, yang "sudah putus urat malunya".


Tampilan kepala website ini telah dirancang sedemikian rupa, sehingga setiap pengunjungnya pastilah (tidak mungkin tidak) membaca judul website kami yang bertuliskan keterangan "KONSULTAN HUKUM", maupun menu di bagian header website dengan frasa "TARIF KONSULTASI".

Mungkinkah Anda dapat mengunjungi isi batang tubuh website ini tanpa mendahului pandangan terhadap bagian kepala website (browser PC maupun mobile), atau bahkan dapat mengetahui nomor kontak dan alamat email kami tanpa membaca peringatan perihal profesi kami yang "menjual jasa"? Disitulah kami dapat "mengendus" kebohongan pihak-pihak yang berdalih ketika melecehkan profesi kami.

Salah satu contoh lainnya: Entah lahir dari rahim pelacur manakah Gungun Pranata Gunawan (gungunpranata@gmail.com) yang demikian "sudah putus urat malunya" sehingga Gungun Pranata Gunawan merasa berhak memperkosa profesi kami, bahkan memiliki watak "TUKANG LANGGAR" dengan menyalah-gunakan formulir pemesanan eBook pada website komersiel kami, dengan mengirim pesan berikut: "slmt siang ijin bagaimana dengan sertifikat yg telah dilakukan jual beli akan tetapi pemilik awalnya sudah tidak di ketahui keberadaannya."

Sanggup beli tanah, tapi perilakunya: TEGA MENGAMBIL NASI DARI PIRING SESEORANG YANG SEDANG MENCARI NAFKAH, MESKI DIRINYA TELAH MEMBACA BERBAGAI PERINGATAN DALAM WEBSITE INI, NAMUN SENGAJA DILANGGAR OLEHNYA, SEOLAH DIRINYA MEMANG TERBIASA MEMPERKOSA ORANG LAIN. Tidak akan mengagetkan bila Gungun Pranata Gunawan suatu waktu / pernah membunuh / merampok / memperkosa orang lain tanpa rasa bersalah, melanggar secara demikian vulgar dan dengan seenaknya merasa berhak untuk melanggar tanpa rasa malu.

Contoh yang sama gilanya ialah seorang anak "tukang perkosa" bernama Khina / Kinawati Kurniawan (Kinanew06@gmail.com), secara lancang menyalah-gunakan formulir pemesanan eBook di website, tapa malu berani memperkosa profesi kami dengan mengirim pesan sebagai berikut : "Pagi pak Herry, tolong tanya kalau Perpanjangan HGb sudah diuruskan di notaris sejak H-4 tahun...tapi akhirnya jatuh tempo karena gak kelar2 di notarisnya, itu apa yg harus kita lakukan sebagai warga?." Lihat, Kinawati Kurniawan adalah anak didikan pelacur dan tukang perkosa, yang kerjanya mengemis, melanggar ketentuan layanan, dan merampok nasi dari piring orang lain. Sudah begitu jelas website mencantumkan profesi kami: KONSULTAN HUKUM, MENJUAL JASA.

Kinawati Kurniawan adalah contoh anak "tukang perkosa" (manusia sampah) yang bahkan LEBIH HINA DARIPADA PENGEMIS. Siapa yang sudi meladeni, bila dirinya hanya pandai menjejali mulut orang yang sedang cari nafkah dengan BATU? Juga hanya notaris bodoh yang rela kerja rodi bagi Kinawati Kurniawan dengan diberi upah "BATU". Entah sudah berapa banyak profesi yang diperkosa oleh Kinawati Kurniawan yang mencari makan dengan cara mencuri makanan milik orang lain. Mengemislah Kinawati Kurniawan, dan jadilah Kinawati Kurniawan seorang pengemis (gembel hina tukang langgar dan tukang perkosa) untuk seumur hidupnya. Entah konsultan mana lagi yang akan menjadi target "predator" tamak bernama Kinawati Kurniawan, si anak "tukang perkosa".

Sama tidak tahu malunya pihak yang berpura-pura tidak mengetahui bahwa profesi konsultan mencari nafkah dari jasa tanya-jawab sehingga pastilah terdapat ketentuan tarif profesi, secara sekonyong-konyong (bahkan tidak memperkenalkan nama ataupun dirinya), seketika mengirim pesan (atau bahkan berani secara lancang menelepon) kepada kami: "Boleh tanya?" Pertanyaan demikian sama seperti menyatakan: "Boleh minta dilayani, tapi Pak Konsultan akan saya beri upah BATU, agar keluarga Pak Konsultan hanya bisa makan BATU."

Jawaban apa yang hendak mereka harapkan, selain berupa hardik: "Dasar anak pelacur tidak punya malu!!!" Kami doakan akan bajingan-bajingan tidak punya malu semacam itu, benar-benar hancur lebur dan menjelma pengemis yang menggelandang di pinggir jalan.

Sama gilanya dengan sebuah pesan dari ​08161950393, yang mengaku bernama Ismawan, mengirimi kami pesan sebagai berikut. Ismawan: "Selam​​at siang Pak. Saya Ismawan. Dapat nomor  dari staff Bpk. Saya ada mau tanya mengenai penerbitan promissory note oleh perusahaan umum biasa."
Jawab kami untuk menguji itikad dan motif yang bersangkutan dalam menghubungi kami: "Sudah lihat ketentuan tarif?"
Ismawan: "Belum. Maksudnya tarif konsultancy fee?" Masih tanya, sudah jelas profesi konsultan memungut tarif konsultasi sebagai bidang usaha sumber nafkah kami.
Kami mulai merespon geram: "Anda itu tidak tahu atau PURA PURA? Anda dapat dapat nomor kantor saya dari mana? Di header website sudah dicantumkan menu TARIF KONSULTASI, masih PURA PURA. Sudah jelas ditulis MENJUAL JASA KONSULTASI, masih PURA PURA. Jika Anda bisa tahu nomor telepon kantor saya, berarti Anda sudah baca perihal profesi dan menu TARIF. ID anda akan dipublikasikan di laman blacklist karena telah melecehkan profesi saya."
Ismawan: "Kan saya sdh bilang dapat dari staff Bpk, saya tanya ke staff Bp dia gak tau tarifnya berapa. Di web tidak ditulis."
Belum apa-apa yang bersngkutan telah menampilkan sikap putar-balik fakta. Kami tidak lagi sudi meladeni lebih jauh: "Masih aja PURA PURA."

Bagaimana mungkin, yang bersangkutan dapat nomor telepon kantor kami, dari staf kantor kami? Silahkan para pembaca nilai sendiri kegilaan orang bernama Ismawan tersebut. Kami yang merancang website, sehingga kami yang paling tahu betul isi dan tata letak website kami, namun dikatakan oleh yang bersangkutan: "tidak ada menu tarif konsultasi". Belum jadi klien, sudah berani bersikap lancang dan demikian melecehkan.

Setiap harinya ada saja manusia tidak tahu malu yang menyalah-gunakan nomor kontak / email / form pemesanan ebook kami. Dari pengalaman yang kami jumpai, ada sinyalemen / indikasi yang mudah dikenali dari model pesan mereka yang bermaksud untuk memperkosa profesi kami. Salah satunya ialah "Saya mau tanya soal hukum, bisa?" Bila dirinya bermaksud bertanya tarif, maka website sudah mencantumkan tanpa harus bertanya. Apa lagi yang dapat kami jawab, selain menyumpahi orang tidak punya malu yang bahkan lebih hina daripada pengemis itu?

Contoh lainnya ialah dari 089629627119 dari anak pelacur "tukang perkosa" dan "tukang langgar" bernama Raka Danira, meski saat memperkosa profesi kami dirinya sama sekali tidak memperkenalkan diri, secara lancang Raka Danira berani meminta dilayani dengan melanggar peringatan dalam website sekaligus menyalah-gunakan nomor kontak kami, dengan mengirim pesan: "apakah saya bisa mendapatkan salinan putusanya? karena di direktori putusan MA file tersebut error." Apa lagi yang dapat kami jawab, selain kami sumpahi agar profesi dirinya yang kelak akan diperkosa sebagaimana perkosaan tanpa nurani yang dilakukan Raka Danira yang "sudah putus urat malunya."

Dirinya sama sekali tidak bertanya perihal tarif meminta salinan putusan, itulah indikasi mutlak itikad buruk pelaku yang memang terbiasa memperkosa profesi orang lain. Mengapa tidak Raka Danira sendiri saja yang jadi babu kami, tapi tanpa upah, agar dirinya tahu rasanya diperkosa dan diberi makan "batu". Itukah didikan keluarga Raka Danira, perkosa profesi orang lain dan cari makan dengan merampok makanan milik orang lain?

Bahkan pernah ada orang yang sungguh-sungguh gila, justru memarahi kami ketika kami murka akibat pelecehannya terhadap profesi kami, dengan menyatakan bahwa kami mengecoh dirinya karena mencantumkan frasa "graaaattiiis" dalam website kami. Kami yang membuat website ini, lalu kami juga yang dituduh yang tidak-tidak olehnya. Ketika kami murka karena disuruh "makan batu", dirinya yang telah memerkosa kami justru lebih galak daripada kami.

Ternyata, sebagian dari Bangsa Indonesia, telah "putus urat malunya"!!! Hanya orang gila, yang berprofesi sebagai konsultan, namun tidak memungut tarif profesi. Namun lebih gila lagi mereka-mereka yang mengharap dilayani oleh seorang profesional dibidang konsultasi, tanpa membayar.

Di laman ini kami buatkan list ratusan orang yang telah kami blacklist, karena saking "gila" dan "tidak tahu malunya" mereka tersebut. Tidak salah lagi, hanya seorang pelacur yang demikian tidak punya malu, dan hanya seorang pemerkosa yang demikian berani lancang memperkosa profesi orang lain.

Ada pula yang tidak kalah gilanya, menghubungi kami dengan tanpa terlebih dahulu memperkenalkan diri, namun sekonyong-konyong menanyakan: "Saya bicara dengan siapa? Anda siapa?" Orang asing gila ini justru menuntut pemilik kantor untuk memperkenalkan diri, bukan justru sang tamu itu sendiri yang memperkenalkan dirinya? Bila dirinya mendapat nomor kontak kami dari website Konsultan Shietra, sudah jelas dirinya sedang berbicara dengan Konsultan Shietra. Tidak habis-habisnya orang tidak waras, kami jumpai setiap harinya di Indonesia: LANCANG, TIDAK TAHU MALU, & TIDAK PUNYA ETIKA KOMUNIKASI.

Tidak mau dipungut tarif layanan, namun meminta "dilayani" dan mengharap "selamat"?
Menyita waktu kami dan membuat kami membuang waktu untuk menyimak masalah hukum Anda yang bukanlah urusan kami tanpa membayar tarif layanan, meski telah jelas seorang konsultan hukum "menjual jasa", itulah yang disebut sebagai "Mental Pengemis".

