Aslam Fetra Hasan, PENGACARA PENIPU yang Mencoba Merampok Nasi dari Piring Milik Konsultan Hukum lewat Modus Kamuflase Ala Bunglon, PENCURI ILMU KOMPETITOR

ARTIKEL HUKUM

Aslam Fetra Hasan, MUSANG BERBULU DOMBA, MUSUH DALAM SELIMUT

WARNING : Modus PENIPUAN Aslam Fetra Hasan <aslam.fh @gmail.com>, 081905057198, Aslam Hasan & Partners Law Office <a.f.hasanlawoffice @gmail.com>

Bila tidak kompeten dibidang hukum, maka “mati saja”, dan jangan berprofesi dibidang layanan jasa hukum secara memalukan dengan menjadi “pencuri ilmu”, terlebih-lebih melakukan perbuatan hina tercela seperti memperkosa hingga mencuri ilmu KOMPETITOR. Pengemis saja, tidak mencari makan dengan cara merampok dan mencuri nasi dari piring milik profesi orang lain. Namun, para kalangan profesi pengacara yang dikenal “sudah putus urat malunya” dan “lebih hina daripada pengemis”, tidak jarang mencoba “mencuri ilmu” Konsultan Shietra yang merupakan KOMPETITOR mereka dibidang jasa layanan hukum, lewat modus tipu-menipu penuh pura-pura, tentunya. Salah satunya ialah seorang pengacara spesialis “kamuflase” bernama Aslam Fetra Hasan.

Aslam Fetra Hasan, demikianlah nama dari sang penipu, yang modus penipuannya akan penulis ungkap dalam ulasan ini, sebagai testimoni dimana Konsultan Shietra menjadi korban sekaligus saksi matanya (korban berhak membuat testimoni, mengingat korban adalah saksi mata langsung, dalam rangka memberikan kewaspadaan bagi masyarakat banyak agar tidak lagi menjadi korban dari modus penipuan serupa oleh Aslam Fetra Hasan sang “pengacara BUNGLON” penuh kamuflase, dimana Konsultan Shietra tidak menaruh waspada karena sang penipu tidak secara terbuka ataupun secara implisit mengungkap dirinya notabene adalah KOMPETITOR dari Konsultan Shietra yang terkecoh oleh modus penuh jebakan yang dipasang oleh Aslam Fetra Hasan.

Bermula pada tahun 2018, Aslam Fetra Hasan menghubungi Konsultan Shietra via telepon dan aplikasi messenger, hendak bertemu dan bertatap-muka untuk memakai jasa “Ghost Writer” buku hukum yang disediakan oleh Konsultan Shietra. Setelah meluangkan waktu ditengah kesibukan produktif kerja, Konsultan Shietra dengan itikad baik menemui Aslam Fetra Hasan, dimana Aslam Fetra Hasan mengaku-ngaku sebagai pekerja kantoran pada salah satu perbankan, tanpa secara terbuka mengungkapkan bahwa Aslam Fetra Hasan adalah seorang pengacara yang memiliki kantor hukum pengacara miliknya sendiri, serta adalah notabene KOMPETITOR dari Konsultan Shietra mengingat Aslam Fetra Hasan juga memiliki website jasa dibidang hukum sejak tahun 2014—yang mana baru Konsultan Shietra ketahui setelah modus penipuannya terungkap baru-baru ini pada tahun 2020.

Sekalipun telah secara berpanjang-lebar menjelaskan dan membuang waktu separuh hari hingga membuatkan draf perjanjian jasa pembuatan “Ghost Writer” bagi Aslam Fetra Hasan, disamping Konsultan Shietra memberikan pula salah satu buku cetak karya Konsultan Shietra yang nilainya tidaklah murah secara tanpa biaya bagi Aslam Fetra Hasan sang BUNGLON, ternyata kesemua itu hanyalah iming-iming palsu tanpa pernah ada realisasi dari Aslam Fetra Hasan, yang senyatanya sejak semula memang merupakan modusnya untuk “mencuri ilmu”—mencuri tetap saja mencuri, dimana mencuri artinya pencurian dan pelakunya disebut sebagai pencuri yang tercela serta “hina”.

Belum cukup sampai disitu, tanpa malu sang penipu, Aslam Fetra Hasan, pada menjelang akhir tahun 2020 mencoba menghubungi kembali Konsultan Shietra via email setelah nomor kontak telepon Aslam Fetra Hasan di-blokir sejak tahun 2018 oleh Konsultan Shietra, dimana terungkaplah modus penipuannya yang hendak kembali “mencuri ilmu” dari KOMPETITOR-nya, memakai judul email yang kembali hendak mengecoh dengan iming-iming bombastis “Penawaran Kerjasama Partnership / Legal Assistance /sub contract legal services”, dengan rincian sebagai berikut:

Aslam Fetra Hasan:

Dear Pak Hery,

Selamat pagi dan semoga selalu sehat,

Bersama email ini kami menawarkan kerjasama partnership (secara partnership atau sebagai legal assistance atau sub contract legal servi ces) menangani kasus-kasus ditempat kami pak,

Mengenai konsep kerjasama dan yang lainnya lebih baik dapat kita bicarakan melalui email ini atau boleh kami telp pak supaya jelas??

Mohon konfirmasinya dan terima kasih

Salam

Aslam

Konsultan Shietra:

Selamat siang, Bapak Aslam Hasan,

Bagaimana kabar Pak Aslam?

Penjajakan untuk kerjasama, sebagai notulensi korespondensi dapat via email saja, dengan 1 buah syarat komunikasi : hanya klien yang telah efektif deposit tarif jasa konseling yang berhak untuk BERCERITA atau BERTANYA SEPUTAR MASALAH HUKUM.

Sehingga, selama koridor komunikasi tidak menabrak rambu etika komunikasi terhadap profesi konsultan hukum, kami welcome.

Untuk kerjasama dibidang hukum, kebetulan bukan hal baru bagi kami, dimana selama ini memang sudah ada beberapa kantor hukum yang membutuhkan jasa kami untuk spesialisasi bidang hukum tertentu yang tidak mereka kuasai secara mendalam, guna membuat draf gugatan ataupun kontrak, hingga opini hukum serta konseling sebagai pengetahuan hukum bagi mereka ketika berjumpa klien mereka, hingga pembuatan artikel (content writer untuk official web mereka), hingga “Ghost Writer”.

Selama ini sifatnya peran kami baru “di latar belakang” oprerasional kantor hukum mereka.

Kebetulan kami memang hendak ekspansi skala usaha, salah satunya pencantuman iklan EXCLUSIVE kantor hukum sponsorhip pada website kami, dimana saat kini dalam satu hari terdapat visitor 30.000 hingga 35.000, dimana ketika pembaca via PC maupun mobile meng-klik iklan, akan langsung ter-direct ke web klien sponsorship.

Untuk menjadi partnership, berhubung ada pengalaman buruk diwaktu lampau dengan partner yang ternyata kontraproduktif terhadap visi dan misi SHIETRA & PARTNERS, maka kami menutup diri untuk peluang itu, kecuali dalam rangka sebatas “AFILIASI”--semisal bila klien membutuhkan jasa pengacara, maka dapat kami rekomendasi pada afiliasi dengan "marketing fee" tertentu, namun pihak afiliasi wajib menghapus segala simbol afiliasi dengan “SHIETRA & PARTNERS” pada usaha, surat, web, ataupun displai kantor ketika kontrak kerja sama afiliasi diakhiri / berakhir. Refering berhubung membawa reputasi nama SHIETRA & PARTNERS sebagai pemberi refer bagi klien, maka akan terdapat intervensi tertentu terkait metode dan draf gugat-menggugat terkait klien, sehingga mungkin dapat disebut sebagai SOP atau Waralaba tata kerja.

Pada prinsipnya kami terbuka untuk kerjasama, secara SIMBIOSIS MUTUALISME.

Namun kami pun perlu selektif, berhubung keterbatasan sumber daya waktu kami, terutama dalam hal kerjasama di atas. Untuk itu mohon kiranya Bapak Aslam Hasan menerangkan secara detail profil kantor / usaha yang Bapak Aslam miliki selengkap mungkin, visi dan misi, agar dapat dibangun konsensus kerjasama yang sesuai.

Terimakasih, serta salam sehat selalu bagi kita bersama.

Kindly Regards,

Shietra

Aslam Fetra Hasan:

Dear Pak Hery,

Saya sekarang handle legal Department di KNS. Sebagai informasi awal, KNS adalah group holding company yg didalamnya terdapat beberapa perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha. Alamat lengkap Graha KNS jl. Raya boulevard blok XC 5-6 No A Kelapa Gading

Lebih lanjut, Group kami memiliki beberapa aset berupa property yang didapat dari transaksi jual-beli maupun Cessie (sebagian besar). Dari berbagai property tersebut tidak semuanya clean&clear dan untuk aset-aset yang tidak clean & clear tersebut hendak kami bereskan semuanya melalui beberapa upaya non litigasi + litigasi.