Itulah "MENTAL PENGEMIS" YANG DIPERTONTONKAN SECARA "TIDAK PUNYA RASA MALU".
Minta "selamat" pula?
Mereka bahkan tidak punya hak untuk mengganggu waktu kami, untuk masalah hukum mereka yang sejatinya bukanlah urusan kami.

"Boleh tanya (minta dilayani tanpa dibebani tarif jasa)?"
Dari mana Anda bisa berharap kami akan memberi jawaban "Ya"?!
Mengapa tidak Anda sendiri saja yang memberi makan keluarga Anda dengan batu? Selama ini Anda bekerja sesuai profesi Anda, tanpa menuntut kompensasi upah, atas waktu, ilmu, dan tenaga Anda?
Mengapa tidak Anda sendiri saja yang bekerja pada kami sesuai profesi Anda, tapi tanpa bayaran?
Jawab dahulu pertanyaan tersebut, baru Anda berhak mengajukan pertanyaan pada kami.

Manusia beradab yang punya otak, tidak perlu sampai harus kami berikan teguran sebagaimana demikian.
Hanya manusia-manusia yang dangkal moral akhlak-nya, yang sampai-sampai perlu kami berikan teguran mengenaskan demikian, seolah-olah orang tua mereka tidak pernah memberi mereka pendidikan moralitas dan etika komunikasi.

Anda suruh kami "mati karena makan batu", maka lebih baik kami yang suruh Anda "mati makan batu milik Anda sendiri".
Jika Anda punya masalah "batu", maka itu urusan Anda sendiri sepanjang Anda tidak melemparkan "batu" tersebut kepada kami.
"Batu" milik Anda adalah "sampah" dimata kami, maka apalah untungnya bagi kami menyentuh "sampah" Anda, seolah-olah sumber daya waktu kami tidak terbatas dan seakan kami "kurang kerjaan"?

Apakah kami hanya boleh diam dan selalu bungkam, setiap harinya mendapati perlakuan lancang yang demikian melecehkan profesi kami?
Semua manusia setara harkat serta martabatnya, dan profesi konsultan yang kami tekuni bukanlah profesi "kelas dua" yang dapat mereka lecehkan secara seenaknya.

BILA ANDA SENDIRI TIDAK BERSEDIA "KERJA RODI", MENGAPA ANDA MERASA BERHAK UNTUK MEMINTA KAMI "KERJA RODI" BAGI ANDA?
ANDA PIKIR ANDA DAPAT MEMPERKOSA PROFESI KAMI, TANPA DAPAT KAMI KENAKAN SANKSI?

SUDAH JELAS SEORANG KONSULTAN MENCARI NAFKAH DARI "MENJUAL JASA", ILMU, & SUMBER DAYA WAKTU KAMI YANG TERBATAS, MASIH SAJA MEREKA MERASA BERHAK MEMINTA DILAYANI TANPA MAU DIBEBANI TARIF PROFESI LAYANAN JASA KONSULTASI. MEREKA BAHKAN LEBIH HINA DARIPADA SEORANG PENGEMIS.

Bagaimana mungkin, pihak-pihak yang secara vulgar melanggar syarat & ketentuan layanan kami, mengharap akan kami layani?
Seorang pelanggar memang sudah dikodratkan untuk tidak akan pernah lepas dari masalah hukum, karena mental "pengemis" dan sifat "tukang langgar" mereka sendiri.
Anda menuntut kami untuk tidak melanggar syarat & ketentuan layanan, namun Anda sendiri yang bahkan notabene belum secara resmi menjadi klien sekalipun telah secara lancang berani melanggarnya secara membabi-buta. Masih mengharap dilayani?

Alih-alih mendapat pelayanan, inilah sanksi yang kami jatuhkan. Berani melanggar syarat & ketentuan layanan, menyalah-gunakan nomor kontak kami, bahkan secara terang-terangan melanggar peringatan dalam website profesi kami, maka Anda harus berani juga menanggung konsekuensinya, SECARA PERMANEN. Anda tidak pernah punya hak untuk "mencoba-coba" terlebih "memperkosa profesi legal kami.

Apakah belum cukup kami berbaik hati sharing ilmu pengetahuan hukum lewat berbagai publikasi website kami, dan bukannya berterima-kasih pada kami, justru mereka secara lancang menuntut lebih banyak dengan "menghisap darah" kami tanpa rasa malu dengan sikap yang demikian melecehkan.
MEMBALAS AIR SUSU DENGAN AIR TUBA.

Anda sadar bahwa sumber daya waktu kami terbatas, dan waktu merupakan "unsur umur hidup kami". Menyita waktu kami, sama artinya Anda meminta "nafas umur hidup" kami. Adalah naif, berpikir bahwa mendalami ilmu hukum cukup memakan waktu 1 atau 2 hari. Untuk sampai pada taraf ini, tidak terhitung lagi jumlahnya waktu, tenaga, serta biaya yang telah kami korbankan.

Meminta dilayani tanpa mau menyadari hak-hak pemberi jasa, sama artinya melecehkan dan memerkosa segala jirih-payah kami maupun orang tua yang telah membesarkan dan mendidik kami.

Itulah ungkapan-ungkapan yang sejatinya tidak perlu sampai kami utarakan bagi yang masih memiliki akal sehat dan hati nurani.
Namun ternyata setiap harinya selalu saja "para manusia tidak tahu malu" demikian sampai harus kami tegur atas sikap lancang mereka saat menghubungi kami tanpa sikap hormat atas profesi kami.

ADALAH SANGAT TIDAK ETIS, MENGAMBIL MAKANAN MILIK ORANG LAIN HANYA DEMI MEMUASKAN PERUT DAN EGO DIRI ANDA SENDIRI (MEMPERKAYA DIRI ANDA SENDIRI DENGAN CARA MEMBUDAKI / EKSPLOITASI KERINGAT ORANG LAIN).

Sudah jelas, bahwa seorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dan sesuap nasi dari jasa layanan konsultasi tanya-jawab. Bukan hanya Anda yang berhak atas penghasilan yang patut dan layak, sesuai profesi masing-masing.



Apakah dosa ataupun ilegal, bila kami mencari nafkah dengan berprofesi sebagai seorang konsultan? Adalah tidak etis, meminta dilayani tanpa mau memberi kompensasi atas jasa dan jirih payah menguasai ilmu pengetahuan hukum. SUDAH JELAS KAMI MENJUAL JASA, SANGATLAH TIDAK ETIS MEMINTA DILAYANI TANPA MAU MENGHARGAI PROFESI KAMI.

SUDAH JELAS KAMI HANYA MELAYANI KLIEN PEMBAYAR TARIF, MENGAPA MEREKA MASIH BERTANYA DENGAN BERPURA-PURA TIDAK TAHU MATA PENCAHARIAN KAMI? HANYA IDEOT YANG BUTUH JAWABAN APAKAH KAMI AKAN SUDI MELAYANI "GEMBEL BERMENTAL PENGEMIS" ATAUPUN MELADENI PERTANYAAN HUKUM "PEMERKOSA" SEMACAM MEREKA.


Kami dan para profesi Konsultan Hukum jelas-jelas sedang menjual JASA. Bagaimana mungkin, seseorang mengharap membeli JASA kami dengan harga NOL Rupiah? Itu namanya MERAMPOK, bukan membeli. 



Apanya lagi yang dapat dinegosiasikan atau dijawab, bila tuntutannya tidak manusiawi semacam itu? Itu adalah pertanyaan yang tidak pernah butuh jawaban: "Maukah Anda bekerja bagi saya, tapi tanpa upah?" Mengapa tidak mereka tanyakan kepada diri mereka terlebih dahulu, sebelum mengajukan pertanyaan melecehkan demikian kepada kami?


Hanya orang-orang "sakit jiwa" yang meminta kue dari penjual kue, namun tidak ingin membayar. Hanya orang-orang biadab yang meminta jasa tukang jahit namun mengharap dilayani tanpa bayaran atas keterampilan sang tukang jahit. Hanya orang-orang bermental penjajah yang meminta dilayani namun tidak ingin dimintai upah atas pelayanan yang diterimanya. Hanya anak-anak para "pelacur tidak tahu malu" dan perampok serta anak-anak pemerkosa, yang merasa dirinya berhak untuk merepotkan dan mengganggu waktu orang lain, tanpa mau meyadari prinsip timbal-balik.

Orang waras dan berbudi luhur, sadar akan prinsip resiprositas: ada meminta maka ada kewajiban memberi. Ada hak, maka ada kewajiban. Meminta dilayani dan telah menggunakan ilmu, waktu, atau jasa orang lain, maka adalah kewajiban untuk memberi kompensasi.

Sayangnya, masyarakat Indoensia meski rata-rata telah berpendidikan sarjana, namun kebanyakan dari mereka bermental "penjajah" sekaligus "pengemis". Yang terlebih kronis, sikap "tidak tahu malu" alias "sudah putus urat malu" mereka: meminta dilayani (bahkan tidak jarang menuntut untuk dilayani), namun menolak membayar tarif jasa / layanan, seolah kami tidak berhak memungut tarif profesi. Mengapa tidak mereka "perkosa" saja profesi diri mereka sendiri, profesi suami mereka, atau profesi orang tua mereka sendiri? Itulah akibat dididik oleh keluarga "pemerkosa": tidak tahu malu dan tidak tahu diri.

Membeli handphone, kendaraan, hingga tanah seharga jutaan rupiah hingga miliaran rupiah, orang Indonesia dapat demikian borosnya, bahkan untuk meminum kopi rela meronggoh kocek ratusan ribu Rupiah. Namun, ketika membeli sayur di pasar yang hanya seharga ribuan perak, menawar secara sengit. Bahkan, terlebih ironis, ketika meminta dilayani oleh jasa konsultan hukum, tidak bersedia membayar sepeser pun.

Itulah watak dasariah Bangsa Indonesia yang setiap harinya selalu mencoba memperkosa profesi kami, meski telah dicantumkan secara tegas dan jelas tentang peringatan syarat dan ketentuan tarif layanan yang dicantum tepat disamping publikasi nomor kontak kami.

Apakah terhadap setiap profesi konsultan, mereka melakukan "pemerkosaan" serupa? Pada dasarnya orang-orang bermental pengemis, tidak akan malu untuk kembali menjadi "predator" bagi kalangan profesi konsultan manapun, karena sudah menjadi watak "tidak tahu malu" mereka.


Hanya seseorang "bermental pengemis yang lebih hina dari pengemis", yang mengharap mendapat layanan atas pertanyaan: "Boleh saya perkosa profesi Anda (karena saya tidak akan beri Anda komisi apapun)?" atau "Boleh minta pelayanan, ilmu, dan waktu Anda, tapi saya tidak mau bayar tarif?" atau "Boleh tanya?" kepada seorang konsultan yang sudah jelas-jelas mencari nafkah dari profesi penjualan jasa konsultasi tanya-jawab.

"Fenomena mendadak miskin" seperti kasus Surat Keterangan Tidak Mampu, tampaknya sudah menjadi watak karakter Bangsa Indonesia yang tidak jujur dan disaat bersamaan penuh sikap tamak. Laman ini sebagai sarana kami untuk mememberi sanksi bagi pihak-pihak yang "mendadak miskin" demikian, seolah dirinya pengemis tanpa rumah dan tanpa pekerjaan, sehingga meminta dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan apapun.