Untuk upaya litigasi kami memerlukan SDA yang berpengalaman sehingga perlu menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang kami nilai memiliki kejujuran, kompetensi dan tanggung jawab untuk bersama-sama dengan kami bekerjasama dengan ruang lingkup kerjasama:

Ruang Lingkup Kerjasama:

  Membantu pemeriksaan,riset hukum, identifikasi dokumen-dokumen yang merupakan bukti-bukti terkait (Posita dan petitum) serta identifikasi para pihak;

  Membantu melakukan draft, review, inputan terhadap penyusunan surat gugatan, replik ,penyusunan bukti-bukti dan pembuatan kesimpulan

  Bila sebagai pihak tergugat maka membantu melakukan review, inputan terhadap penyusunan surat jawaban, duplik, penyusunan bukti-bukti

  Asistensi dalam pelaksanaan pengajuan permohonan sita eksekusi sampai dengan lelang (bila kami tempuh upaya sita eksekusi)

Untuk itu kami menawarkan kerjasama dalam bentuk legal assistance dengan ruang lingkup kerjasama sebagaimana diatas dengan pembayaran fee secara lumpsump per kasus atau bisa dalam bentuk paket (beberapa kasus)atau mungkin dari pak Hery ada pandangan lain mengenai bentuk kerjasamanya yang cocok? Kami welcome pak

Terima kasih dan ditunggu kabar baiknya pak

Salam

Aslam

Konsultan Shietra:

Selamat siang, Bapak Aslam,

Terimakasih atas latar-belakangnya. Namun sebelumnya apakah pihak Head Legal Departemen mengetahui rencana legal asistance ini?

Menarik untuk bekerjasama lewat skema “retainer fee” ataupun parsial per “case”. Namun kendala utama saat kini ialah sedang wabah, mobilitas pribadi saya saat kini praktis "work from home", dimana segala dokumen hanya dapat direview via email. Audit skala masif mungkin terkendala, kecuali dipecah per sesi.

Tawaran serupa dari klien lain yang hendak tatap muka pun, terpaksa belum disanggupi selama ini.

Bila pihak Head hanya menghendaki Konsultan Hukum yang bersifat “tatap muka”, tampaknya belum dapat saya sanggupi sekarang ini, dimana ketika wabah usai maka akan lain cerita dan kita sounding pada kesempatan lain.

Sebelum komunikasi perihal penjajakan kerjasama dan negosiasi tarif layanan, konsensus ruang lingkup layanan, dsb, ada baiknya dipastikan dahulu, apakah Head dari departemen Pak Aslam keberatan ataukah tidak, bila sifatnya ialah baru sebatas secara online?

Apapun keputusannya, saya ucapkan termakasih atas tawaran kerjasamanya dari pihak Pak Aslam.

Kindly Regards,

Shietra

Aslam Fetra Hasan:

Dear Pak Hery,

Ini Head Legal nya adalah saya pak, saya pikir untuk tatap muka kita bisa via zoom meeting atau video Call WA pak, nanti kami yang fasilitasi. Disini kami belum ada sistem retainer fee jadi baru parsial per Case atau sistem paketan sekaligus beberapa Case pak.

Silahkan pak dilanjut term & condition dari pihak bapak supaya kita bisa lanjut bekerjasama

Konsultan Shietra:

Dear Pak Aslam,

Turut bergembira atas pencapaian karir Pak Aslam, semoga dapat Bapak nikmati sekalipun artinya seorang Head Legal akan butuh komitmen waktu, terutama. Head Legal mana juga yang tidak sibuk, terutama holding.

Mungkin untuk penjajakan pertama, bisa saya tawarkan saja konseling online yang termasuk segala ruang lingkup "Corporate Legal Consultant", mulai dari review, membuat draf, legal research, dokumen “legal opinion”, sesi konsultasi online, editing, dan lain sebagainya, secara paket kuota, dimana deposit tarif sifatnya penuh dimuka.

Untuk saat kini tarif konsultasi online per jam yang saya adakan ialah Rp. 1.000.000 per satu jam.

Bila klien menghendaki paket kuota deposit:

- diatas 10 jam, diskon 5%;

- diatas 20 jam, diskon 10%;

- diatas 30 jam, diskon 15%, dst.