Baik itu konsultan pajak, konsultan saham & investasi, konsultan interior, konsultan konstruksi, tidak terkecuali profesi kami selaku Konsultan Hukum, mencari nafkah secara legal dengan memungut tarif. Hanya manusia tidak berperasaan yang menanyakan: "Apakah boleh dilayani tanpa dipungut tarif?".

Adalah sangat tidak etis, mencoba menghubungi kami dengan niat buruk untuk meminta dilayani, tanpa mau menyadari profesi kami yang mencari nafkah untuk keluarga dari jasa layanan konsultasi. Adalah hak kami untuk menuntut tarif profesi.

Menghubungi dan memaksa kami untuk melayani mereka, tanpa mau dibebani tarif, sama artinya telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, yang mencari nafkah secara legal dari layanan jasa konsultasi. Mengapa tidak mereka lecehkan dan "perkosa" saja profesi mereka sendiri?

Dapat dipastikan pihak-pihak yang melecehkan dan "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, sadar sepenuhnya bahwa kami mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Sebab: 1.) Judul sudah sedemikian besar: LEGAL CONSULTANT; 2.) Terdapat link serta menu TARIF KONSUTLASI; 3.) Telah dicantumkan secara tegas dalam setiap halaman, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF. 4) Informasi perihal nomor kontak kami selalu diiringi peringatan adanya ketentuan TARIF yang berlaku).

Hal tersebut merupakan indikator tidak terbantahkan, bahwa pelaku berpura-pura tidak tahu bahwa kami mematok tarif layanan jasa sesuai profesi kami. Adakah sebutan yang lebih tepat, selain "pemerkosaan secara vulgar" terhadap profesi kami?

Kemungkinannya hanya ada 2, yakni: pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Mereka tidak mungkin tidak tahu bahwa kami mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, sebab: jika mereka menyetahui nomor kontak kami, berarti mereka membaca perihal TARIF. Logo website LEGAL CONSULTANT sudah sangat menjelaskan perihal profesi kami. Dimana dalam setiap halaman website tercantum link TARIF KONSULTASI. Malas membaca ketentuan tarif, merupakan indikator mutlak adanya itikad buruk saat mencoba menghubungi kami.

Dimana-mana, calon pengguna jasa terlebih dahulu menanyakan perihal tarif, bukan sekonyong-konyong "memperkosa" profesi kami dengan mengajukan pertanyaan hukum atas permasalahan yang bukanlah urusan kami.

Bagaimana mungkin, mereka merasa memiliki hak untuk menjajah dan memperlakukan kami seperti pekerja rodi? Pelecehan demikian merupakan derajat keterlaluan yang demikian tidak manusiawi dan tidak termaafkan--kami menyebutnya "perilaku yang lebih hina dari seorang pengemis tanpa rumah dan tanpa pekerjaan".

Telah kami cantumkan dalam publikasi website, bahwa SETIAP PERTANYAAN HUKUM DIBEBANI TARIF, dan nomor kontak yang kami sertakan ialah untuk INFO TARIF. Adalah sangat melecehkan bila masih saja terdapat pihak-pihak yang menghubungi kami, dengan berpura-pura tidak mengetahui profesi kami yang memungut tarif atas layanan jasa konsultasi.

Sama munafiknya dengan kalangan pekerja yang menuntut upah kerja, namun disaat bersamaan menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif. Sama biadabnya ketika seorang pedagang menuntut pembeli membayar barang / jasa yang dijual, namun disaat bersamaan menuntut kami untuk memberi pelayanan jasa konsultasi tanpa mau menyadari hak kami atas tarif jasa profesi.

Hanya orang tidak waras, yang menyatakan bahwa pemilik toko adalah "mata duitan" hanya karena pemilik toko menetapkan harga pada barang yang dijualnya. Sama gilanya, bila ada orang-orang yang mengatakan "mata duitan" kepada seorang penyedia layanan jasa konsutlasi yang mematok tarif layanan jasa profesinya.

Orang dewasa yang sehat akalnya, mampu berpikir sendiri tanpa perlu kami tegur ataupun hardik, bahwasannya seseorang yang berprofesi sebagai konsultan, mencari nafkah dari layanan jasa konsultasi tanya-jawab, entah Konsultan Pajak, Konsultan Property, tidak terkecuali profesi Konsultan Hukum. Setiap orang berhak mencari nafkah, dan profesi konsultan adalah profesi yang legal.

Tidaklah merupakan kejahatan memungut tarif profesi. Yang jahat ialah mereka yang "memperkosa" profesi konsultan dengan meminta dilayani tanpa mau menyadari hak pemberi jasa dan kewajiban pengguna jasa. Apakah jahat, bila seorang pemilik tokok mematok harga terhadap barang yang dijualnya?

Bahkan seekor anjing sekalipun, berhak untuk menyalak dan menggigit Anda bila dirinya disakiti. Ketika Anda merasa berhak untuk melecehkan profesi kami, maka adalah hak kami untuk balik melecehkan Anda. Adapun latar belakang dipublikasikannya sebagian dari database blacklist kami, simak selengkapnya dalam https://www.hukum-hukum.com/2018/05/ambivalensi-antara-korban-dan-pelaku.html