Untuk sementara, demikian yang dapat saya tawarkan sebagai penjajakan. Bila terdapat kecocokan dan berlanjut dalam jangka panjang, sudah ada rencana bila wabah usai, fisik kantor hukum akan saya bangun lengkap dengan staf lengkap “one stop service” yang dapat di-kontrak jasanya oleh pihak klien, atau setidaknya selaku “inhouse consultant”. Metode inilah yang selama ini dipakai Sinarmas, Legal Departemen mengkontrak berbagai Kantor Hukum untuk handling kasus maupun corporate.

Demikian tanggapan yang dapat saya sampaikan, bilamana ada kesempatan untuk menjalin kerjasama ini dikemudian hari.

Tetap jaga kesehatan kita bersama, Pak Aslam.

Kindly Regards,

Shietra

Aslam Fetra Hasan:

Selamat pagi Pak Hery,

Untuk sistem yang bapak sampaikan kemaren kami sudah bahas diinternal kami, butuh konfirmasi sedikit mengenai Untuk sistem hourly basis ini, dalam penanganan kasus (sebagai penggugat) itu sistemnya apakah setiap kasus yang ada itu kami siapkan semua berkas2 termasuk draft surat gugatan dan yang lain sebagainya dulu baru kami serahkan ke bapak untuk dipelajari, review dll baru masuk dalam tahap konseling dan dihitung hourly basisnya atau sewaktu berkas2 kami kirimkan kebapak untuk direview dll itu sudah termasuk hitungan hourly basisnya pak?

Salam

Aslam

Konsultan Shietra:

Selamat siang, Pak Aslam,

Terkait skema “hourly based fee”, sudah umum pada berbagai penyedia jasa Legal Consultant, termasuk yang saya berlakukan, dimana untuk proses “legal review” serta “legal reseach”, lama waktu yang tersita akan dihitung sebagai proses pengerjaan, sehingga bukan hanya proses editing maupun drafting yang dihitung. Untuk jasa pembuatan "legal opinion" pun dihitung dari proses review, research, dan pengetikan.

Biasanya, saya tidak langsung menyanggupi tawaran kerja sama klien untuk drafting kasusnya, namun dimulai pada sesi konsultasi lisan selama satu atau dua jam untuk memetakan masalah serta melihat resiko, potensi, ataupun alternatifnya. Skema pembuka inilah yang paling saya rekomendasi, agar tidak mubazir dana yang dialokasikan klien (serta tidak menjadi beban moril saya pribadi bila case ternyata tipis peluang menang, tidak terkecuali reputasi nama. Perlu kita pahami, tanpa bermaksud menggurui Pak Aslam, menggugat bukan berarti lebih menguntungkan pihak penggugat, tidak jarang menjadi bumerang akibat rekonpensi lawan).

Sering terjadi, klien yang pada mulanya hendak menggugat, memilih opsi nonlitigasi setelah mendapat pandangan hukum serta rekomendasi dari saya. Bila dibuat statistik sederhana dari pengalaman, 5 dari 10 klien sama sekali tidak perlu menempuh opsi litigasi, dan 2 diantaranya bisa selesai cukup dengan memakai dasar hukum serta preseden ketika menghadapi birokrasi yang sebelumnya mempersulit.

Demikian, dan sebagai tambahan review dapat dilakukan secara “screening” terhadap halaman yang relevan menurut saya, sehingga tidak akan menghabiskan banyak waktu. “Speed reading” adalah tahap kedua bila dokumen cukup masif. Namun untuk drafting dan editing memang cukup menyita waktu karena butuh ketelitian dan pematangan konsep.

Demikian konfirmasi dari pihak saya, silahkan disampaikan bila terdapat hal yang kurang jelas.

Rekomendasi saya ialah berupa "konseling prolog masalah hukum" selama setidaknya satu jam untuk memetakan potensi hukum yang ada serta dapat mencari opsi lain bila litigasi tidak worthed, atau bila minimum dua jam maka bisa saya sediakan / siapkan pula presentasi dasar hukum serta preseden lewat powerpoint projector di tempat Pak Aslam, yang akan kita bahas bersama bersama team Pak Aslam dari jarak jauh, “voice call dari WA bisa conference” (nanti saya ajarkan caranya agar suara jernih) dan saya serta pihak Bapak Aslam menyaksikan powerpoint dari projector di team Bapak sementara saya dari layar komputer jarak jauh, selama sesi presentasi pemetaan masalah.