Berikut kami share dan publikasikan pihak-pihak tidak bertanggung-jawab, baik yang telah menipu kami maupun mereka yang telah melecehkan dan memperkosa profesi kami, agar masyarakat umum dapat bersikap waspada dan berhati-hati terhadap mereka sebagaimana list dibawah ini yang telah melakukan praktik "perbudakan" serta "pemerkosaan" terhadap profesi kami:
  • 081808710160, mengaku bernama Markus, dan mengaku sebagai mantan auditor BPKP dan KPK, meski telah disampaikan bahwa hanya klien yang telah deposit tarif yang berhak mengajukan pertanyaan hukum, namun melanggarnya dengan menyampaikan masalah hukumnya yang menyita waktu kami selama hampir 1/2 jam meski belum menjadi klien, dan secara vulgar melanggar syarat & ketentuan layanan yang telah dinyatakan secara tegas, dengan memakai aturan main sendiri. Dirinya juga menyatakan memberi jasa bagi orang lain secara "tanpa dipungut biaya" bagi yang tidak mampu. Namun, dirinya yang berprofesi sebagai auditor keuangan, tidak mampu menyampaikan, orang miskin manakah yang butuh jasa seorang auditor keuangan? Orang miskin bahkan tidak punya kebutuhan untuk membuat pembukuan keuangan apapun. Belumkah cukup Corporate Sosial Responsibility kami dengan berbagai publikasi dalam website kami ini? Kami adalah firma hukum komersiel, bukan panti asuhan, dan kami tidak punya kewajiban untuk memberi makan anak Anda. Apakah salah, bila seorang pemilik restoran tidak bersedia memberi makan pada orang-orang yang mengaku tidak mampu? Pengemis tidak pernah punya masalah hukum, masalah ketenagakerjaan, terlebih masalah tanah. Sudah disebutkan dalam website, syarat dan ketentuan tidak dapat ditawar-tawar, dan hanya yang telah setuju pada syarat kami yang diizinkan menghubungi kami, namun dilayanggar olehnya pula. Sudah disebutkan, kami tidak perlu ambil pusing ataupun membuang waktu mendengar permasalahan yang bukan urusan kami dan juga bukan urusan klien kami, lagi-lagi dilanggar olehnya. Belum menjadi klien namun sudah dengan lancang berani melanggar dan menerapkan aturan main sendiri (sama sekali tidak dapat kami tolerir). Tidaklah mengherankan bila orang yang gemar melanggar aturan demikian, sampai kapan pun akan selalu memiliki permasalahan dengan hukum. Ironisnya, mantan auditor BPKP dan KPK ini terlibat modus berupa memberikan agunan aset sebagai jaminan bagi seorang debitor, namun ketika terjadi kredit macet, dirinya menggugat pihak bank dengan alasan laporan keuangan sang debitor adalah palsu. Bagaimana mungkin, dirinya bersedia menjadi penjamin bagi seorang debitor, bila sejak semula dirinya tidak menganalisa kondisi keuangan sang debitor yang akan dijamin olehnya, sementara dirinya berprofesi sebagai seorang auditor? Modus "cari-cari alasan", meski sejatinya dirinya hanya layak untuk menggugat kelalaian / kesembronoan dirinya sendiri. Ironis, demikianlah track-record mental auditor lembaga negara, tidak akan heran bila negara selalu "kebobolan" dari para tikus-tikus korup. Dirinya telah kami tegur agar tidak menyampaikan pertanyaan ataupun masalah hukum sebelum resmi sebagai klien, namun melanggarnya sehingga dengan ini kami memiliki hak tagih atas tarif 1 jam konsultasi via online. Panjang-lebar menceritakan masalah hukumnya tanpa kami izinkan dan tanpa membayar tarif atas waktu kami yang tersita, kami menyebutnya sebagai "MENTAL PENGEMIS". Adalah tidak mengherankan, bila seorang "pelanggar bermental pengemis" terlibat masalah hukum, hanya membuang-buang waktu meladeni "pengemis korup" demikian. Dirinya mengaku telah banyak menikmati berbagai publikasi karya tulis penulis dalam website ini, namun seperti itulah cara dirinya membalas budi baik penulis: "membalas air susu dengan air tuba";
  • HERBERT ARITONANG, yang mati-matian membela sang 'guru cabul' ini bahkan mengajukan praperadilan tanpa mau menyadari perasaan orang tua para korban sang 'guru cabul' yang dibelanya. Begitupula ROYNAL PASARIBU, keduanya bekerja sesuai profesinya sebagai advokat, namun tanpa membebani tarif pada pengguna jasa? Keduanya merupakan pengacara bermental 'pengemis' yang mengemis pada kami untuk dilayani, dimana keduanya tidak bersedia dibebani tarif sepeserpun. Inilah sanksi bagi mereka akibat 'memperkosa' profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal;
  • Evy Susantie 085236167169 (pengacara spesialis "maling teriak maling");
  • Bob Setyanegara 081932177244 (pengacara yang membudaki rekan kerjanya sendiri);
  • Septia / Dita Darry Sauqi, BBM D2A9C558, 082266202969, 082245752489, 085732802128 (Bahkan tidak memperkenalkan diri ketika menghubungi kami, seketika "memperkosa" profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsutasi tanya-jawab seputar hukum, tanpa mau memaklumi hak kami atas tarif, meski berkonsultasi perihal sengketa boedel warisan tanah yang tentunya membuktikan dirinya sebagai "orang kaya bermental pengemis" yang tega "memperkosa" profesi kami, dan menghardik kami ketika kami menuntut tarif layanan. Pemerkosa bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini, bahkan marah kepada kami (yang notabene merupakan korban ketamakan dirinya). Penjual makanan ini adalah seorang penipu berbahaya, yang dengan tamak menuntut dilayani tanpa mau mengakui kewajibannya untuk membayar tarif, alias merampok hak orang lain. Agar masyarakat tidak sampai menjadi korban penipuan serupa. Pihak tersebut diatas, sangatlah BERBAHAYA. Orang gila bernama Septia / Dita Darry Sauqi ini bahkan menghina kami sebagai "mata duitan" hanya karena kami menyatakan memungut tarif atas jasa profesi kami. Kami juga butuh makan dan berhak atas nafkah sesuai profesi kami! Mata pencaharian dan nafkah adalah Hak Asasi Manusia. Hanya orang-orang sakit jiwa yang melarang kami untuk mencari nafkah secara legal. Tidak salah bila kemudian kami menyebut Septia / Dita Darry Sauqi, sebagai PELACUR / PEMERKOSA profesi orang lain.). Dirinya sendiri menjual makanan dengan sejumlah nominal harga kepada pembeli, namun mengapa kami dituntut untuk bekerja baginya tanpa harga? Yang lebih luar biasa, tanpa mampu merasa bersalah ataupun malu, dirinya mengancam akan membawa suaminya untuk melakukan kekerasan, semata hanya karena kami menolak untuk kerja rodi atas penjajahan yang dilakukan Dita Darry Sauqi. BIla Dita Darry Sauqi ingin menjadi "pelacur tanpa bayaran", maka itu bukanlah urusan kami, sepanjang yang bersangkutan tidak memaksa kami untuk kerja rodi. Kami berhak atas nafkah profesi secara legal untuk makan nasi, dan kami menghargai jirih payah keringat orang tua kami yang telah bersusah-payah membiayai sekolah kami. Tiada seorang pun berhak untuk melecehkan ataupun memperkosa harkat dan martabat kami;
  • 083854781856, bajingan TUKANG LANGGAR & TUKANG PERKOSA serta anak pelacur tidak tahu malu bernama Fara Achmad ini, sudah mengetahui bahwa kami mencari nafkah dari menjual jasa, namun dirinya tanpa memperkenalkan diri (betapa sopannya), seketika itu juga memperkosa profesi kami dengan meminta dilayani tanpa mau dibebani tarif, meski peringatan dalam website ini telah demikian tegas menyatakan bahwa bersikap lancang demikian sama artinya merampok nasi dari piring kami. Sungguh, Fara Achmad adalah anak "tukang perkosa" yang sudah putus urat malunya. Fara Achmad dilahirkan dari keluarga tukang perkosa, tukang rampok, dan tukang melacur, maka dari itu Fara Achmad tidak punya rasa malu. Bayangkan saja, sudah sebegitu tegasnya peringatan bagi pengunjung website ini, dimana bila seseorang dapat mengetahui nomor kontak kami pastilah telah membaca peringatan keras tersebut, tetap saja berani melanggar dan melecehkan profesi kami, maka apa yang lebih tepat menjuluki Fara Achmad sebagai "ANAK PELACUR TUKANG LANGGAR DAN TUKANG PERKOSA TIDAK PUNYA MALU"?
  • Panca Budi Pratama Group, perusahaan plastik perusak lingkungan yang melakukan praktik perbudakan tenaga kerja, dimana satu pekerja dipekerjakan untuk kepentingan tiga puluhan badan hukum milik Jhony Taslim, bahkan memotong upah meski pekerja melakukan kerja lembur;
  • PT. AUDITSI UTAMA, perusahaan rekruitmen penipu pimpinan Eddy Santoso Tjahja (mantan direksi JobsDB yang dipecat secara tidak hormat oleh JobsDB) dan Liliana Tjia (wanita tua bangka yang tidak laku, namun tega mengeksploitasi keringat manusia yang sedang mencari nafkah), dimana setelah melakukan 200 jam kerja sesi layanan konsultasi hukum dan dengan segala biaya yang dikeluarkan secara pribadi, tidak juga diberi upah sebagaimana dijanjikan;
  • Panorama Tour Group, yang secara tidak etis mengundang kami untuk datang ke kantor Panorama Tour Group, bukan untuk menjajaki kerja sama layanan konsultasi hukum, namun Konsultan Shietra dibuat harus meladeni berbagai pertanyaan hukum terkait ketenagakerjaan tanpa membayar tarif layanan, seperti melontarkan pertanyaan "Apakah sesama karyawan yang menikah boleh di PHK?" "Gimana buat perjanjian kerja dengan tour guide, agar tidak bisa minta pesangon ke Panorama Tour?", dsb, yang tidak ada hubungannya dengan itikad untuk kerja sama sebagai pengguna jasa (sangat tidak etis dan tidak dapat ditolerir, sebab Panorama Tour Group yang belum mejadi klien telah mengundang Konsultan Shietra secara sadar bahwa profesi konsultan mencari nafkah dari tanya-jawab seputar hukum, namun secara lancang berani mengajukan berbagai pertanyaan seputar isu hukum). Agar kalangan profesi konsultan lain mewaspadai modus serupa dari Panorama Tour Group;
  • 081318830832. Yumi Wijdan (@yumiwijdan_oshope), yumitriayu, mengirimi kami pesan bernada manipulatif eksploitatif dengan kutipan berikut: "Selamat malam, ibu / bapak." Setelah yang bersangkutan menyaru seolah sebagai klien sehingga kami berikan tanggapan yang ternyata hanya akan membuang menyita kami, meski website telah menegaskan bahwa hanya klien yang berhak menuntut dilayani, Yumi Wijdan kembali menyampaikan: "Saya karyawan perusahaan swasta bernama yumi. Saya punya masalah perihal hak uang pisah dengan perusahaan tempat saya bekerja. Bila bapak / ibu berhati mulia, tentu akan membantu saya untuk masalah ini." Mengapa tidak dirinya saja yang sesuai profesinya bekerja pada kami, tapi tanpa upah? Apakah pemilik restoran yang tidak mau memberi makan Anda, Anda sebut sebagai pembunuh berdarah dingin? Ternyata, Yumi Wijdan menolak untuk bekerja pada kami tanpa upah. Maka, untuk apa kami membantu penipu berhati BUSUK bernama Yumi Wijdan? Bukankah sudah sepatutnya penipu manipulatif bernama Yumi Wijdan, tertipu oleh perusahaan tempatnya dulu bekerja? Bagaimana mungkin, seorang penipu berkeberatan ketika dirinya tertipu? Setelah kami investigasi ID yang bersangkutan, Yumi Wijdan ternyata menjual pakaian muslimah. Apakah Yumi Wijdan selama ini "berhati mulia" dengan menjual tanpa harga sepeser pun kepada pembeli? Mengapa seakan hanya Yumi Wijdan yang berhak atas nafkah, sementara kami hanya boleh "makan batu" dan menjadi budak penjajahan rodi? Entah sudah berapa banyak jatuh korban manipulatif Yumi Wijdan yang pandai memanipulasi ini;