Kindly Regards,

Shietra

Aslam Fetra Hasan: “...” Tidak ada tanggapan sekalipun sudah berselang cukup lama, dan adalah mulai tampak keganjilan, dirinya terkesan mengiming-imingi sanggup membayar jasa hukum bernilai puluhan hingga ratusan juta Rupiah, namun membayar tarif sesi konseling yang hanya satu atau dua jam atau satu hingga dua juta rupiah dan peluang menyelesaikan masalah hukum tanpa gugat-menggugat, tidak juga disambut dengan dalih “masih timbang-timbang”, maka itulah indikasi nyata adanya modus penipuan—yang mana dirinya tidak menyadari bahwa Konsultan Shietra terpaksa membuat “alat uji” untuk menguji “mens rea” atau niat batin yang sebenarnya dari sang penipu. Ketidak-wajaran akan tampak pada respon sang penipu, dimana akan ditantang oleh Konsultan Shietra berikut di bawah ini.

Konsultan Shietra:

Bagaimana Pak?

Aslam Fetra Hasan:

Ya Pak Herry, untuk yang sistem hourly basis ini terus terang ini sistem baru di kami, kami masih rembug internal dulu

Salam

Aslam

Konsultan Shietra:

Mengherankan, tawaran paling logis paling mendasar konsultasi 1 jam dahulu, bahkan saya tawarkan 2 jam analisa hukum disertai presentasi, ANDA PIKIR-PIKIR? Saya hanya menguji anda dengan tawaran 2 jam disertai JUAL RUGI menyusun presentasi, namun anda PIKIR2? Hanya 1 atau 2 juta rupiah, Anda PIKIR-PIKIR?

Dari sini saja saya langsung tahu MENS REA anda.

Saya jadi curiga, atas niat maksud dan tujuan Anda.

Terimakasih telah banyak membuang-buang waktu produktif saya atas tawaran kerja sama fiktif Anda.

Entah apa niat anda, yang jelas ada Hukum Karma mencatat semuanya, menabur apa itulah yang dituai oleh anda sendiri kelak.

Aslam Fetra Hasan:

“...” Tidak ada tanggapan.

Konsultan Shietra:

Menipu akan TERTIPU.

Mencuri akan TERCURI.

Itulah Hukum Karma. Yang semestinya takut ialah yang menanam karma buruk.

Aslam Fetra Hasan:

Pak Herry,

Mohon maaf pak,selama ini kita sudah kerjasama dengan baik pak,saya tetap berharap kita dapat selalu kerjasama pak,tapi tolong beri waktu dulu untuk kami rembug internal

Salam

Konsultan Shietra:

Mengaku-ngaku HEAD LEGAL bank dan PT lain, ternyata anda itu PENIPU rupanya ya, Aslam Hasan & Partners Law Office a.f.hasanlawoffice @gmail.com SEJAK TAHUN 2014.

Anda akan saya berikan sanksi karena telah MENIPU DAN MERAMPOK HAK-HAK SAYA, MENYALAHGUNAKAN EMAIL SAYA, SERTA MEMPERKOSA PROFESI KOMPETITOR ANDA! Akan saya publish perbuatan anda yang penuh tipu muslihat ini. YOU ASKED FOR IT!

Konsultan mana lagi yang hendak anda perkosa profesinya?

Yang hidup dari MENIPU, akan mati karena TERTIPU.

Yang hidup dari MENCURI, akan mati karena TERCURI

Aslam Fetra Hasan:

Pak Herry,

Saya tetap berharap hubungan kita baik pak, tolong pak, hubungan ini sama-sama kita jaga baik

Konsultan Shietra:

Akan saya publish penipuan anda terhadap saya.

Jangan salahkan saya karir anda tamat selamanya lewat google atas nama anda sendiri (YOU ASKED FOR IT!), dimana orang akan tahu siapa anda sebenarnya, AGAR TIDAK ADA LAGI KORBAN SERUPA SEPERTI SAYA DIKEMUDIAN HARI. Akan saya buat artikel khusus tentang anda di web, saya jamin nomor 1 di google, agar anda bisa baca tentang SIAPA DIRI ANDA SENDIRI!

Ternyata dari awal anda memang punya tujuan menipu saya, dari sejak bertahun2 lampau anda mengklaim hanya pekerja kantoran, ternyata anda punya maksud perkosa saya selaku KOMPETITOR ANDA.

Modus anda adalah PENIPUAN PALING MENIPU DAN PALING MENGECOH YANG PERNAH SAYA ALAMI.

Dengan ini saya jatuhkan vonis bagi PENIPU semacam anda, karir anda akan saya akhiri selamanya, YOU ASKED FOR IT, salahkan sikap SERAKAH dan PENIPUAN DIRI ANDA SENDIRI!

Aslam Fetra Hasan:

Pak Herry,

Itu kantor memang masih jalan pak, sabar pak, hanya skr yg jalankan adalah partner kami, saya tidak incharge disitu ,ini kami sedang atur waktu dan jadwal konsultasi dg bapak, tolong kalau bapak masih berkenan kita atur waktunya, bagaimana pak?

saya mau kita tetap jaga hubungan baik dengan bapak, mohon perkenannya pak

Salam

Konsultan Shietra:

Beberapa hari lagi, ketiklah ini di google "Aslam Fetra Hasan", dan lihat hasilnya, FAKTA AKAN SAYA UNGKAP KEPADA PUBLIK MODUS PENIPUAN DAN PERAMPOKAN ANDA TERHADAP SAYA SELAKU KORBAN

Aslam Fetra Hasan:

Pak Herry,

Selama ini kan pak Herry tahu kalau saya pelanggan bapak yang paling cepat responnya, saya jadi pelanggan bapak kan sudah lama,tolong dipertimbangkan, karena saya memang bermaksud membina relasi dengan bapak, tolong pak, kita bisa atur waktu konsultasinya dalam Minggu ini dan mohon perkenannya pak

Salam

Konsultan Shietra:

Membina relasi? ANDA ITU PENIPU! MUSUH DALAM SELIMUT! MENCOBA MENIPU SAYA SELAKU KOMPETITOR ANDA!

Mengaku-ngaku pekerja kantoran, staf kantoran, ternyata KOMPETITOR SAYA! LUAR BIASA MENIPUNYA Aslam Fetra Hasan.

Vonis mati untuk anda, saya tidak buka banding untuk anda. Email anda pun kini saya blokir, anda yang telah menipu saya dengan segala ketidakjujuran dan KEBOHONGAN ANDA, KEPALSUAN ANDA, PENIPUAN ANDA, PERAMPOKAN ANDA.

Masyarakat berhak tahu siapa anda, AGAR TIDAK ADA LAGI KORBAN MODUS PENIPUAN ANDA DIKEMUDIAN HARI!

Aslam Fetra Hasan:

“...” Tiada respons.

Konsultan Shietra:

Modus iming-iming tawarkan sub kontrak jasa hukum, padahal punya kantor hukum sendiri, sub kontrak ke kantor hukum sendiri, buat apa sub kontrak ke kompetitor?

Anda lebih penuh KAMUFLASE ketimbang BUNGLON. Modus CURI ILMU, tidak malu MENIPU, mencuri nasi dari piring profesi KOMPETITOR!

Anda lebih HINA DARIPADA PENGEMIS. Pengemis sekalipun tidak mencari makan dengan cara MERAMPOK NASI DARI PIRING KOMPETITOR.

Anda demikian SERAKAH, TAMAK, TIDAK BERMORAL, BEJAT, EGOIS, PENIPU, PEMERKOSA, MODUS, PERAMPOK, dan TIDAK PUNYA MALU, apalagi etika sebagai seorang manusia. Anda lebih rendah daripada hewan, lebih kotor daripada sampah, lebih rusak daripada comberan, lebih busuk daripada bangkai, lebih palsu daripada topeng kepalsuan, LEBIH HINA DARIPADA PENGEMIS!

Aslam Fetra Hasan:

“...” Tiada tanggapan sama sekali dan setelahnya, alias tidak mampu dan tidak mau mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang mengecoh serta penuh KETIDAK-TERBUKAAN disamping PENGELABUAN khas PENIPU modus PENIPUAN.

Konsultan Shietra:

Musuh dalam selimut, musang berbulu domba, itulah Aslam Fetra Hasan, sang pengacara PENIPU

Judul itu cukup mewakili,

Atau, langsung saja secara gamblang, judul "Aslam Fetra Hasan, PENGACARA PENIPU YANG MENIPU DAN MERAMPOK NASI DARI PIRING KOMPETITORNYA SENDIRI"

Pilih judul yang mana, meski keduanya sangat mewakili karakter Aslam Fetra Hasan, sang pengacara PENIPU SUKA MENCURI ILMU LEWAT MODUS PENIPUAN. Aslam Fetra Hasan LEBIH HINA DARIPADA PENGEMIS

[Iklan Resmi Terverifikasi] Jasa Pencarian dan JasTip Produk THAILAND serta Impor ke Indonesia

Disediakan jasa pencarian serta pengiriman produk dari Thailand & Impor ke Indonesia