  • 085756332979 tidak mau memperkenalkan diri ataupun nama, menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif, meski website ini telah mencantumkan profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi, dan berpura-pura tidak mengetahui ketentuan tarif, meski disamping informasi nomor kontak kami dicantumkan peringatan bahwa HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM dan HARGAI PROFESI PENULIS YANG MENCARI NAFKAH DARI MENJUAL JASA KONSULTASI. Kesimpulan: dirinya hanya BERPURA-PURA tidak mengetahui ketentuan tarif, dan secara sewenang-wenang memperkosa profesi kami--karena tidak mungkin seseorang mengetahui nomor kontak kami tanpa membaca ketentuan perihal tarif layanan. Dirinya meminta dilayani perihal sengketa tanah, tapi bersikap seperti pengemis yang tidak punya rumah dan tidak punya uang hasil pekerjaan. Semoga yang bersangkutan benar-benar jadi gembel yang mengemis-ngemis di jalanan. Bukanlah kami yang mengutuk dirinya, namun dirinya sendiri yang mendoakan dirinya benar-benar menjadi pengemis gelandangan;
  • 081380777770, berkedok sebagai yayasan zakat, yang bersangkutan tidak memperkenalkan nama ataupun dirinya, seketika secara disengaja memperkosa profesi kami dengan meminta dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan meski dirinya sadar akan profesi kami yang mencari nafkah sebagai konsultan, karena mustahil yang bersangkutan dapat mengetahui nomor kontak kami tanpa mmebaca perihal ketentuan tarif konsultasi. Apakah dirinya ketika dimanapun menjumpai orang lain, seketika merasa berhak untuk memperkosa orang lain tanpa mau menghargai harkat dan martabat maupun profesi orang lain? Demikian rusak moralitas bangsa agamais bernama Indonesia.
  • Anonim (kami yakini dirinya memberi nama palsu) 0811319502, 081259024282, mengaku dari surabaya, memiliki sengketa tanah dengan notaris, namun meski telah kami nyatakan bahwa tanya-jawab dibebani tarif, yang bersangkutan menelepon kami menuntut dan memaksa untuk dilayani tanpa mau dibebani tarif seolah kami memiliki kewajiban meladeni sifat tanak dirinya (ternyata ada dan banyak manusia sesakit jiwa ini. Kami doakan semoga yang bersangkutan benar-benar menjelma lebih miskin dari pengemis tanpa rumah.);
  • Ahmad, 02129378951, 081281832320, 081289393979 (memaksa kami untuk melayani tanpa mau dibebani tarif meski dari perusahaan perbankan BUMD syariah raksasa lokal di Tanah Air. Bukan tidak mampu membayar tarif, namun terlampau tamak dan tega melakukan penjajahan terhadap profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal.);
  • 085648358411 menyebut kata "alhamdullilah" ketika memperkosa profesi kami (fakta dan realitanya demikian yang kami alami);
  • 0213865313 menelepon kami tanpa mau menyebut nama ataupun memperkenalkan diri, dengan berpura-pura seolah tidak tahu akan adanya ketentuan tarif namun meminta dilayani;
  • HOTLAN BUDIMAN SIHOTANG, alamat jln. porsea kota Pematangsiantar, SUMUT, Nomor HP 082176185140, hotlanbudiman@gmail.com, berpura-pura sebagai pembeli dengan menyalahgunakan formulir kontak pemesanan ebook, untuk secara sewenang-wenang memperkosa profesi kami meski telah dinyatakan secara tegas dalam website bahwa berpura-pura tidak mengetahui bahwa setiap tanya-jawab hukum dibebani tarif konsultasi sama artinya memperkosa profesi kami. Sungguh tidak tahu malu dan tidak tahu diri, makhluk biadab bernama HOTLAN BUDIMAN SIHOTANG. Memang sudah sepatutnya, biadab macam Hotlan Budiman Sihotang bermasalah dengan hukum.
  • 082341578685, seolah dirinya memiliki hak untuk memperkosa profesi kami;
  • Suaedi dari Kabupaten Salanyar 081244650829, punya masalah tanah, tapi membudaki profesi kami seakan dirinya pengemis tanpa harta rumah tinggal, menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif layanan. Alias, dengan gagah berani tanpa rasa malu memperkosa profesi kami;
  • Benny Suryadi 081345207998, menghubungi kami tanpa memperkenalkan diri (nama yang kami cantumkan adalah hasil investigasi kami, dan ternyata yang bersangkutan sering bermasalah dengan hukum di pengadilan), meski sudah kami nyatakan bahwa kami mencari nafkah dari layanan jasa konsultasi, dan setiap tanya-jawab dibebankan tarif, namun dirinya tanpa rasa malu dan tanpa rasa takut, bahkan berani menelepon kami untuk tetap menuntut sekaligus memaksa untuk dilayani tanpa mau dibebani tarif;
  • 085244053088, mengaku bernama Ricky. Dirinya secara sewenang-wenang menyalah-gunakan nomor kontak kami, seolah dirinya berhak untuk mendikte dan membuang-buang waktu kami yang sedang mencari nafkah secara legal sebagai konsultan hukum. Yang bersangkutan baru menjadi buruh, sudah bersikap layaknya "bos besar sewenang-sewenang". Dirinya tidak mau menghargai profesi orang lain, namun menuntut dilayani. Dirinya berpura-pura buta atas nama profesi kami, atau memang buta batinnya?;
  • 082247190063, Anthany Lamadike. Dirinya seketika memperkosa profesi kami tanpa mau memperkenalkan diri, sungguh sikap sopan yang luar biasa vulgar tidak beradabnya. Sudah dicantumkan secara jelas bahwa HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM, namun secara sewenang-wenang Anthany Lamadike menyalah-gunakan nomor kontak kami dengan meminta dilayani sembari mengajukan pertanyaan hukum atas masalah pribadinya yang bukan urusan kami, tanpa mau dibebani tarif layanan. Adalah bohong, bila yang bersangkutan tidak mengetahui ketentuan tarif konsultasi, karena nomor kontak kami disertai peringatan perihal tarif profesi. Anthany Lamadike menuntut upah atas PHK, namun Anthany Lamadike menolak memberi upah kami selaku penyedia jasa, sungguh munafik sekaligus melecehkan;
  • 081285195596;
  • 087788070615, tanpa memperkenalkan diri, secara seketika memperkosa profesi kami, lalu melarikan diri begitu saja;
  • Trie Sulistiowarni 081808122763, 081311474589. Trie Sulistiowarni bersikap AROGAN, tidak memiliki etika komunikasi, spesialis "putar-balik fakta" yang sangat berhabaya. Trie Sulistiowarni melecehkan profesi kami saat kami menguraikan syarat dan ketentuan layanan. Adalah wajar setiap penyedia jasa menyatakan syarat dan ketentuan layanan, sebelum mengikat perjanjian. Namun Trie Sulistiowarni secara sewenang-wenang melecehkan dan "memutar-balik fakta", membuktikan bahwa dirinya buruk dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karena tidak bisa membaca apa yang telah tercantum secara jelas dalam chat via WhatsApp. "Ya dibilang Tidak", dan "Tidak dibilang Ya" olehnya. Agar masyarakat waspada terhadap pelecehan dan putar-balik fakta ketika mendapat telepon dari Trie Sulistiowarni. Dirinya menghubungi Anda hanya untuk kemudian melecehkan Anda. BUKTI: Ia mengaku "serius mendaftar sebagai klien", namun kemudian mengaku "cancel / membatalkan", suatu ajang putar-balik fakta yang tidak etis dan tidak terpuji. Bila "serius", mengapa "membatalkan"? Adakah yang lebih tidak waras dari: "serius mengikatkan diri" namun kemudian "membatalkan sepihak"?. Trie Sulistiowarni dalam SMS-nya menyatakan akan mencemarkan nama baik kami lewat aksi "putar-balik fakta" Trie Sulistiowarni yang perlu kembali belajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar, dan publikasi blacklist inilah balasan dari kami. Maling teriak maling, adalah kami yang lebih patut untuk tersinggung atas aksi "putar balik fakta" Trie Sulistiowarni, si buta huruf, yang memandang bahwa "penegasan terhadap kesepakaan serta syarat & ketentuan layanan adalah kejahatan". Serius, namun kemudian membatalkan secara sepihak, sembari melecehkan kami, sungguh Trie Sulistiowarni tidak bermoral dan tidak berpendidikan. Kami tantang secara terbuka kepada Trie Sulistiowarni, buka isi chat WhatsApp kepada polisi bila perlu, dan biar publik yang menilai siapa yang sesungguhnya telah melecehkan, dan siapa yang "buta huruf" : kami ataukah Trie Sulistiowarni. Trie Sulistiowarni meminta dilayani pada pukul 9 pagi esok harinya, dan untuk itu kami memberi respon: "Oke saya sanggupi, namun setelah deposit tarif minimum 1 jam dengan bukti foto struk ATM transfer dana tarif konsultasi pada hari ini juga."--sebagai penegasan bahwa untuk sesi konsultasi esok pukul 9 pagi, tidak bisa deposit tarif pada hari-H sesi konsultasi karena kami butuh waktu untuk verifikasi dana, dan tidak bisa berupa bukti e-banking. Tidak kurang dan tidak lebih, itulah respon final kami. Namun Trie Sulistiowarni memutar-balik fakta, dengan menyatakan bahwa pernyataan kami tersebut menyinggung perasaannya, dan melecehkan kami sekaligus menyatakan "saya batalkan". DIMANAKAH BAGIAN DARI FRASA PERNYATAAN KAMI YANG BERSIFAT MELECEHKAN? Hanya penipu yang tega "memutar-balik fakta tanpa rasa malu". Berangkat dari fakta tersebut, kini kami nyatakan bahwa Trie Sulistiowarni adalah PENIPU. Kami tantang Trie sulistiowarni secara pidana ataupun perdata, terkait chat WhatsApp dimaksud, agar publik pada akhirnya tahu fakta perihal karakter arogan Trie Sulistiowarni yang gemar melecehkan, buta huruf, buruk dalam menuliskan kata-kata, dan pandai memutar-balik fakta. Tidak heran bila cara menulis Trie Sulistiowarni mirip seperti level anak SD yang buruk dalam menulis kata-kata, baik gaya tulisnya dalam chat WhatsApp maupun bukti berupa SMS dari Trie Sulistiowarni yang kami arsipkan. Silahkan pembaca nilai sendiri derajat moral dari Trie Sulistiowarni, dan kami siap dipidana bila memfitnah. Gaya tulisan Trie Sulistiowarni dalam chat WhatsApp maupun SMS, mirip seperti cara menulis orang tidak berpendidikan, yang tidak mampu membedakan antara titik dan koma. Tanpa banyak bicara, seketika itu juga kami nyatakan tidak bersedia menjadi konsultan Trie Sulistiowarni : "Ya sudah, ngak butuh klien yang kurang hajar suka putar-balik fakta. Ngak heran Anda bermasalah dengan hukum. Sebaiknya Anda kembali belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Anda diblacklist permanen." Trie Sulistiowarni seketika itu juga kemudian mengirim SMS kepada kami, mengancam akan mencemarkan nama baik kami, tersinggung karena kami tidak bersedia menjadi konsultan hukumnya. Belum apa-apa dan belum resmi sebagai klien, sudah memutar-balik fakta secara vulgar dan bersikap arogan. Adalah hak kami untuk menolak menjadi konsultan, dari orang-orang yang tidak memiliki etika komunikasi. Saat kami telah memberi respon: "Oke saya sanggupi," maka sejatinya perikatan telah terbentuk dan mengikat para pihak, karena syarat sah perjanjian Pasal 1320 KUHPerdata tidak mensyaratkan ada atau tidaknya down payment, dimana Pasal 1338 Ayat (2) KUHPerdata secara tegas melarang pembatalan secara sepihak. Itulah bukti tidak terbantahkan, bahwa Trie Sulistiowarni adalah PENIPU, yang sangat tidak etis dan tidak bermoral, membatalkan sepihak apa yang telah disepakati. Simak uraian yuridis selengkapnya dalam https://www.hukum-hukum.com/2018/05/down-payment-bukan-syarat-mutlak-sahnya-perjanjian.html ;
  • 087878645139, sudah ditulis besar-besar "TANYA-JAWAB DIBEBANI TARIF KONSULTASI", sudah pula ditulis besar-besar profesi kami adalah "KONSULTAN HUKUM", namun dirinya berani menelepon kami menuntut dilayani tanpa mau dibebani tarif, bahkan tanpa memperkenalkan dirinya seketika memperkosa profesi kami. Begitu pula nomor-nomor dibawah ini, melakukan pelecehan serupa terhadap profesi kami, antara lain:
  • 082136024277, mengaku bernama Indra, secara seketika memperkosa profesi kami, meski dirinya telah membaca ketentuan disamping pencantuman nomor kontak kami pada website (tidak mungkin dirinya tidak membaca peringatan tegas bahwa hanya klien pembayar tarif layanan jasa yang berhak mengajukan pertanyaan hukum, dan bagi yang menyalah-gunakan nomor kontak kami akan diberi sanksi publikasi blacklist permanen). Dirinya telah sadar sepenuhnya akan peringatan demikian maupun profesi kami sebagai konsultan, namun dengan berpura-pura tidak membacanya, merasa berhak untuk memperkosa profesi kami dan berani melanggar syarat dan ketentuan yang telah tercantum secara tegas beserta ancaman sanksinya. Entah manusia busuk macam apa sampah masyarakat semacam itu, dan entah orang tua semacam apa yang mendidik bajingan macam demikian, yang pastilah kerap melanggar aturan dan melecehkan individu lainnya di tengah masyarakat. Agar masyarakat berhati-hati ketika mendapati orang dengan nomor kontak tersebut, karena dirinya tidak akan menghormati profesi orang lain. Berani bermain api, sanksi inilah akibatnya;
  • 082284530950;
  • 082110933145;
  • 087842223873;
  • 081517444660;
  • 087878926692;
  • 081511014581;
  • 085372813419, anak pelacur ini tahu dan sadar sepenuhnya bahwa kami mencari nafkah sebagai konsultan ketika dirinya bisa mendapatkan nomor kontak kami, namun dirinya berani secara lancang meminta dilayani tanya-jawab seputar hukum tanpa mau dibebani tarif. Apa lagi yang bisa kami berikan respon, selain komentar "Kami tidak melayani anak pelacur tidak punya malu macam Anda.". Bagaimana mungkin, dirinya mengharap dilayani dengan disaat bersamaan menyuruh kami "makan batu"? Faktanya, dirinya bahkan lebih gila dan lebih hina daripada seorang pengemis;
  • 087788855868;
  • 081285195596;
  • 0811299982;
  • 081253971699, mengaku bernama ichi babaro, dirinya dipecat secara tidak hormat oleh perusahaan tempatnya bekerja karena tidak becus bekerja dan menuntut upah, namun disaat bersamaan memperkosa profesi kami dengan sekonyong-konyong mengajukan pertanyaan hukum tanpa mau menghargai profesi kami yang mencari nafkah dari jasa konsultasi tanya-jawab, MESKI SUDAH SANGAT JELAS WEBSITE MENERANGKAN PROFESI KAMI DAN YANG BESANGKUTAN KETIKA MENEMUKAN NOMOR KONTAK KAMI PASTI TELAH MEMBACA KETERANGAN BAHWA PROFESI KAMI ADALAH KONSULTAN DAN HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. DIRINYA SEENAKNYA MELANGGAR DAN MELANGGAR, MAKA TIDAK HERAN BILA ORANG BERMASALAH INI AKAN BERMASALAH DENGAN HUKUM AKIBAT MENTALNYA YANG GEMAR "MEMPERKOSA" DAN "MELANGGAR". Mental "PERAMPOK" yang dipertontonkan tanpa malu demikian, sungguh ironis;
  • 089623644846;
  • 085321742743;
  • 0811536894;
  • 085822704282;
  • 085218570261, tidak mau memperkenalkan diri (betapa sopan dan arogan dirinya), kaya raya karena punya sengketa tanah, namun bermental pengemis, belum apa-apa sudah menuntut minta dilayani atas sengketa tanah dirinya, sekalipun bukan urusan kami, seakan kami bekerja tanpa hak untuk "makan nasi";
  • 081285211704;
  • 082232999777;
  • 081906320424;
  • 085393699205;
  • 085890577725;
  • 08111000251;
  • 08159189624;
  • 085355760135;
  • 081334524773;
  • Anak pelacur bernama Muhamad Fajrin, Pajrin78@gmail.com, merasa berhak untuk memperkosa profesi kami, menyalah-gunakan form pemesanan ebook yang kami jual, dengan mengirim pesan sebagai berikut: "Saya ingin bertanya dengan dibuka nya lahan tidur / gambut yg di kelola harta di daerah kami, banyak masyarakat / warga yg menggarap membuka lahan pertanian dan persawahan secara manual tanah rawa,seiring dengan waktu persawahan warga akan dibuat jalan angkutan batubara yang mana rawa2 tersebut akan ditimbun, singkat cerita setiap warga yg memiliki sawah dan usaha musyawarah dengan pihak pemerintahan desa dan pihak perusahaan,yg membahas besar ganti Rugi tanah warga dan diputus kan Rp.3500/M warga semua menolak. Dalam kasus ini saya mau bertanya apa yg menjadi dasar warga untuk menolak ketika tidak ada kesepakatan masalah ganti Rugi, sementara sebagian warga belum memiliki surat hak atas tanah tersebut,karena asal tanah tersebut lahan tidur yg dikelolah secara manual oleh warga sehingga menjadi perkebunan / persawahan." Rupanya, agama Muhamad Fajrin / Pajrin mengajarkan bahwa memperkosa dan membudaki profesi orang lain, adalah HALAL hukumnya, dan pelanggar merasa berhak dilayani sambil disaat bersamaan merampok nasi dari piring kami. Bagaimana mungkin, dirinya merasa berhak atas nafkah namun disaat bersamaan dirinya memperkosa profesi kami? SAKIT JIWA ITU NAMANYA!
  • 081281099046;
  • 082124320007;
  • 089675769930;
  • 081399319385;
  • 087885699118, tanpa memperkenalkan diri (betapa biadabnya perilaku demikian), dengan lancangnya berani menelepon kami meminta dilayani tanpa membayar tarif layanan jasa, meski dirinya sadar sepenuhnya kami mencari nafkah dari menjual layanan jasa tanya-jawab, sungguh suatu pelecehan dan perkosaan terhadap profesi kami yang tidak dapat dimaafkan karena demikian lancangnya. Dirinya bisa mengetahui nomor kontak kami, artinya dirinya tahu dan telah membaca bahwa hanya klien pembayar tarif yang berhak bertanya, namun dirinya menelepon kami dengan menyatakan: "Boleh saya bertanya?" Apakah kepada setiap konsultan hukum atau konsultan pajak, dirinya merasa berhak untuk memerkosa profesi orang lain, dengan mengajukan pertanyaan demikian?
  • 082187722724;
  • 082399044641;
  • 0818799186;
  • 085776813016;
  • 081286375220;
  • 085100819802, anak "tukang perkosa" itu tidak memperkenalkan diri (setelah kami investigasi ternyata bernama Alfadi Marta Putra), secara seketika Alfadi Marta Putra merasa berhak memperkosa profesi kami dengan mengajukan pertanyaan: "Pagi ada saya mau tanyakan. Apa benar istri bawaan suami istri tidak berhak untuk harta tersebut." Jangan bilang kami memeras mereka dengan mencantumkan ID mereka pada laman blacklist ini, MEREKA SENDIRI YANG TELAH SECARA SENGAJA DAN LANCANG MENYALAH-GUNAKAN NOMOR KONTAK KAMI DENGAN MELANGGAR PERINGATAN. Sudah ditulis sebesar ini di website: KONSULTAN HUKUM. MENJUAL JASA. Mereka yang mencemarkan nama "baik" diri mereka sendiri. Kesimpulan: Alfadi Marta Putra dididik oleh orang tua TUKANG LANGGAR, TUKANG PERKOSA, PELACUR, maka tidak heran bila Alfadi Marta Putra tidak punya malu dan berani secara lancang melanggar, bahkan memperkosa profesi orang lain tanpa rasa bersalah. Mungkinkah Anda mendapati nomor kontak kami tanpa membaca peringatan akan sanksi diberi blacklist?;
  • 081281832320;
  • 08982666278;
  • 087822894467;
  • 08121860787;
  • 082177870782;
  • 085759865981;
  • 081372583518, tanpa mau memperkenalkan diri, dirinya secara seketika memperkosa agama kami, berlagak sok kenal, tanpa tujuan yang jelas menghubungi dan mengganggu waktu kami. Datang tidak diundang, maka ketika kami tendang pun tidak akan kami antarkan;
  • 081510372939 merasa bangga dapat melecehkan profesi orang lain--indikator jiwa yang sakit mental;
  • 081510372939;
  • 081281099046;
  • 082389523131;
  • 082322936403, anak pelacur tersebut tidak memperkenalkan diri saat secara lancang menelepon kami, dimana dirinya sadar bahwa kami berprofesi sebagai konsultan hukum, namun dirinya secara lancang meminta dilayani tanpa mau membayar tarif layanan, meski dirinya bila bisa mendapat nomor kontak kami maka pastilah telah membaca peringatan bahwa HANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH HUKUM, dimana kami sudah cantumkan juga keterangan secara tegas bahwa kami MENJUAL JASA, dan PELANGGAR AKAN DIBERI SANKSI BLACKLIST, namun tetap saja dirinya berani melanggar dan tanpa malu meminta dilayani dan disaat bersamaan memperkosa profesi kami. Yang paling buruk dari "tukang langgar" ini, ialah sikap BERBOHONG dirinya yang menyatakan tidak membaca peringatan demikian, meski di sekujur website sudah dicantum "KONSULTAN HUKUM", "MENJUAL JASA", "TARIF KONSULTASI". Apanya lagi yang kurang jelas?
  • 081381460154;
  • 082180637608;
  • 081344595511;
  • 082120222704, bajingan keparat tidak punya malu ini meminta dilayani, namun tidak mau membayar tarif SEPESER PUN, meski dirinya telah membaca peringatan di website bahwa kami sedang "MENJUAL JASA" dan sedang mencari nafkah sebagai konsultan. Anak pelacur "yang lebih hina dari pengemis" tersebut mengalami "kredit macet", dengan tamak memakan kredit dari bank, tapi saking tamaknya tidak mau mengembalikan, sehingga rumahnya mau dilelang eksekusi oleh bank. Saking tamaknya, selain ingin mengorbankan pihak bank yang merugi oleh debitor nakal ini, dirinya juga tanpa malu dan berani memperkosa profesi kami. Belum cukup dirinya memakan kredit dari bank tanpa dikembalikan, dirinya juga merampok "nasi dari piring" kami TANPA RASA MALU. Dirinya pastilah anak TUKANG PERKOSA sekaligus TUKANG LANGGAR yang sudah putus urat malunya. Entah profesi mana lagi yang kini hendak diperkosa oleh predator ini. Kami menyebut anak pelacur tukang perkosa tersebut, sebagai sampah masyarakat sekaligus setan berpenyakit mental. Masalah dirinya, sebagai hasil diagnosa: TERLAMPAU TAMAK dan TERLAMPAU TIDAK PUNYA MALU.
  • 08111672121;
  • 081334524773;
  • 081281099046;
  • 082124320007;
  • 089675769930;
  • 087822894467;
  • 087723875486, anak pelacur tidak tahu malu ini, secara vulgar dan secara lancang berani melanggar peringatan tentang ketentuan tarif meski dirinya mengetahui bahwa kami mencari nafkah sebagai konsultan, tanpa memperkenalkan dirinya, bahkan bersikap sok kenal, dirinya merasa berhak memperkosa profesi kami dengan mengirimi kami pesan ke nomor kontak kami yang disalah-gunakan oleh "this son of bicht" berikut: "Ceritanya istri saya datang ke kantor saya mencari seseorang bernama A yang istri saya fikir itu selingkuhan saya mencari dengan nada kasar, sedangkan pas waktu itu si A tidak ada di tempat dan saya bilang ke istri saya "dia tidak ada, sudah ini kantor jangan bikin malu" dengan nada rendah saya terangkan, tetapi istri saya tetap dengan nada kasarnya mencari si A, hingga semua karyawan di kantor tersebut keluar dan mengatakan "maaf mba, ini kantor bisa sopan sedikit bicaranya?" namun istri saya masih tetap dengan nada tingginya mencari si A, saya pun pertamanya menarik keluar secara halus karena saya berfikir malu jika di dalam kantor, namun istri saya menolak, dan akhirnya saya menarik dengan tenaga yg besar hingga istri saya terjatuh. Apakah itu perbuatan pidana dan dapat di penjarakan. Tapi saya berfikir itu sebuah pembelaan karena itu tempat umum dan saya sudah memperingatinya dengan cara halus namun gagal. Jadi gimana menurut bapak / mas sendiri? Masalahnya saya sudah dapat panggilan dari kepolisian yang ke 2. Terimakasih." Jawaban apa lagi yang dapat kami berikan, selain: semoga bajingan tidak tahu malu tukang selingkuh semacam dirinya, cepat mati dan masuk neraka! Siapa juga yang sudi mendengar kisah p0rn0 mesum demikian?
  • 08121860787;
  • 082177870782;
  • 085759865981;
  • 081510372939;
  • 081281099046;
  • jusmanaples@gmail.com ;
  • 0818473262, 021583004, penipu yang mengaku bernama Azhar ini telah mempermainkan dan menghabiskan waktu kami atas sesuatu yang bukan kekeliruan kami, namun kelalaian pribadinya yang tidak dapat ditolerir;
  • 081510372939;
  • 08158102456;
  • 081326090009;
  • 087885090602, 081287755210;
  • 085260507676;
  • Ario Wibowo 0811170101, ia telah mengetahui bahwa kami berprofesi dan mencari nafkah dari jasa konsultasi tanya-jawab seputar hukum, bahkan sudah kami sampaikan nominal tarif layanan, namun ia kemudian tetap memperkosa profesi kami atas masalah tanah yang bukan urusan kami tanpa mau membayar tarif SEPERAK PUN;
  • 081319263927;
  • 085363011699;
  • Kael Tenggeng, yang memaksa dengan sadistik mencoba "memperkosa" profesi kami. Respon kami: Silahkan Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan kepada seorang dengan profesi Konsultan namun tanpa mau dibebani tarif. Kael Tenggeng meminta atau bahkan menuntut pelayanan tanpa mau dibebani tarif, sama artinya dengan penjajahan dan kerja rodi;
  • 081344595511;
  • 081350044449;
  • 085750456385;
  • 082117520691;
  • 089643637898;
  • 081319396973, anak pelacur yang sudah putus urat malunya ini mengaku bernama Hendi, meski dirinya telah mengetahui (tidak mungkin tidak) bahwa kami mencari nafkah dari jasa konsultasi dan terdapat menu TARIF KONSULTASI di sekujur website, dirinya secara lancang bahkan berani meminta layanan konsultasi tentang pemberkasan tanpa mau membayar tarif jasa. Hanya anak pelacur yang demikian tidak punya malu, merasa berhak memperkosa profesi orang lain, mengharap dilayani dengan disaat bersamaan menyuruh kami makan batu. Mengapa anak pelacur bernama Hendi itu sendiri saja, yang makan batu dan memperkosa profesinya sendiri?
  • 082169628886;
  • 082389523131;
  • 081275057651;
  • 082386188106, dengan sakit jiwanya tanpa memperkenalkan diri, seketika mengajukan pertanyaan kepada kami: "Boleh tanya?" Sudah jelas kami mencari nafkah sebagai konsultan, masih melecehkan dan memperkosa profesi kami. Seketika itu juga kami beri respon: "Begitu etika komunikasi Anda? Kami tidak melayani setan tanpa nama. Dan masalah Anda bukanlah urusan saya." Juga, tentu saja, yang bersangkutan seketika di-blacklist permanen sebagai balasan atas pelecehan yang kami derita.
  • 08119994761;
  • Mahpudin Oking. Dirinya merasa berhak meminta dilayani bak seorang raja, raja dari bangsa keparat tidak punya malu, seolah manusia lain adalah budak di matanya. Mahpudin Oking lebih cocok menjadi sampah untuk dilempar ke tong sampah, manusia tidak ada guna yang hanya pandai MELANGGAR dan MELECEHKAN profesi orang lain;
  • 082251533500;
  • 08161454745 tanpa rasa malu merampok hak pemberi jasa atas tarif layanan;
  • Andi Pasaribu 085275265948;
  • 081355912006;
  • 081374542356;
  • Christine Natalia 081572998089 ctinenatalia@yahoo.com, wanita "benalu" bermulut manis;
  • 081285095721;
  • 085780044513;
  • Syafarudin 081247229922, bajingan yang tidak mau memperkenalkan diri ataupun namanya, menuntut dilayani masalah hukum tanah namun tidak mau dibebani tarif jasa, secara bangga memperkosa profesi kami selaku konsultan, mencerminkan dirinya berwatak lebih hina dari pengemis yang tidak memiliki rumah tempat tinggal;
  • 087704475860;
  • 082169628886;
  • 087704475860;
  • 087704475860;
  • 085780044513;
  • 085792039206, Jalan A. Yani no.89, Denpasar, Bali. Denpasar, September 2012 (Anak Agung Ayu Septri Juwarni), memiliki sengketa tanah di Bali, namun bersikap seperti pengemis yang meminta dilayani tanpa mau memahami hak dari penyedia jasa konsultasi hukum. Sejak kapan, seorang pengemis memiliki sengketa tanah? Mental pengemis, hanya tahu untuk meminta, meminta, dan meminta. Mereka sejatinya memiliki harta kekayaan, namun mental mereka demikian miskin;
  • 085215629455;
  • 085799021434;
  • 082399044641;
  • 081252549520;
  • 085256603458;
  • 089658988320;
  • Marulang Sitohang, dirinya berprofesi sebagai direktur, namun meminta kami melayani dirinya tanpa mau dibebani tarif profesi. Mengapa tidak dirinya sendiri saja, yang bekerja tanpa upah? Mengapa dirinya merasa memiliki hak untuk memperkosa profesi orang lain? Sejak kapan, seorang pengemis memiliki pekerjaan sebagai direktur?;
  • 081338330178;
  • 085848481408;
  • 082174470047;
  • 087878926692;
  • 081280821904, tanpa mau memperkenalkan diri, secara terus-menerus yang bersangkutan secara sengaja melanggar aturan main ketentuan layanan kami, meski yang bersangkutan telah mengetahui syarat dan ketentuan layanan. Belum menjadi klien namun sudah berani menyita waktu kami dengan mengajukan pertanyaan hukum, tanpa kami izinkan. Hanya membuang-buang waktu kami pada akhirnya. Sanggup menyewa pengacara untuk bersengketa tentang tanah, namun "mendadak miskin" saat menghubungi kami;
  • 081382720967;
  • 085757600661;
  • 083808161888;
  • 085342811997, sok kenal meski sama sekali tidak saling mengenal, menghubungi kami tanpa mau memperkenalkan diri, tanpa menyebutkan maksud dan tujuannya (motif yang tidak jelas), dan membawa-bawa istilah agamanya meski kami dari keyakinan berbeda (wujud intoleran terhadap Bangsa Indonesia yang majemuk dari segi etnis dan keyakinan). Dirinya hanya berhak untuk menggunakan istilah agamanya terhadap sesama umat seagama, tidak dapat melecehkan umat beragama lain dengan membawa-bawa istilah agamanya saat menyapa ataupun berkomunikasi (etika komunikasi yang paling mendasar dalam komunitas bangsa majemuk);
  • Indra Martin, spesialis modus putar-balik fakta yang patut diwaspadai. Dirinya panjang lebar cerita masalah hukum yang bukan urusan kami, tanpa sedikit pun bertanya perihal tarif, lalu berpura-pura hendak jadi klien meski secara akal sehat sebelum minta dilayani orang akan bertanya perihal tarif terlebih dahulu. Email TUKANG PERKOSA tidak punya malu bernama Indra Martin ini ialah indra.martin01@gmail.com;
  • 08161610681, henny@morintel.co.id, 02132069121, menyalahgunakan nomor kontak kami untuk spam dan hoax, yang bukan urusan kami. Berpura-pura sebagai klien, tidak termaafkan. Kami menyebutnya sebagai manusia SPAM;
  • ASEP SAEPUL MA'RUF, 08151684453, 021-68725035, berani berucap namun tidak berani mempertanggung-jawabkan ucapannya, hanya mengumbar janji tanpa dapat ditepati. Kami sudah mengalah dengan mengakomodasi "aturan main" dirinya sendiri, namun ternyata dirinya sendiri yang melanggar aturan mainnya tersebut;
  • Anak pelacur bermental pengemis bernama Yogi (Igdunited@gmail.com), merasa berhak memperkosa profesi kami, dengan menyalah-gunakan form pemesanan ebook pada website kami, mengirim pesan sebagai berikut: "Selamat siang mohon maaf maaf mengganggu, istri saya ada masalah dikerjaan, saya dan keluarga benar benar tidak mengerti hukum, istri saya dituduh penggelapan dalam pekerjaan dengan pasal 374, istri saya memegang kas kecil diperusahaan nya, istri saya dituduh merugikan perusahaan sebesar 1,4 milyar dimana 900 juta berbentuk uang, dan 400 juta berupa dokumen atau kwitansi kwitansi yang hilang, hari itu juga istri saya dibawa kepolres dan langsung dipenjara dipolres, setelah itu pihak perusahaan meminta keluarga untuk berusaha bertanggung jawab, karena Memang niat baik kami dan agar istri saya tidak diproses lebih lanjut, saya dan keluarga terus memberi apapun yang kami punya dari Surat tanah yang statusnya masih kredit, motor saya juga yang statusnya masih kredit, perhiasan Hadiah dari saya untuk anak dan istri, sampai yang terakhir saya meminjam uang dibank dengan jaminannya gaji saya, total smuanya kira2 sekitar 200 juta, tetap itupun masih kurang kata pihak perusahaan, kemudian kami musyawarah kembali dengan keluarga dan kami bersedia mencicil 5 juta perbulan, itu pun perusahaan tidak mau, sementara Barang Barang dan uang tunai diatas tadi tetap perusahaan pegang,sementara istri saya tetap diproses, yang saya sayangkan kasus tersebut katanya dari 3 tahun yang lalu, dan tidak pernah ada audit diperusahaan, istri saya pun tidak ada Surat pengangkatan sebagai karyawan diperusahaan terse but, jadi sekuatnya aja kerja disitu, dan nominal penggelapan yang sangat fantastis bagi kami,  dan saat ini istri saya sudah mendekam dipenjara 4 bulan lamanya dan sudah menjalani 4 Kali persidangan dan sidang berikutnya tinggal sidang tuntutan yang minggu kemarin ditunda, berapakah kira2 vonis yang istri saya akan dapatkan, kemudian Surat tanah yang statusnya masih kredit dan itu juga milik adik2 dari istri dari pihak perusahaan meminta Surat kuasa untuk mengambil alih tanah tersebut, tapi adik2nya sudah kecewa karena kakaknya masih ditahan, dan sudah diproses hukum, tapi pihak perusahaan mengancam akan menindak secara perdata, padahal istri saya sudah dipidana, saya sebagai suami tidak bisa menyewa pengacara karena saya sudah tidak punya apa2, gaji saya sudah saya untuk bayar bank, untuk kebutuhan sehari2 sekarang saya ngojek online setelah pulang bekerja, tolong Bantu solusi pak, saya orang bodoh dan orang gak mampu,anak saya terus mencari ibunya." Dirinya menjejali perut kami dengan batu, mengharap dilayani dan minta selamat pula? Bajingan semacam dirinya memang sudah semestinya segera masuk neraka, agar tidak lagi menjadi predator bagi profesi manapun. Apa yang bisa diharapkan, dari orang TAMAK tukang langgar tidak punya malu macam dirinya?
  • 081349554334, setan "tanpa nama ini" tanpa mau memperkenalkan diri (betapa sopannya), seketika mengirimi kami pesan ke nomor kontak kami: "Selamat MLM, maaf mengganggu." Sengaja mengganggu, lalu minta maaf? Tidak jelas maunya apa, dan kami memang tidak sudi melayani "setan tanpa nama". Kami diharuskan olenya menerka-nerka dan membuang waktu yang sangat berharga untuk meladeni "setan tanpa nama"?, sungguh suatu wujud tiadanya etika komunikasi. Karena datang tidak diundang, maka dirinya pun kami "tendang bokongnya" tanpa diantar. Sejak kapan, seseorang merasa berhak untuk mengganggu kami? Entah hasil didikan orang yang tidak punya malu, atau memang karena salah asuh dirinya tersebut. Kami sudah belajar dari banyak sekali pengalaman serupa, dimana pihak yang tidak jelas maksud dan tujuannya mengganggu kami, biasanya punya itikad tidak baik dengan maksud untuk menyalah-gunakan nomor kontak kami guna memperkosa profesi kami. Indikatornya sederhana, orang yang tidak punya malu dicirikan memiliki etika komunikasi yang buruk;
Bukanlah kami yang mencemarkan nama mereka, namun mereka sendiri yang telah mencemarkan dan membuat aib bagi diri mereka sendiri dengan melecehkan profesi kami, memberi cerminan bagi publik betapa biadab mental mereka yang seolah merasa berhak untuk menjejali perut kami dengan "BATU".

Bahkan ditilik dari perilaku mereka tersebut, mereka sama sekali tidak punya 'nama baik' untuk dicemarkan. Perilaku sikap 'pengemis' dan 'pemerkosa' mereka mencerminkan watak 'nama (yang) kotor' sebagai "LEBIH HINA DARI PADA PENGEMIS".

Kesemua orang-orang dengan ID list diatas, sama gilanya dengan perampok yang merampok sebuah kantor atau toko, mengambil apa yang menjadi jualan toko atau mengambil apa yang menjadi hak orang lain atas pekerjaannya.

Kami akui bahwa BLACKLIST yang kami arsipkan bersifat "dendam pribadi" akibat pelecehan terhadap profesi kami secara tidak patut, bermain-main terhadap profesi orang lain yang sedang mencari "sesuap nasi" secara legal. Sejak kapan, menuntut tarif profesi adalah sebuah kejahatan?

Mendatangi / menghubungi kantor konsultan, menuntut dilayani namun tidak mau dibebani kewajiban membayar tarif. Tidak lebih daripada pelecehan bahkan "pemerkosaan" terhadap profesi orang lain yang sedang mencari nafkah secara legal.

Mereka tidak berbeda dengan anak-anak berandal, yang merasa ada yang salah bila membiarkan berbagai satwa atau buah yang tumbuh di pohon pinggir jalan dibiarkan tanpa dicuri atau disakiti. Mereka mendapati nomor kontak kami, dan secara sewenang-wenang melecehkan profesi kami. Adalah usaha yang wajar bila seorang pengusaha mencantumkan nomor kontak komersiel profesi mereka. Adalah tidak waras bila mereka memaknai nomor kontak kami ialah dicantumkan ialah semata untuk dengan sesuka hati mereka 'perkosa'.

Tidak dapat ditolerir, dengan alasan apapun, karena hanya orang tidak waras yang dengan teganya meminta layanan konsultasi tanpa mau membayar tarif pada jasa seorang konsultan. Setiap profesi, berhak untuk menuntut jasa profesi, dan adalah kewajiban pengguna jasa untuk menyadari hak pemberi jasa.

Di mata kami, mereka yang tidak mau menyadari prinsip keadilan demikian, adalah lebih hina dari seorang pengemis yang tidak memiliki rumah ataupun pekerjaan, bahkan dengan tipu daya mencoba untuk mengecoh kami agar diberi pelayanan tanpa mau dibebani tarif.

Bila mereka memiliki masalah hukum, maka itu bukanlah urusan kami. Apakah mereka memiliki hak untuk melakukan praktik perbudakan atau bahkan pemerkosaan terhadap profesi orang lain? Mereka tidak mereka sendiri saja, yang bekerja sesuai profesi mereka kepada kami, namun tanpa upah, agar keluarga mereka tewas makan "batu".

Mengapa mereka merasa berhak untuk menuntut kami menjadi budak kerja rodi? Apakah mereka bekerja tidak menuntut upah? Apakah untuk kuliah dan menyewa kantor, dibayar dengan "batu"? Penjajahan demikian adalah wujud kebiadaban karakter pelakunya.

Sungguh, tidak ada yang lebih kejam daripada mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat serta memperkosa profesi kami yang mencari nafkah dari jasa layanan konsultasi. Dalam media ini juga, sekaligus kami doakan agar mereka benar-benar menjadi pengemis, yang mengemis di jalanan tanpa rumah dan tanpa pekerjaan.

Bahkan untuk masalah hukum terkait tanah, mereka tidak segan tanpa malu meminta dilayani bak seorang pengemis. Pengemis tidak pernah punya masalah hukum, tidak juga punya sengketa tanah. Seseorang dengan mental pengemis, cenderung bermental penipu, sebagaimana terus terbukti dalam pengalaman kami menghadapi para penipu tidak punya malu demikian.

Kepada masyarakat umum agar berhati-hati terhadap nomor-nomor tersebut diatas, agar tidak lagi menjadi korban penipuan / modus "pemerkosaan" profesi dan pelecehan serupa.

Sungguh tidak ada yang lebih jahat dari mereka yang dengan seenaknya melecehkan keringat bahkan memperkosa profesi orang lain. Mereka yang hidup dari melecehkan dan "memperkosa" hak maupun profesi orang lain, akan mati karena dilecehkan dan "dirampok" hak-haknya.

Bukankah memang sudah sewajarnya, orang-orang semacam demikian bermasalah dengan hukum? Bukankah sudah tidak mengherankan bila mereka akan terus bermasalah dengan hukum?

Blacklist kami bersifat permanen dan akan selamanya di-record, serta untuk dapat diakses publik agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Kami menjamin kebenaran data-data tersebut diatas sebagaimana pengalaman kami pribadi sebagai korban orang-orang tidak bertanggung-jawab diatas.

List diatas hanyalah separuh dari blacklist yang telah kami lakkan. Pada mulanya kami tidak berniat mempublikadi database blacklist yang telah kami lakukan, namun dikarenakan derajat keterlaluan pihak-pihak tersebut melecehkan profesi kami yang sudah jelas-jelas memungut tarif profesi konsultasi, disamping tiada efek jera dimana setiap harinya membanjiri kami pelecehan-pelecehan serupa, maka pada akhirnya kami putuskan untuk mempublikasi database blacklist kami.

Bukannya berterima-kasih atas berbagai publikasi ilmu hukum yang telah kami terbitkan, justru membalas dengan melecehkan dan memperkosa profesi kami. Sungguh ironis, mental pengemis yang tidak akan pernah mampu disembuhkan oleh konsultan manapun.

Kondisi demikian mencerminkan watak Bangsa Indonesia yang suka sekali melanggar aturan secara seenaknya, sewenang-wenang, dan arogan. Demikian selalu terjadi hampir setiap harinya, meski website kami telah mencantumkan secara tegas, bahwa setiap layanan dibebani tarif jasa profesi.

Sering juga terjadi, form formulir pemesanan eBook yang kami pasang di website, justru disalah-gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan meminta dilayani tanya-jawab seputar hukum tanpa mau dibebani tarif layanan jasa, padahal itu formulir pemesanan eBook.

Seenaknya melanggar aturan, dan seenaknya pula memperkosa profesi orang lain. Demikianlah rata-rata watak karkter bangsa Indonesia yang sangat tidak tahu malu disamping tidak tahu diri. Bahkan tega, memperkosa profesi orang lain seakan dirinya berhak memperlakukan kami sebagai pekerja rodi dalam penjajahan arogansi mereka.

Kepastian Hukum Bertopang pada Daya Prediktabilitas Paling Minimum dalam Hukum (PREDICTABILITY)

Foto saya

Trainer & Legal Consultant SHIETRA & PARTNERS didirikan tahun 2013, penyedia jasa konsultasi hukum spesialis preseden / yurisprudensi pertama dan satu-satunya di Indonesia, dibidang perdata maupun pidana. Berkomitmen sebagai profesional dalam setiap layanan jasa hukum, dengan tetap memegang teguh idealisme dan etika profesi.

Kebenaran maupun keakuratan publikasi website, TIDAK DIJAMIN. Hanya Klien dalam Sesi Konsultasi dan bahasan dalam eBook, yang kami berikan jaminan kebenaran data. Bukan sebagai Klien Pembayar Tarif Jasa maupun bukan sebagai pembeli eBook yang kami jual, resiko ditanggung Anda sendiri selaku pengunjung website.

Syarat & Ketentuan Layanan, lihat TARIF KONSULTASIHANYA KLIEN PEMBAYAR TARIF JASA YANG BERHAK MENCERITAKAN MASALAH / MENGAJUKAN PERTANYAAN HUKUM. Pelanggar akan dikenakan sanksi BLACKLIST.

Bagi yang berminat mengakses ribuan konten artikel kami (akses full database), disediakan layanan MEMBERSHIP. Tersedia untuk bulanan maupun tahunan.

Bagi yang membutuhkan layanan jasa penulisan, kami menyediakan jasa CONTENT WRITER. Sementara yang membutuhkan jasa Training atau layanan Tutorial Hukum bagi klien korporasi, kami menyediakan PELATIHAN.

Hukum adalah ilmu tentang "prediksi" (diluar itu artinya "spekulasi"). Konsultan Hukum SHIETRA & PARTNERS: Jl. HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK, Office Suite Lantai 5 Nomor A529, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940, Indonesia.

Menjual jasa layanan konsultasi secara tatap muka maupun secara virtual via online. Reservasi Jadwal: (Wajib terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menyatakan kesediaan membayar tarif jasa, untuk dapat kami layani)
- Telepon: 021-568 2703.
- Fax: 021-560 2810.
- Whatsapp: 08888-9195-18.
- Email: konsultasi@hukum-hukum.com, hery.shietra@gmail.com

Besar kemungkinan ulasan / materi publikasi dalam website, telah kadaluarsa akibat perubahan regulasi, atau pembiasan fakta penting yang kami sengajakan. Hanya klien pembayar tarif konsultasi maupun pembeli eBook, yang berhak atas informasi yang benar. Anda sendiri yang menanggung resikonya tanpa diagnosa fakta hukum dan analisa yang memadai oleh konselor untuk berdialog / mereview dokumen terkait masalah hukum.

Hukum sensitif detail, terbuka beragam skenario peluang atau kemungkinan yang dapat terjadi hanya karena faktor perbedaan detail fakta hukum, opsi langkah mitigasi, serta setiap resiko upaya hukum yang mungkin berimplikasi. Tidak ada perkara yang seragam untuk dapat diprediksi hasilnya, kecuali melalui sesi konsultasi secara intens / privat. Menyesal tiada guna, bila Anda gagal mengantipasi bahkan masalah menjelma "benang kusut".

Kecerobohan pembaca memaknai ulasan hukum dalam website, dapat sangat fatal akibatnya. Terhadap materi publikasi dalam website, don't try this at home, kecuali Anda berdialog langsung dengan penulisnya dalam sesi konsultasi secara privat.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.

KONSULTAN HUKUM SHIETRA. Kami LEBIH dari sekadar mengutip bunyi Undang-Undang, Hukum yang REAL.
HR. Rasuna Said. Kawasan Epicentrum Utama, EPIWALK Nomor A529, Kuningan, Jakarta. TEKAN GAMBAR UNTUK MENGHUBUNGI KAMI

COMING SOON

COMING SOON
eBook Mengupas Kaedah Manarik PERBUATAN MELAWAN HUKUM